Rumah menunjukan pukul 17:30 wib.
Ku buka pintu mobil Lalu ku tutup dgn kencang. Kos kaki yang bergeletak di lantai "uh bau sikilnya". Masuk tanpa mengucapkan salam dan salim.
Mama langsung memanggil ku. Di saat aku menaiki anak tangga baru 1.
"Widya?"Panggil mama.
"I-iya ma ada apa? Mama memanggilku?"tanyaku.
"Kalo sehabis pulang sekolah. Salim ke apa ke ucapkan salam ke, tidak nyelonong pergi ke atas!"Ketus mama marah.
"Iya maaf ma"Maafku.
Arga yang sibuk makan sembari memainkan ponselny. Arga menatapku hingga tertawa kecil saat ku sedang di omelin mamah.
Ya....aku juga bingung mengapa arga tidak seperti dulu?. Di jamannya kita saat kecil pemuda itu Ceria,Tertawa,banyak tingkah,konyol,sepanjang malam becerita.
Tapi semenjak ia Memasuki SMA tumbuh dewasa, Mengapa sifatnya tak seperti dulu yang banyak omong. sekarang jadi pendiam sok cool.
"Pergilah ke atas mandi, sholat, turun ke bawah makan".
"Iya mah".
***
Ku gugup saat ingin masuk ke kamar Arga. Becerita apakah pemuda itu masih ingat masa2 dulu?. Sepertinya bagiku tidak layak halnya lupa seketika.
Kan ku dengarkan suara2 yang tak sedap ku dengar. Di saat ku mendengar suara, tiba---.
"Sedang apa kamu di depan pintu kamar ku?"Tanyanya tegas.
"Ga-gak, ngapain juga aku di depan pintu kamar mu!"Ketusku balik.
"Menguping?".
"Gak gak gak!".
Memutar tubuhku ke belakang, ku berjalan cepat sehingga aku akan segera terjatuh, lengan ku di tarik oleh pemuda itu. Hingga menyentuh tubunya yg cool membuat jantung ku heartbeat.
Tatapan matanya. Tubuhnya berdekatan pikiran batinku aneh. "Jantung gua? Ja-jantung gua kok berdetak kencang"Batinku. "Gak gak ga-Mungkin!. Gua aja sama dia sepupuan msa gua jatuh cinta sama pria semacam dia! Ingat gua udj punya raka."Tatapnya malas.
Ku lepaskan pelukan dari tubuhnya. Berjalan menuju meja makan, Melihat pemuda itu makan sangat lapa tak ada berhenti hentinya.
Lalu ia terburu2 makan karna---. Pemuda yang berpamit pada mama sintya.
"Tan arga pamit pergi bentar ya?"Tanyanya sambil salim.
"Mau kemana kamu ga?".
"Main ke rumah temen bentar tan".
"Ya sudah hati-Hati".
Gas mobil arga terdengar kencang. Klakson nya yg berbunyi tin....tin...tin. keberangkatannya cukup jauh, Karna ia akan balapam mobil dengan temannya.
***
Setibanya ia sampai di tempat balapan mobil. Mobilnya berbaris urutan no 5.
Arga yang melihat temannya sambil membuka kaca mobil. "Liat aja nanti! Pasti lo akan kalah dari gua!"Batinnya terseyum licik.Balapan akan di mulai dalam hitungan ke 3 . "1,2,3,"....
"Arga arga arga......."Ucap temanya antusias memangil namanya.
Gocek gocek terus menancap gasnya sangat kencang. Sehingga bunyi tancapan itu terdengar seperti mobil sport. "Emang mobil sport ya ngaco"-Author.
Arga ysng melintasi batas ke cepatan maximun 300 Max. Snalpot terdengar sangat kencang Brm....Brm...
Kecepatan yang masih melaju serius.Setiba ia melintasi garis finish ternyata yang menang adalah......
"Argaaaaaaaa....".
Mobil yang berhenti rem yang pakam. Sehingga mobil yang ia kenakan berbalik miring.
Ia turun dari mobilnya. Tangan di dalam saku kantong yg berjalan dgn cool. Hingga membuat para wanita di sampingnya memandannya sangat terpesona.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend Is My Brother
Romance"Maaf ya ga, gue cuma mau lo sembuh, gue gk maksud ngomong begitu!. lagian lo juga sok jual mahal ngomong begitu ke gue di saat lo sakit!" Batinnya sedu. "Gue taau wid lo ngomong begitu ke gue biar lo menjauh lagi kan dari gue!..." Batin arga terasa...