Start
Jangan lupa vommentnya !
Gadis itu menenggelamkan kepalanya kebantal. Lalu secara perlahan terisak. Menaik turunkan bahunya dan melempar sembarang tasnya. Ingin rasanya marah pada sesosok bernama, Yerina Safira. Tapi ia harus tahan, ini bukan hanya tentang sebuah kemarahan. Ada penyesalanya didalamnya yang membuatnya harus benar-benar melupakan segalanya.
"Fanesa Auristelaaaa... Kakak nggak akan marah sama Yeri, kok. Tapi jangan paksa kakak untuk dekat sama dia ya"
Lalu kembali terisak dengan keras mengundang atensi Eunbi yang sedang berjalan melewati kamar Hyena.
2 tahun yang lalu, saat semuanya ada. Saat semuanya menjadi hal paling bahagia. Mama, papa, Eunbi, Hyena dan... Fanesa. Adik kecil mereka, berbeda 1 tahun dengan Hyena. Ingat, ketika Hyena berkata Chayani dan Yesina adalah penguat hati. Fanesa juga termasuk salah satunya. Tak ada yang bisa menjadi lebih dekat selain saudara dan keluarga.
Fanesa meninggal, setelah divonis kanker otak oleh dokter. Menjadi bahan olokan oleh temannya dan kakak kelas, yang membuatnya harus merenggang nyawa karena bunuh diri. Hyena merasa menjadi kakak paling bodoh, setelah ia tau semuanya. Tentang Bullyan dan Yerina, kakak kelas yang banyak membully Adiknya.
Jangan berpikir, Hyena dan Fanesa tak sedekat itu. Membuat Hyena tak tahu apa-apa sebelumnya. Ia sangat dekat, Fanesa tempat curhat pertama sebelum Chayani dan Yesina. Fanesa adalah sahabat, Fanesa adalah teman, Fanesa adalah saudara terbaik seumur hidup.
Fanesa terlalu baik untuk terlalu tersenyum saat ia menjadi paling sedih di sekolah. Hyena terlalu bodoh, menggagap Fanesa adalah orang paling bahagia setelah mendengar semua cerita buatan Fanesa. Cerita buatan yang membuat Hyena yakin, Fanesa baik-baik saja.
Gadis itu masih terisak, membuat Eunbi mengetuk pelan pintu Hyena dan memanggil. Tak ada jawaban dari kamar, membuat Eunbi semakin khawatir.
"Kakak pergi dulu.. Aku butuh sendiri" Eunbi terdiam dan memilih menunggu didepan pintu Hyena. Berusaha tak membuat keributan dan duduk di tempat itu. Ia juga khawatir.
Hyena tau, Eunbi masih diluar. Diapun melangkah maju menarik laci. Tempat sebuah surat tersimpan dengan baik setelah si penulis, benar-benar pergi menjauh. Surat yang membuat Hyena tau tentang semua hal yang terjadi. Hingga kini ia masih, enggan memberikan pada penerima kedua setelah dia.
"Kak, masuk ya. Aku mau bilang sesuatu, tapi kakak jangan marah" Eunbi tersenyum dan melenggang masuk ke kamar Hyena dan menutup pintu itu kembali.
"Mau bilang apa dek ? Cerita aja"
"Ka..kakkk haaa... Fanesa kak.. Ma--af aku baru bisa ngasih sekarang" tangisannya memecahkan keheningan. Membuat Eunbi membatu setelah nama adik terakhirnya disebut kembali. Setelah 2 tahun terakhir. Ia mengambil surat itu, secara pelan dam memulai membukanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
hi again ! | Yohan × Hyewon
RomanceRasa yang semestinya tak pernah ada. Lautan asmara yang harusnya menjadi indah. Tentang kehancuran yang membuatnya menjadi berbeda. Terimakasih karena pada akhirnya, ini menjadi cerita yang semestinya tak pernah dilupakan Dan Selamat datang di serib...