The Night

9.2K 300 12
                                    

"Chanyeol sedang apa?" Seuntai kalimat polos kini telah keluar dari bibir mungil Baekhyun.

"Bersiap untuk memasukimu." Balas Chanyeol santai dengan masih sibuk menurunkan celana sekolahnya.

"Sini." Chanyeol mendekat ke arah Baekhyun dan membiarkan lelaki mungil itu duduk dengan nyaman di atas kasur. Dengan sigap, jemari besar Chanyeol kini mulai membuka kancing kemeja sekolah Baekhyun dengan tergesa.

Plak!

Kegiatan Chanyeol terhenti seketika saat telapak tangan mungil milik Baekhyun memukul telapak tangan yang lebih besar. For God Sake, apa yang makhluk kecil itu lakukan?

Chanyeol mengernyit dan menatap jengah ke arah Baekhyun yang kini menatapnya dengan kesal. Ya Tuhan, kenapa lagi dengan bocah ini?

Baekhyun menyingkirkan kedua tangan lebar milik Chanyeol lalu memundurkan tubuhnya agar menjauh dari tubuh Chanyeol.

"Aku bisa membuka bajuku sendiri! Tidak perlu bantuan Chanyeol!" Pekiknya, saat Chanyeol kembali mendekatkan diri kepada yang lebih mungil.

Hell, Ya Tuhan.

Chanyeol medecih dan menggelengkan kepalanya gemas. Tak sekalipun melepaskan atensi matanya dari memandang Baekhyun yang terlihat kesulitan membuka kancingnya satu persatu.

Chanyeol mulai menaiki kasur, mendekat ke arah Baekhyun, bermaksud membantu. "Kau sangat lamban--"

"Stop Chanyeol! Baekkie bisa sendiri!" Telapak tangan yang terbuka lebar telah terjulur untuk melarang si jangkung untuk membantu yang lebih kecil.

Chanyeol terkekeh. Baekhyun yang mabuk benar benar sangat menggairahkan.

Baekhyun masih berkutat dengan kancing kancing seragam sekolahnya yang entah kenapa saat ini sangat sulit untuk dibuka. Matanya mendadak rabun dan terkadang kasur juga terasa seperti bergetar. Yah, kau tahu? Efek mabuk pada Baekhyun sangat berpengaruh rupanya.

"Kenapa kau menjadi sangat lamban, hm? Apa membuka kancing sendiri itu sulit?" Gumam Chanyeol dengan suara baritone nya yang sejak tadi sudah menahan gairah untuk tidak menerkam lelaki mungil didepannya kini.

Baekhyun menghentikan aktivitasnya lalu mengusap usap matanya kasar. "Eungh. Buram." Cicitnya.

Memandang ke arah Chanyeol, "Mataku buram. "Adunya pada Chanyeol sembari menunjuk salah satu matanya menggunakan telunjuk kecil miliknya.

Chanyeol memberi smirk andalannya.

"Apa itu artinya aku harus membantumu?" Tanya Chanyeol.

Baekhyun diam. Mulai tak mengerti pembicaraan ke arah mana yang sedang Chanyeol bahas. Namun ia membiarkan Chanyeol untuk menaiki ranjang dan mendekat ke arahnya.

Chanyeol menggapai pundak kecil itu, lalu menciumi kedua mata yang berair milik Baekhyun.

"Apa masih buram?" Tanya Chanyeol.

Baekhyun mengerjap pelan. Pipinya memerah, namun kepala itu terus mengangguk.

"Sial, kau memang gemar menggoda Baekhyun." Geram Chanyeol lalu kembali menciumi mata sipit Baekhyun secara bergantian. Pelan namun pasti, ciuman tersebut kini mulai menjalar ke pipi gembil Baekhyun. Chanyeol menikmatinya. Menghirup aroma khas bayi milik Baekhyun lalu pada satu titik Baekhyun berteriak kesakitan karena Chanyeol telah menggigit pipi gembilnya.

"Chanyeol jahat sekali!" Pekiknya.

Mata obsidian milik Chanyeol terus memandangi sosok yang kini tengah mengusap usap pipinya dengan kasar. Ia lalu menghela nafas. "Apa sangat sakit?"

The Reason (CHANBAEK 19+)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang