"Manajer oppa," panggil Hana. Gadis itu dengan semangat berlari-lari kecil menghampir Hyun Suk.
"Ya, pabboya. Kenapa masih memanggilku manajer, hm?" Hyun Suk menggetok kepala Hana pelan.
Hari ini adalah hari pernikahan Hyun Suk. Sejak pagi, Hana dan Kyungsoo sudah berada di kediaman Hyun Suk. Pria itu memandangi Hana yang tampak lebih segar.
"Selamat untuk pernikahanmu. Aku ramal, kalian akan hidup lama dan bahagia dengan anak-anak yang lucu. Oppa, kau beruntung mendapatkan Eonni yang cantik ini. Jaga dia baik-baik, arachi?" ucap Hana menasehati. Gesturnya seakan-akan sedang menasehati seorang anak kecil membuat beberapa tamu tertawa geli.
"Terima kasih sudah datang, Hana-ya. Ngomong-ngomong, apa kau benar-benar berkencan dengan manajer barumu itu? Kenapa pakaian kalian sangat serasi begini?"
Telinga Hana memerah. "A-apa maksudmu? Ini kan wajar untuk memakai baju couple karena aku datang bersamanya. Dan lagi, Aku tidak tahu kalau kau akan mengadakan upacara pernikahan secara tertutup begini."
"Aish, ini semua demi kau, Bocah. Bagaimana mungkin aku membuat pernikahan terbuka jika ada kau sebagai tamuku? Yang ada mereka hanya akan fokus denganmu."
"Selamat atas pernikahanmu." Kyungsoo tersenyum sambil memberikan kado untuk Hyun Suk. Pria yang sudah resmi menjadi suami itu tersenyum. "Bagaimana kabarmu? Apa dua bulan ini dia semakin merepotkanmu?"
"Kabarku baik, Hyung. Hana masih sama seperti dulu. Sekali lagi selamat untuk pernikahanmu. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian."
"Terima kasih, Kyungsoo-ya." mata Hyun Suk beralih ke Hana.
"Hana-ya, aku dengar kau menyiapkan sebuah mini album khusus untukku, kan?" tanya Hyun Suk. Hana memang pernah bilang akan memproduksi beberapa lagu untuk kado Hyun Suk.
Hana menepuk keningnya seraya berkata, "Oh iya, aku hampir lupa. Maaf, aku hanya bisa membuat tiga lagu." Hana segera memberikan sebuah CD bertulisan 'Happy Wedding manajer oppa & eonni' dengan sampul berwarna putih bermotif bunga babby blue bertanda tangan.
"Terima kasih banyak, Hana. Ini sudah lebih dari cukup. Kau mau menyanyikannya secara live?" tawar Hyun Suk yang langsung dibalas anggupan semangat dari Hana.
"Dengan senang hati."
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Jalanan kota Seoul masih cukup ramai seolah tak pernah tidur. Setelah menghadiri acara pernikahan Hyun Suk, Hana langsung bertolak ke lokasi selanjutnya yaitu radio Sukira dan radio KBS. Hana sudah tidur sejak tiga puluh menit. Kyungsoo memutar musik dengan volume pelan seraya bernyanyi dengan suara lirih.
Sesekali laki-laki itu melirik ke kursi belakang, memastikan Hana tak terganggu. Hanya dalam tidurnyalah Kyungsoo bisa tahu apa yang gadis itu rasakan. Segala lelahnya, sakitnya, senangnya, semua bisa Kyungsoo lihat hanya saat dia tidur.
Hana melenguh pelan sambil mengerjapkan matanya, tangannya aktif merapatkan selimut yang melilit tubuhnya. Setelah beberapa saat, gadis itu mulai bangun. "Sudah sampai mana?"
"Dua puluh menit lagi kita sampai di apartemen. Tidurlah, akan kubangunkan kalau sudah sampai."
Hana tak menjawab ataupun menurut. Gadis itu menggerakkan kepalanya melihat jendela. Membuka sedikit jendela tersebut sambil merasakan angin malam menyapa wajahnya dan menerbangkan anak rambutnya.
"Kita tidak ada jadwal lagi, kan?" tanya Hana . Kyungsoo mengangguk.
"Jadwalmu sudah selesai hari ini."

KAMU SEDANG MEMBACA
Manajer-nim, I 🤍 U (PINDAH KE FIZZO)
Fanfiction[PINDAH KE FIZZO] Do Kyungsoo, laki-laki manis yang baru saja kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Tak tahu harus bekerja apa lagi, sebuah kartu nama menghantarkannya ke Glammy Entertaiment. Yoon Hana, soloist cantik de...