Yerin membenci keluarga barunya, tapi dia sangat menyayangi ayah dan kakaknya. Meskipun ibu tirinya sangat baik, itu tidak akan mencairkan hatinya yang sudah beku.
Sinb yang selalu ada bersamanya, dan menghiburnya. mereka bersahabat. Bahkan dulu kel...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*
*Ifyou're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are mostlikely at risk of a MALWARE ATTACK*
######
Taeyeon keluar dari kamar mandi membuat kedua anaknya terkejut.
"Eomma."panggil Yerin riang, dia bangun dan menghampiri Taeyeon
Taeyeon yang mengerti langsung saja memeluk dan mengendong anaknya itu.
"Aigo, uriadeul. Merindukan eomma?."
Yerin mengangguk, dia bersandar di bahu Taeyeon. Taeyeon dengan sabar mengurus putri bungsunya itu sampai tertidur.
Ketika membaringkan Yerin dikasur, ternyata Jisoo belum tidur.
"Besok sekolah, kenapa belum tidur?."
Jisoo bingung harus menjawab apa, dia hanya merindukan ibunya. Tapi kenapa sulit sekali mengatakannya?.
Taeyeon memberi kode pada Jisoo untuk bangun.
"Ayo kita tidur dikamarmu, sayang."bisik Taeyeon, dia mendekap tubuh anaknya itu, lalu pergi ke kamar Jisoo
Yoong merasa lega melihat Jisoo yang masih dekat dengan ibunya, meskipun anak itu terang-terangan mengatakan benci pada ibunya tadi. Mungkin itu hanya kekesalan sementara karena sang ibu jarang di rumah.
"Kenapa belum tidur juga, ini sudah malam?."tanya Taeyeon lagi sambil mengusap lembut rambut Jisoo
Mereka sudah hampir satu jam berbaring tapi Jisoo belum tidur juga, dan masih betah menatap wajah ibunya.
"Aku masih ingin melihat eomma. Besok pasti eomma pergi lagi. Eomma jarang di rumah."
"Besok eomma libur. Eomma akan seharian di rumah, dan menunggu Jisoo pulang sekolah."
"Jinjja?."
Taeyeon mengangguk mengiyakan, Jisoo mendekatinya dan memeluknya.
"Eomma.. Beberapa temanku selalu meledekku, dan mengatakan kalau aku tak punya ibu, hanya karena sejak masuk sekolah, aku tak pernah diantar oleh eomma."adu Jisoo
"Astaga, mereka nakal sekali."tangkap Taeyeon berusaha menghibur sebisa mungkin, padahal hatinya juga sakit mendengarnya.