four

2.4K 432 29
                                    

Ini sudah kurun waktu dua minggu sejak hyunjin menjalankan terapi sosialnya, ia sudah bisa membeli camilan sendiri di toko, membuang sampah telah menjadi rutinitasnya.

Perkembangan hyunjin yang berubah pun berpengaruh pada suasana di rumah. Pagi ini seperti biasa, karena hari minggu. Ibu pergi ke pasar, jadi jeongin ditugaskan untuk memandikan kakaknya lagi.

Namun ... Ada yang berbeda kali ini setiap memandikan kakanya, ia diam, tidak memainkan bebeknya seperti biasanya. Bahkan yang menumpahkan sabun cair ke bathub ia sendiri. Jeongin tercengang.

"Kau bisa mandi sendiri?"

Ia palingkan kepalanya kearah jeongin, wajahnya datar hanya menjawab dengan gumaman. Sialan kenapa rambutnya yang setengah basah bisa terlihat seksi, batin jeongin.

"Ah- tapi ibu menyuruhku untuk memandikanmu." Jawabnya langsung duduk didepan bathub, mengambil shampo dan beberapa alat mandi lainnya.

"Bebeknya tidak ikut mandi?" Lanjut jeongin, ia mengambil bebek-bebekan dan mengarahkannya tepat diwajah hyunjin.

"Hyunjin bukan anak kecil."

"Err- tapi kau biasa membawanya saat mandi?"

"Jeongin banyak bicara."

"Ok, ok!" Jeongin merasa canggung, padahal ia sudah biasa memandikan kakaknya seperti ini tetapi kali ini rasanya berbeda, hyunjin sedari tadi menatapnya, sebelumnya kakaknya itu sibuk bermain dengan bebek karet.

"Kenapa? Aku menggosoknya terlalu keras?"

"Jeongin belum mandi juga ya?"

"Gampang, yang penting kau dulu baru aku."

"Kalau mandi berdua saja bagaimana?" Dengan cekatan, ia tarik badan kecil adiknya itu hingga jatuh terperanjab ke dalam bathub, pakaian jeongin basah kuyup sekarang.

"YA! Kau dulu yang mandi baru aku!"

"Hyunjin sialan! Rasakan ini!" Pemuda bermata rubah itu melemparkan semua bebek karet yang berada dikeranjang kearah hyunjin tetapi hanya dibalas tawaan dan cipratan busa oleh kakaknya.

Jeongin bangkit dari posisinya, menghentak-hentakan kakinya didalam bathub. Kemudian kembali melanjutkan kegiatannya memandikan hyunjin.

━━━━━━━━━━━━━

Ibu tersenyum sangat tulus, tubuh hampir ringkih yang telah melahirkan tiga orang anak, ia senderkan di ambang pintu kamar hyunjin.

Rasanya hatinya menghangat ketika melihat anak sulungnya itu bisa mengenakan pakaian sendiri tanpa bantuan dirinya maupun jeongin.

"Ibu, hyunjin tampan?" Hyunjin tersenyum cerah seraya merapihkan rambutnya memakai pomade.

"Tampannn sekali ... hyunjin mirip mendiang papa jinyoung." Suzy mengangkat kedua jempolnya diiringi kekehan pelan.

"Ibuuu ... dress yu na yang warna soft pink ma- astaga! kak hyunjin?!" Gadis berusia 14 tahun itu membulatkan matanya kemudian meraba-raba tubuh sang kakak, tidak sopan.

"Kalau begini, yu na saja sama kak hyunjin pergi jalannyaa bu! Kak jeongin jangan diajak!" Lanjut gadis itu, tangannya dengan alus ia lingkarkan di lengan sang kakak.

Jeongin yang kebetulan lewat, tanpa ragu langsung masuk ke kamar, berniat menyumpal mulut berisik yu na. "Ya sana aja, aku sih tidak keberatan, nanti kalau dia merengek minta sesuatu, habis badanmu penuh cakaran."

Convivencia ❲ hyunjin ft jeongin ❳Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang