Pagi ini, Baekhyun berangkat ke sekolah dengan perasaan kacau yang menimpa dirinya. Pasalnya ia terus saja memikirkan pesan kakotalk yang dikirim Chanyeol tadi malam. Ia benar benar berharap jika Chanyeol masih memiliki belas kasihan untuk membiarkannya tubuhnya tidak lebam sama sekali hari ini.
Pagi pagi sekali, Lelaki berbadan pendek itu sudah berada di kantin terlebih dahulu tanpa sempat menaruh tas dan peralatan sekolah yang lainnya ke dalam kelas. Ia mengantri untuk mendapatkan roti selai kacang berkualitas bagus sesuai dengan yang diminati ketiga pria brengsek yang tinggi itu. Dengan begini, ia harap Chanyeol akan memberikan belas kasih kepadanya.
Baekhyun berjalan menyusuri koridor kelas lantai tiga menuju kelas Chanyeol, Kai dan Sehun. Ya, mereka tidak sekelas tentu saja. Ia berjalan dengan cepat sembari mengabaikan tatapan tatapan sinis dari perempuan ataupun lelaki di koridor ini, pasalnya mereka pasti sudah tahu betul jika Baekhyun berada di lantai tiga hanya ingin bertemu Chanyeol. Chanyeol memang cukup populer seantero sekolah. Banyak pria maupun wanita yang menyukai dan mengejarnya dengan terang terangan. Jadi wajar saja jika Baekhyun menerima banyak cacian karena secara tidak langsung Chanyeol memilihnya. Oh tentu saja mereka semua salah paham. Park Chanyeol hanya menjadikan Baekhyun sebagai pesuruh dan budak seks nya saja, tidak lebih. Namun Baekhyun memilih bungkam dan tidak membesar besarkan masalah ini.
Sebenenarnya ini tidak sepenuhnya salah Chanyeol. Entahlah, dari awal Baekhyun juga sudah merasa tidak pantas untuk berada di sekolah ini, dan dengan pribadinya yang sedikit susah berteman juga membuatnya menjadi lebih sering dibully dan diperbudak oleh yang lain.
Baekhyun melangkah memasuki kelas Chanyeol dengan canggung. Ia berjalan memutar kearah meja paling pojok sebelah kiri. Itu adalah meja milik Jongin. Lelaki berkulit tan itu sedang tertawa terbahak bahak dengan lelaki tinggi berkulit putih di sampingnya.
Sehun adalah yang pertama kali menyadari kedatangan Baekhyun. Ia kemudian mengambil kantung belanjaan milik Baekhyun dan berterimakasih. Baekhyun merasa janggal. Ia tidak melihat keberadaan Chanyeol disini, padahal ia ingin menjelaskan semua yang di lihat Chanyeol kemarin malam.
"Mencari Chanyeol, huh?" Ujar Jongin. Baekhyun menggaruk tengkuknya canggung lalu mengangguk pelan.
Lelaki berkulit tan itu berdehem lalu menarik kursi mendekat kepada Baekhyun. "Begini saja, bagaimana jika kau memberiku nomor Kyungsoo terlebih dahulu."
"Hm?"
"Jika kau memberi tahu ku nomor Do Kyungsoo, maka aku akan memberi tahumu Chanyeol berada dimana saat ini. Bagaimana?" Ucap Jongin dengan seringain khasnya.
Sungguh kesepakatan yang tidak masuk akal.
Baekhyun menggaruk telinganya, merasa tidak enak. Bukan dengan Jongin, tetapi ia lebih takut jika sahabatnya Kyungsoo akan memarahinya setelah ini karena memberikan nomornya kepada pria yang paling sahabatnya benci itu.
"Ayolah, Baekhyun." Kim Jongin dengan lancangnya memegangi pinggang sempit milik yang lebih pendek lalu menggoyangnya kedepan dan kebelakang. Cukup lama Baekhyun merengek hingga akhirnya ia tak tahan dan memberikan nomor milik Kyungsoo kepada Jongin.
Jongin benar benar tidak bisa dibantah dan dilawan. Sejak lima menit yang lalu ia terus saja menggoyangkan tubuh Baekhyun tanpa mau berhenti walaupun Baekhyun sudah memberontak dan Sehun sudah menyuruhnya berhenti. Bell sudah akan berbunyi maka Baekhyun harus cepat lepas dari pria berkulit tan ini kembali ke kelasnya.
"Hehe, terima kasih. Kau memang baik Baekhyun-ah" Ujarnya tersenyum jenaka sembari mengamati handphone-nya yang sudah memiliki nomor pribadi milik Kyungsoo.
Baekhyun masih berdiri disana. Menunggu Jongin berbicara atas perjanjiannya yang akan memberi tahu keberadaan Chanyeol kepadanya.
Jongin mendongak menatap yang lebih pendek yang masih berdiri di depannya kini, kemudian matanya melirik ke arah pintu kelas dan menunjuk seseorang menggunakan dagunya. Baekhyun menoleh kearah yang ditunjuk Jongin. Disana berdiri seonggok manusia bertelinga lebar yang baru memasuki kelas. Ia berjalan dengan gagahnya sambil membenarkan tali tas yang berada di bahunya, berjalan kearah mereka bertiga.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Reason (CHANBAEK 19+)
FanfictionWARNING 18+ - 21+ NC. YAOI/BxB/BL - CHANBAEK Baekhyun menyukai Chanyeol. Sangat. Tapi ia mulai sadar jika Chanyeol tidak akan pernah menyukainya. Chanyeol hanya menyukai tubuh Baekhyun dan kegiatan panas mereka diatas ranjang. Ya, hanya itu. Tidak l...