Yerin membenci keluarga barunya, tapi dia sangat menyayangi ayah dan kakaknya. Meskipun ibu tirinya sangat baik, itu tidak akan mencairkan hatinya yang sudah beku.
Sinb yang selalu ada bersamanya, dan menghiburnya. mereka bersahabat. Bahkan dulu kel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*
*Ifyou're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are mostlikely at risk of a MALWARE ATTACK*
######
"Sudahlah, Sooyoung-ah. Lupakan Tiffany." "Mana bisa aku melupakannya. Istrimu ada dirumah 'kan?." "Tentu, dia masih cuti."
"Aku harus bertemu dengan mereka." "Bukan hanya istriku saja?." "Aniya, tapi mereka bertiga."
"Tunggu sebentar, istriku menelepon."
"Baiklah, aku akan pulang cepat. Apa Yul dan Sooyeon berkunjung lagi?. Ck, mereka itu pasti terus menganggumu."
"Aniya, Sooyeon justru membantuku. Dan Yul sedang memasak sekarang. Akhirnya Lamaran dia diterima oleh Jung samchon. Kita makan enak malam ini. Cepatlah pulang."
"Oke, tunggu aku sayang."
"Taeyeon benar-benar mempengaruhimu." "Itu namanya kekuatan cinta."
"Kau ikut saja denganku sekarang. Minggu depan, istriku memulai lagi pekerjaannya. Karena Yul managernya, jadi mereka berdua akan sangat sibuk. Sementara Sooyeon jarang datang tanpa Yul."
Mereka akhirnya pergi.
Sementara itu Taeyeon dan kedua sahabatnya tampak sedang bercanda. Tawa mereka terdengar sangat ramai, apalagi si kecil Jisoo yang mulai bisa berceloteh membuat mereka gemas, dan tak bisa berhenti tertawa.
"Itu pasti Yoong, biar aku yang menghampirinya."ujar Taeyeon ketika mendengar bunyi passcode rumahnya.
"Aku memasak, dan kau mengendong Jisoo. Bukankah kita terlihat seperti pasangan suami istri. Bagaimana kalau kita menikah besok?."canda Yul "Ingin aku pukul?."tanya Sooyeon "Coba saja."tantang Yul
Sooyeon menggerakan tangan Jisoo seolah akan memukul Yul. Yul pura-pura kesakitan, membuat Jisoo tertawa. Mereka tertawa bahagia, sampai akhirnya YoonTae datang bersama tamu mereka.
"Choi Sooyoung, kapan kau kembali dari Jepang?."tanya Yul basa-basi
Sementara Sooyeon tampak memalingkan wajahnya, dia benar-benar tidak ingin melihat Sooyoung. Kemudian dia pergi ke kamar Jisoo, Taeyeon juga mengikutinya.
"Sooyeon-ah, tenangkan dirimu. Ingat, kita harus pura-pura tak tahu."bisik Taeyeon "Apa itu artinya, kita harus pura-pura baik padanya?. Yang benar saja?."Sooyeon kesal