_-When I Meet You For The First Time 4-_

5 0 0
                                    

¤¤¤¤¤¤

Aku mengetuk pintu rumahku sendiri dan segera melepaskan sepatuku, pintu rumahku pun terbuka dan menampakkan seseorang yang sangat tidak ingin kutemui saat ini. Aku pun berjalan melewatinya tanpa mengucapkan sepatah katapun dan segera menuju ke kemarku yang berada dilantai atas untuk menaruh tasku dan membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, akupun memakai kaos putih dan celana selutut. Setelah itu aku pergi kebawah tepatnya diruang tamu.

Disana sudah terdapat ayah dan Ken duduk bersila didepan meja ruang tamuku. Tanpa mengatakan apapun, aku pun ikut duduk bersila yang pastinya sedikit berjauhan dari mereka.

"Darimana saja kau?" tanya ayah memecah keheningan dengan tatapan tajam tanpa tersirat rasa ke khawatiran

Akupun menatapnya sejenak dan membalas pertanyaan ayah dengan ketus "Bukan urusanmu"

"Tentu saja itu urusanku! Jangan macam-macam denganku! Dasar anak tidak tau diri!" ucapnya dengan nada yang mulai meninggi, dapat kulihat Ken hanya bisa diam melihat ayah seperti itu

Akupun menghela nafas berat "Cepat selesaikan urusanmu disini dan pergilah, aku tidak ingin menemui orang tua yang bahkan tidak pernah memikirkan perasaan anaknya sedikit pun" balasku dengan penekanan kata sedikit

"Jadi, kau sudah tau kan alasan kami datang kemari?" tanya nya sambil melipatkan tangan didada

"Cepatlah! Tak perlu banyak basa basi!" ucapku mulai kesal dengannya yang seenak jidatnya datang dan setelah itu pergi setelah ia bosan

"Ia atau lebih tepatnya Ken akan tinggal bersamamu untuk beberapa waktu, karena itu kau harus menjaganya dengan baik!" ucap ayah tegas

"Ck! Kemana ibunya?! Dan mengapa kau dengan seenak jidat menyuruhku tanpa mengerti perasaanku?!!" ucapku dengan menggebrak meja didepanku

"Oh, ia sudah tewas karena jatuh dari balkon apartemen diLondon" balas ayah tenang dengan nada datar seperti biasa

"Kenapa kau menyuruhku untuk mengurusnya?!" tanyaku dengan emosi yang meluap2

"Karena aku sibuk mengurusi pekerjaan diLondon, sehingga aku tidak mempunyai waktu untuknya" balasnya dan mulai berdiri untuk beranjak pergi

"Aku akan mentransfer uang untuk keperluannya dan keperluanmu sehari hari, jadi jangan khawatirkan masalah pembiayaan rumah sakit Ken" ucapnya dan menutup pintu rumahku

"Ck! Dasar orang tua sialan!" umpatku kesal, Ken yang sedari tadi diam pun membuka mulutnya dan mengeluarkan suaranya

"Maaf.. Maaf karena telah merepotkanmu.." ucapnya, ia dan aku hanya berbeda 3thn yang berarti ia sekarang menduduki bangku SMP kelas 1

"Hmm.. Apa boleh buat? Segera bersihkan dirimu dan aku akan membersihkan kamar paman yang akan menjadi kamarmu setelah ini." ucapku segera mengambil tas dan kopernya menuju kamar paman yang berada dilantai 2 dan berdekatan dengan kamarku

Akupun mulai membersihkan dan merapikan kamar tersebut. Walau sudah lama ditinggalkan, kamar ini masih memiliki hawa kehidupan paman bibiku dan kenangan2ku bersama paman bibi

Setelah selesai dengan pembersihan kamar, aku pun pergi kebawah untuk memasak makan malam. Disaat yang sama pula, Ken keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih berada dikepalanya

"Hari ini kau mau makan apa?" tanyaku sambil melihat2 isi lemari es mencari bahan masakan yang sesuai dengan selera Ken

"Apa saja yang kau hidangkan" balasnya lemas, sepertinya bulan ini ia belum melakukan control dan belum melakukan tranfusi darah

"Kau sudah melakukan control bulanan?" tanyaku sembari mengambil bahan dan menutup pintu lemari es

Iapun menggeleng tanda tidak dan membalas "Ayah begitu sibuk, sehingga tidak memperhatikanku sebulan ini.." balasnya sembari duduk dikursi dan menenggelamkan wajahnya pada tumpuan tangannya

"Aku akan menemanimu besok pagi dan aku akan meminta ijin pada guru sekolahku untuk merawatmu dirumah sakit." ujarku sambil memulai membuat nasi dan sup dengan ikan nuget buatan sendiri

"Em.. Aku rasa aku hanya jadi bebanmu Rise.." ucapnya

"Kau tidak perlu memikirkan itu, andai kita saudara satu ibu pasti aku sudah mendonorkan tulang punggungku untukmu." balasku dengan senyum paksa

"Hei.. Kau taukan? Oprasi itu tidak sepenuhnya berhasil. Memungkinkan untuk berhasil hanya 50/50 saja.." jelasnya menyerah

"Hm.. Setidaknya kau jangan menyerah dulu, kau tau? Minum obatmu dengan rutin karena obat tersebut berefek baik pada penyakitmu. Aku yakin, jika kau rajin meminum obat anjuran dokter pasti kau akan sembuh." ujarku menyemangatinya walau dengan nada datar

"Ahh.. Baiklah.. Dan terima kasih Rise.." ucapnya dengan mengangkat kepalanya dan tersenyum padaku, akupun membalas senyumannya dan melanjutkan aktifitasku

Skipp~

Setelah selesai dengan makan malam, aku pun pamit pergi bekerja disebuah minimarket yang buka selama 24jam. Ken pun setelah meminum obatnya ia tertidur dikamarnya dan aku membiarkannya.

Aku berjalan kaki menuju tempat kerjaku yang sudah kutekuni saat paman dan bibiku sudah tiada. Tidak memakan waktu yang lama aku sudah sampai diminimarket tempatku bekerja.

"Selamat datang Rise! Sekarang giliranmu yang menjaga okay!" ucap lelaki berambut hitam legam dengan iris mata yang sama dengan warna rambutnya iya bernama Itonio dan aku memanggilnya Toni

"Baiklah, aku akan mengganti pakaianku sebentar" ucapku dan berlalu pergi menuju ruang ganti

Setelah selesai mengganti pakaianku, aku pun bertukar dengan Toni. Ia pergi beritirahat dan aku yang menjaga minimarket, sesekali datang seorang pelanggan dan aku yang bertugas melayaninya

"Terima kasih sudah berbelanja disini" ucapku saat pelanggab tersebut sudah melenggang pergi dari minimarket

Akupun melihat jam tanganku, dengan segera aku membangunkan Toni dan mengatakan padanya bahwa aku harus pulang. Ia pun mengangguk dan kembali bekerja. Minimarket ini milik keluarganya jadi jangan tanya mengapa ia selalu sedia ditempat kerja.

Akupun mengganti pakaianku dan pergi pulang ke rumah untuk beristirahat.

-TBC

When I Meet You For The First TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang