[Alexander's Pov]
Kali ini aku bangun lebih awal daripada hari biasanya. Karena liburan akhir semester telah usai dan menandakan bahwa aku harus meninggalkan sekolah yang penuh dengan siksaan ini. Aku pun kini tengah duduk dibangku SMA, dan kuharap aku akan mendapatkan teman yang lebih layak dibandingkan pada masa SMP ku.
Akupun bangkit dari kasurku dan segera pergi menuju kamar mandi untuk membasahi mukaku dan menggosok gigiku. Setelah selesai dengan kamar mandi, akupun segera memakai seragamku dan pergi menuju kedapur untuk membuat roti isi dan segelas susu. Kemana orang tuaku? Ahh.. Sudahlah, tidak perlu memikirkan mereka yang tidak pernah memikirkanku sama sekali. Bahkan bisa dibilang mereka telah membuangku begitu saja, menyakitkan bukan?.
Setelah sarapan, akupun mengambil headsetku, tas, dan memakai sepatuku untuk pergi ke sekolah pagi ini. Aku berjalan kaki menuju ke sekolah, tidak jauh memang dan hanya menghabiskan waktu sekitar 5 menit saja.
Diperjalanan menuju sekolah, aku hanya mendengarkan musik dengan ditemani oleh buku novel kesukaanku. Tak lama akupun sampai didepan gerbang sekolahku dan aku hanya bisa menghela nafas antara gugup dan pasrah.
"humm..hffft.. Oke aku siap!" gumamku menyemangati diriku sendiri, akupun mulai melangkahkan kakiku memasuki gerbang sekolah yang bagiku malah seperti jeruji besi yang akan menyiksaku dan merantaiku.
Skipp~
Sesampainya didepan papan pengumuman, akupun melihat-lihat daftar nama2 dan absensi kelas yang tertempel dipapan tersebut. Akupun mengunci pandanganku disaat aku melihat namaku tergampang jelas disana.
'Hummm.. Disini tempatku ya..' batinku lesu dan segera mencari dimana kelasku berada. Saat sudah berada dikelas, akupun segera menduduki tempat terbelakang yamg dekat dengan jendela dimana aku bisa melihat pemandangan sekitar sekolah disaat aku mulai merasa bosan dengan pelajaran.
Dapat dirasakan semua pandangan mata menuju kepadaku, entah apa yang mereka pikirkan tentangku 'Hmm..rasanya seperti kejadian disaat aku SMP akan datang kembali...' batinku dan menghela nafas pasrah. Akupun tidak memperdulikan pandangan mereka dan hanya sibuk dengan duniaku sendiri.
Tak lama bel pun berbunyi, menandakan jam pelajaran pertama dimulai. Seorang gurupun datang sambil membawa berkas-berkas dan laptop ditangannya. Semua muridpun berdiri untuk memberi salam hormat kepada guru dan mengucapkan "Selamat pagi sensei!" sapa semua murid dan sang gurupun menjawabnya dengan ramah "Selamat pagi, dan silahkan duduk kembali ditempatnya masing-masing"
Hari ini hanya memperkenalkan diri masing-masing saja, tanpa ada materi2 pembelajaran yang pasti. Akupun memandang jendela setelah perkenalan diriku selesai, dan kembali membayangkan hal-hal yang tidak kuinginkan terjadi. Membayangkannya saja sudah membuatku muak dan ingin sekali mengakhiri itu semua, dan akupun muak membayangkan wajah orang tua yang selama ini tidak menginginkanku dan membuangku begitu saja.
Tanpa kusadari, mataku telah memanas dan meneteskan sebuah cairan bening yang sangat aku benci yaitu sebuah air mata. Aku pun menggertakkan gigiku dan mengeratkan kepalan tanganku.
"Heii.. Apakah kau baik-baik saja?" tanya seorang gadis didepanku, ia memiliki rambut panjang lurus dengan poni yang ia jepit dan berwarna coklat muda, dan pupil mata yang berwarna hijau toska itu bertanya padaku
"Aku.. Aku tidak apa2. Urus saja urusanmu, aku tidak ingin diganggu." balasku ketus dan segera menghapus air mataku
"Ahhh.. Baiklah, jika ada apa-apa katakan saja padaku dan jangan sungkan!" ucapnya ceria dan akupun hanya menganggukan kepalaku sebagai jawaban
Akupun mulai membaca novelku dan menulis sesuatu didalam buku catatanku. Kebiasaan yang sungguh aneh kata orang-orang, dan aku tetap mengabaikan mereka. "ckk.." geramku tidak bisa tenang memikirkan kalimat2 yang orang lain lontarkan padaku.
"Hei... Apakah kau benar baik-baik saja?" tanya gadis itu lagi sambil menatap mataku, didalam matanya tersirat rasa ke khawatiran yang sungguh-sungguh.
"Sudah kubilang aku baik-baik saja, dan urus saja urusanmu sendiri." balasku ketus tanpa mempedulikannya dan melanjutkan aktifitasku kembali. Iapun menyerah dan segera berbalik ke depan untuk mendengarkan guru yang sedang menerangkan entah apalah itu aku tidak terlalu peduli.
-TBC
Minta saran dan kritikannya man-teman hwhw agar aku bisa melanjutkan cerita ini! XD
Mohon maafkan bila ada kesalahan kata ataupun typo yang tidak disengaja ya!
See u next chap~(。’▽’。)♡

KAMU SEDANG MEMBACA
When I Meet You For The First Time
RandomDecription From The Story's Of "When I Meet You For The First Time": Keseharianku selalu dimulai dengan membaca buku,berangkat sekolah,dan pembullyan tentang diriku... Entah apa yang membuatku betah diinjak-injak oleh mereka.. Bahkan.. Orang tuakupu...