"itu berkah dari tuhan !!"

90 7 2
                                    


"Ne..., Apa tidak apa-apa kau ke pasar (y/n)-chan ? Apa kau tak ada kelas hari ini ?"tanya hikaru.

"Tak ada, tou-san memberiku kebebasan hari ini untuk berkeliling..., Lagi pula, aku ingin membeli cenderamata untuk hiasan kamar ku ! Maaf mengganggu latihan kalian, seharusnya kalian tk usah menemani ku dan latihan saja, aku bisa..."

"Mengawal mu lebih penting dari latihan..., Bukankah kau sudah mempercayai kami untuk menjadi ksatria mu..." Ujar nome. "Maa, jangan sungkan untuk memanggil kami ke istana. Kakimu akan lelah jika terus menerus melakukan perjalan dari istana ke asrama. Walaupun dengan berkuda, jarak nya lumayan jauh" ujar onzai.

"H...ha'i..."

Kami terus berjalan menyusuri kota. Walaupun sudah beberapa kali kesana kau masih saja kagum. Terkadang teman-teman ksatria mu kewalahan dengan sikap mu yg berubah seperti anak kecil dengan seketika.

"Ibu ! Ibu ! Lihat pria itu ! apa dia dikutuk ? Warna mata nya beda sebelah Bu ?!" Kata satu anak kecil sambil menunjuk onzai. Dengan segera ibu dari anak itu membungkam mulut putra nya dan meminta maaf. Seketika ingatan masa kecil nya kembali terputar di memori nya.

Masa...

Dimana ia tk di perlakukan sebagai mana manusia...

Flashback

Di sebuah desa di sisi barat gunung semua orang hidup dengan damai. Tak ada kerusuhan yg terjadi di sana. Tk ada iblis atau siluman yg menyerang desa itu. Semua orang hidup dengan tawa.

Seorang bocah bersurai merah tengah menatap jendela kecil berjeruji yg agak tinggi. Langkah kaki orang2 yg lalu lalang di hiruk pikuk kota terlihat jelas dari jendela itu. Bunyi gemerincing rantai terdengar kala ia berdiri dan mendekat ke jendela. Ia berjinjit untuk melihat lebih jelas apa yg ada di luar sana. Orang2 tampak gembira. Anak2 seumurannya berlarian dengan penuh senyum dan tawa. Seketika ia menatap lesu semua itu. Ia kembali meringkuk di sel yg entah sejak kapan ia di tahan di sana.

Yg ia tahu. Orang2 menganggap nya sebuah kutukan yg akan membawa sial untuk desa. Ia di kurung untuk kebahagiaan penduduk. Decitan gerbang sel mengeluarkan bunyi yg memekakkan telinga.

BRAK !!

sebuah nampan berisi makanan tk layak di lempar kan di hadapannya.
"Itu makanan mu ! Bersyukurlah karena kau tidak mati kelaparan !" Ujar pria itu sambil menutup kasar pintu sel nya dan berjalan pergi.

Ia mendorong makanan yg lebih cocok untuk ternak itu menjauh. Ia kembali menatap keluar jendela. "Apakah...aku bisa keluar sana suatu saat..."

"(Y/n)-sama ! Tolong jangan jauh2 ! Nanti kau bisa tersesat !" Ujar bocah bersurai krem sambil terus mempercepat jalan nya untuk menyesuaikan dengan langkah tuan putri nya yg dengan antusias menjelajahi desa tersebut begitu juga rekan nya. "Mou, massu jangan panggil aku begitu..." ujar mu sambil menggembungkan pipimu kesal. "S...sumimasen...". "Nii-san sedang membeli belati bersama hikaru dan Tatsu, mereka akan lama jadi kita jalan2 dulu saja~~" kata mu sambil berlari meninggalkan mereka berdua.
"(Y/n)-sama !!" Pekik bocah bersurai coklat.

Tk menggubris 2 teman nya, kau lebih memilih melihat2 isi desa itu. Ini pertama kali nya nii-san mengajak mu keluar kerajaan dengan 4 teman murid asrama kerajaan nya. Semua nya baru bagi mu. Hampir semua nya tak luput dari penglihatnmu mu, termasuk sebuah terowongan yg agak jauh dari keramaian. Penasaran, kau pun memasuki terowongan itu. Gelap dan sunyi. Hingga kau melihat sedikit cahaya di ujung nya.

Kau berjalan perlahan, membayangkan apa yg ada di ujung sana. Sebuah negri impian ataukah monster naga penyuka permen. Imajinasi mu cukup liar rupanya. Setelah kau sampai di ujung kau terdiam, melihat sebuah sel dengan seorang bocah bersurai merah yg meringkuk di dalam nya. Bocah itu mengangkat wajah nya, melihat mu. Aku kau mendekat ke sel itu.

KNIGHTS !!! ( Knight B Project x Princess Reader )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang