Happy Reading :)
****
Kamu gak perlu takut, mereka juga sama makan nasi.
🍂🍂
Geby mengikuti langkah kaki cowok yang baru saja ditemuinya. Beberapa orang yang dilaluinya menatapnya dengan intens, membuat Geby membenarkan kaca matanya untuk menghilangkan sedikit kegugupannya.
Kepala Geby tertunduk untuk menghindari tatapan-tatapan intens dari orang-orang. Jantungnya berpacu begitu cepat karena tidak terbiasa ditatap seperti itu dengan jumlah yang tidak sedikit.
"Gino, aku takut ..." gumam Geby sambil meremas jari-jari tangannya.
Cowok di depannya berhenti berjalan lalu menunduk melihat Geby yang juga tertunduk.
"Ini kelasnya."
Geby mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis. "Makasih."
Cowok itu mengangguk. "Kamu gak perlu takut, mereka juga sama makan nasi."
Geby terdiam dan menatap bingung dengan apa yang dikatakan cowok itu, terlebih saat melihat cowok itu masuk ke dalam kelas yang ditunjukkan untuknya. Apa cowok itu satu kelas dengannya?
Bisa jadi.
Geby masuk ke dalam kelas barunya dengan ragu, semua murid di dalam tampak terlihat bingung melihat kedatangan Geby. Lagi-lagi Geby membenarkan kacamatanya untuk menghilangkan kegugupannya, ia melihat sekelilingnya dengan bingung. Ia bingung harus duduk di mana, dan semua orang justru menertawakannya.
Ketakutan Geby semakin bertambah saat melihat seorang guru perempuan masuk, sedangkan ia masih berdiri. Guru itu menatap bingung Geby lalu bertanya kenapa Geby hanya berdiri. Geby menjawab bahwa ia murid baru di sini, guru itu mengangguk dan mempersilahkan Geby untuk memperkenalkan diri.
"Perkenalkan, nama saya Geby Sharyl Cynthia. Saya murid pindahan dari SMA Trisakti."
Semua orang tampak berbisik, bahkan beberapa bisikan terdengar dan membuat Geby sedikit dipermalukan.
"Oh, ternyata ini Geby yang sering dibicaraain?"
"Katanya cantik, tapi buktinya apa?"
"Cantik sih, tapi cupu. Nyesel gue pernah mengagumi kecantikannya sebelum ini."
"Cupu!"
Geby menelan salivanya dengan susah payah, bahkan tangannya meremas rok abunya dengan kuat.
"Sudah-sudah, jangan banyak bicara. Geby, silahkan kamu duduk di kursi yang tersisa, ya."
"Ba ... baik, Bu."
Saat Geby akan melewati tempat duduk cowok tadi, seseorang dengan sengaja menghalangi jalannya hingga kaki Geby tersandung. Tubuh Geby terhuyung ke depan bersiap untuk terjatuh, namun cowok tadi justru menahan lengannya hingga Geby tertahan.
Geby melepaskan tangan cowok itu dan ia segera duduk di bangku tepat di belakang cowok tadi. Ia mengeluarkan buku juga peralatan tulisnya dari dalam tas untuk memulai pembelajaran. Geby menarik napasnya panjang dan mengembuskannya, ia harus bisa membuat dirinya nyaman di sekolah barunya. Ia harus bisa meyakinkan dirinya bahwa di sekolah barunya, ia akan tetap baik-baik saja.
"Anak-anak, karena ibu ada tugas mendadak, silahkan kerjakan tugas Matematika halaman 29 sepuluh soal. Minggu depan ibu periksa, jangan ribut dan kerjakan tugasnya."
"Baik, Bu ...."
Atau mungkin tidak?
Baik, apa yang akan terjadi sekarang? Tangan Geby tersimpan di bawah meja dengan jari-jarinya yang saling meremas saat guru tadi melangkahkan kakinya keluar dari kelas, sedangkan murid lain mulai mengalihkan pandangan sinis untuknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE CUPU [New Version - On Going]
Teen Fiction"Kalau kamu beneran serius sama aku, kamu mau, kan, pura-pura jadi cupu di sekolah baru kamu? Aku gak mau ada cowok yang tertarik sama kamu, aku takut kamu ninggalin aku." - Gino "Karena aku lakuin ini demi bukti keseriusanku sama seseorang yang tak...