[Alexander's Pov]
Setelah Cella merasa baikan, iapun melepaskan pelukannya dariku. Keheningan pun mulai menyelimuti area UKS, dan dengan tiba-tiba ponselku berdering.
"Sebentar" ucapku dengan nada seperti biasa dan Cella hanya mengangguk sebagai jawaban
Akupun dengan segera mengambil ponselku yang berada disaku celanaku, dan melihat siapa yang menelfonku. Saat melihat nama kontak yg tertera, dengan segera aku membelalakkan mataku terkejut dan kembali seperti biasa.
Aku menerima panggilan tersebut
"Hm?" dehemanku sebagai pembuka topik ditelfon tersebut
"Ahh.. Rise. Lama tidak mendengar suaramu." balas ayah dari seberang telfon
"Mengapa menelfonku secara tiba2?" tanyaku ketus tanpa mempedulikan ucapan ayah tadi
"Apakah aku salah menelfon anakku sendiri?" balas ayah dengan nada bicara yang sangat aku benci
"Anak katamu? Ha? Ha ha? Jangan membuatku tertawa dengan lelucon burukmu."
"Tentu saja kau adalah anakku, kau adalah darah dagingku Rise. Dan maksudku menelfonmu adalah Ken akan tinggal denganmu, sekarang ia dan aku berada dirumah pamanmu. Segeralah pulang!"
"Ck! Dasar orang tua sialan"
Akupun dengan segera memutuskan sambungan telfon tersebut, dan menatap Cella yang sedari tdi tengah menyimak obrolanku dengan orang tua sialan -ayah- tersebut.
"Etto..." ucap Cella memecahkan keheningan
"Maaf, aku sangat membenci ayahku" jelasku akhirnya
"Ehhh... Tidak, tidak apa2 Rise. Mungkin jika kau berkenan kau bisa bercerita padaku." ujarnya dengan senyum tulusnya
"Lain kali saja aku bercerita. Sekarang kita harus bergegas pulang" ucapku akhirnya dan turus dari ranjang UKS dan mengambil tasku. Cella pun ikut mengambil tasnya dan segera mengejarku.
¤¤¤¤¤
"Setelah ini kau akan pergi kemana,Rise?" tanya Cella saat perjalanan menuju rumahnya
"Segera pulang dan menemui ayah dan adikku." balasku sambil menatap langit sore yang begitu indah jika dipandang
"Heee?! Jadi Rise mempunyai adik?!" tanya Cella dengan nada antusias dan menolehkan wajahnya menatap wajahku
"Hmm.. Begitulah. Tetapi, ia tidak sedarah denganku." jelasku dan sedikit melirik kearahnya
"Heee.. Jadi? Beda ibu atau beda ayah?" tanya Cella sambil menaruh kedua tangannya berada dibelakang kepalanya
"Ayahku menikah lagi, setelah ia bercerai dengan ibuku. Waktu itu aku berumur 5thn." jelasku dan mulai menceritakan kembali masa laluku
[Flashback on]
Aku mendengar suara cekcok antara ayah dan ibu diruang tamu, entah apa yang mereka bicarakan aku tidak dapat mendengarnya dengan jelas.
Hari ini di London pukul 12 malam, aku terbangun karena merasa haus dan pergi kedapur untuk mengambil air. Selesai dengan minum, aku berniat kembali menuju kamarku. Dan saat menuju kamarku, aku melewati ruang tamu dan tanpa sengaja melihat ayah membuka pintu bersama dengan wanita lain yang kupikir wanita tersebut adalah ibuku.
Tapi,aku tidak mempercayai apa isi pikiranku dan kembali melihat wanita tersebut dari dekat yg tentu saja aku bersembunyi dari balik dinding. Aku syok bukan main saat melihat wanita tersebut bukanlah ibuku.
"dear.." panggil wanita tersebut dengan nada yang membuatku risih seketika saat mendengarnya
"what,hm?" tanya ayah dengan nada lembut dan berbeda dengan nada yg ia keluarkan pada ibu
"I want to go home.. Let me go home yeah.." pinta wanita tersebut
"Even though i just arivved here, don't you want to stay and 'do it' ?' " tanya ayah sambil mengusap ujung kepala wanita tersebut
"Heee~ even though we've 'done it' earlier
.. And i'm tired.. I want to go home dear... " rengek wanita tersebut, kuakui memang ia adalah wanita cantik bahkan lebih cantik dari ibu. Tetapi, sikap dan sifatnya sangat aku benci"Alright,alright. Whatever you want,i will grant it" ucap ayah dengan mencium kening wanita tersebut. Wanita tersebut memiliki surai rambut panjang berwarna hijau alpukat dan iris mata yang hampir sama dengan warna rambutnya
"Is it true? Everything i want?" tanya wanita itu berseri2 dan ayah hanya mengangguk sebagai jawaban
"Okay, i want to be your wife!" pekik wanita tersebut yang membuatku membelalakkan mataku. Dan ayah pun menganggukan kepalanya lagi sebagai jawaban. Kurasakan jantungku berhenti berdetak seketika,sesak nafas secara tiba2 menyerangku yang membuatku kesusahan bernafas, ku rasakan dipipiku mengalir cairan putih bening yang orang katakan itu adalah 'air mata'. Dengan segera aku berlari menuju kamarku dan menutup pintuku dengan rapat. Aku menangis dalam diam, membayangkan ibu yang berada diposisiku tadi bagaikan silet yang menghunus dan menyayat jantungku.
Beberapa tahun pun berlalu, hingga wanita tersebut menikah dan melahirkan anak laki2 yang memiliki hubungan darah dengan ayahku. Namanya adalah Alexander Ken. Bagaimana dengan nasib ibuku? Ahhh... Ia meninggalkanku sendiri bersama dengan rasa pahit yang kurasakan setiap harinya.
Kembali kepada Ken. Ia adalah anak yang baik dan ceria, ia selalu mengajakku berbicara dan bermain denganku. Namun, aku hanya menanggapinya dengan sikap tak acuhku. Ia tidaklah manja dan selalu berusaha dengan usahanya sendiri. Walaupun ia terlihat begitu normal dengan anak lainnya, tetapi ia mengidap penyakit talasemia. Penyakit tersebut yang membuatnya harus ditranfusi darah merah setiap bulannya, dan ia tidak boleh terlalu lelah.
Kuakui aku sedikit salut dengannya, tetapi aku tetap mengabaikannya. Sampai umurku beranjak 12thn, aku diajak oleh paman dan bibiku yang tinggal dijepang. Akupun hanya menurut dan ikut tinggal dengan paman dan bibiku. Hanya mereka yang mengerti perasaanku, walaupun tidak lama setelah itu mereka meninggalkanku lagi karena tragedi kecelakaan saat sebuah truk melintas dengan kecepatan tinggi yang membuat mereka harus kehilangan nyawanya.
Dan ini akhirku, yg selalu diinjak dan tinggal sendiri tanpa ada seseorang yang tau akan masa laluku yang begitu kelam.
[Flashback off]
"Apa kau paham sekarang,Cella?" tanyaku saat aku sudah selesai menceritakan semua beban yang aku tanggung selama bertahun2
"Heee~ seperti itu ya.. Maaf Rise!" ucapnya dengan tiba2
"Kenapa meminta maaf?" tanyaku dan memberhentikan langkahku sejenak, iapun menoleh dan tersenyum tulus seperti biasa
"Maaf.. Andai waktu bisa diulang dan kita bertemu lebih awal.. Aku pasti akan menjadi sahabat kecilmu yang akan senantiasa bersamamu!!" pekiknya dan melanjutkan perjalanan menuju rumah
"Ahhh.. Tidak masalah, bertemu denganmu dihari pertama sekolah saja sudah cukup untukku. Terima kasih Cella" balasku dengan senyum tulus yang baru aku tunjukan kepada Cella, dan iapun dengan segera membelalakkan matanya dan mulutnya pun mulai menganga dengan antusias
"Uhm! Tidak masalah Rise!" ujarnya dengan semangat
Yahhh kurasa tidak ada salahnya mencoba berteman kembali. Begitulah perjalanan pulang kami, tanpa mempedulikan apa yang akan diucapkan oleh ayah nanti saat aku pulang. Aku tidak mempedulikannya dan terus melangkah menuju rumah.
-TBC
Lanjut? Lanjut saja lah yahhh XD

KAMU SEDANG MEMBACA
When I Meet You For The First Time
RandomDecription From The Story's Of "When I Meet You For The First Time": Keseharianku selalu dimulai dengan membaca buku,berangkat sekolah,dan pembullyan tentang diriku... Entah apa yang membuatku betah diinjak-injak oleh mereka.. Bahkan.. Orang tuakupu...