Liburan musim panas pun dimulai, ayah sudah memesankan tiket untuk pergi ke London hari ini juga. Tentu saja kami semua (dibaca:Rise,Cella,Ken,Nino,dan tentunya Destra) sudah bersiap2 dari 2 hari yang lalu.
Hanya saja... Ken selalu membuat kami semua menatapnya dengan tatapan face palm.
Seperti halnya sekarang ini...
"Tunggu semua!!" pekiknya saat didepan rumah
"Kenapa, Ken?" tanya Cella bingung sembari memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil paman
"Ada apa?" tanya Nino menatapnya
Aku pun hanya memandangnya dari dalam mobil
"Ada barang yang tertinggal didalam rumahh!!!" pekiknya sembari membuka kunci rumah dan berlari menuju ke dalam rumah
"Selalu saja seperti ini.." gumam ayah menghela nafas pasrah
"Paman mempunyai anak yang berbakat yah.." ujar Cella sembari membuka pintu mobil dan segera duduk dibelakang
"Maa~ berbakat membuat orang menunggunya" ucap Nino sembari merentangkan tangannya dan melipatnya di dada
"Begitulah.." jawab ayah dengan kekehan khasnya baru2 ini, aku pun hanya mendengarkan obrolan mereka sembari menunggu Ken
Tak lama Ken pun datang setelah menutup dan mengunci pintu rumah. Setelah itu ia berlari menuju mobil paman yang terparkirkan didepan rumah
"Apa yang kalian bicarakan??" tanya Ken sembari membuka pintu mobil dan duduk dimobil bagian tengah bersamaku, sedangkan Nino didepan dekat kursi pengemudi yang akan dikemudikan oleh ayah
Enak sekali Cella..
"Tidak ada~ hanya membicarakan sesuatu" jawab Nino dengan cengiran khasnya
"Heee~ beritau aku Nino!!" pekiknya karena penasaran
"Tidak akan~" jawab Nino yang sengaja membuat Ken kesal
"Maa~ jangan bertengkar okey! Ayo kita berangkat~!" ujar ayah dan mulai menyalakan mesin mobilnya setelah itu perjalanan menuju bandara
"Yattaaa!! Londonn!! I'm coming~!" pekik mereka bertiga
Sedangkan aku? Aku bahkan enggan mengeluarkan suaraku... Karena tenggorokanku yang sedikit sakit akibat makan masakan pedas yang dengan sengaja dibuat Ken semalam..
Semalam...
"Oit, Rise!" Panggil Ken saat didapur
Aku pun yang sedang berada diruang keluarga sembari membaca novel bersama Nino pun segera menghentikan acara membacaku dan menghampirinya
Ken pun menatapku dengan masakan yang dibawanya "Buatmu!" Ujarnya sembari memberikan omelet yang warnanya bisa dibilang tidak wajar
Aku pun menatapnya curiga dan ia hanya membalas "Makanlah! Ini enak kau tau?" Jawabnya
Dan aku pun yang tidak mau Ken sedih segera menerimanya dan memakannya walau sedikit curiga
Baru sesuap, sudah dapat kurasakan rasa pedas yang menjalar diarea mulutku
"Kau.. memasukkan bubuk ca-cabai..?" Ucapku terbata2 karena tenggorokanku yang mulai sakit
"Hiyaaaa! Nikmati tenggorokan sakitmu selama sehari Riseee!! Nyiahahahahahahaha" ujarnya sembari tertawa kencang dan aku pun memegang leherku yang sakit, kalian tau? Sangat menyakitkan
"Da-dasar" ujarku tak bisa berteriak
"Ninoooo!! Aku ikut membaca novel okayyy?!" Pekiknya segera berlari dari area dapur
"Ha? Oke" balas Nino menyetujuinya
"Untung.. kau adik sendiri" gumamku sembari tersenyum menahan sakit ditenggorokanku
Well, seperti itu lah ceritanya
Sampai bandara pun aku tidak berbicara sama sekali, jika ditanya aku hanya menjawab dengan anggukan atau gelengan. Nino yang sudah mengerti pun memberitahu Cella agar tidak mengajakku mengobrol selama sehari, dan tentu saja ia mengerti tetapi tetap mengajakku berbicara.
Sungguh aku berada diantara orang2 yang jail :)
Ayah pun hanya menatap keakrab an kami ber empat, ia sesekali pun menjawab pertanyaan yang Ken berikan ataupun Nino. Liburan musim panas yang menyenangkan dan menyakitkan. Menyenangkan karena bisa berkumpul seperti ini, menyakitkan karena ibu tidak ada diantara kami.
Skipp~
Sesampainya di London, kami segera pergi menuju apartemen ayah dulu untuk mengambil kunci rumah yang dengan sengaja disimpan diapartemen tersebut.
Semuanya tercengang melihat apartemen mewah milik ayah, kecuali aku yang tidak tertarik pada apapun.
"Ayah, sewaktu kami tinggal di Jepang ayah tinggal disini?" Tanya Ken saat duduk disofa apartemen bersama dengan Nino dan Cella
"Ah, iya begitulah" balas ayah sembari pergi ke kamar yang tersedia di apartemennya
"Kerennn sekalii!" Pekik Nino kagum dengan pemandangan kota yang dapat terlihat lewat balkon
Aku pun hanya memandanginya, tanpa berbicara
"Cella, kau lihat ini!" Panggil Nino pada Cella
"Kenapa, Nino?" Tanyanya dan segera menghampirinya
"Lihatlah pemandangan ini! Sungguh menakjubkan bukan?" Ujarnya sembari menunjuk2 pemandangan kota
"Heee~ kau benar Nino! Disini sangat menakjubkan!" Balasnya mengiyakan (Kalian ingat kan? Cella pernah tinggal di London beberapa tahun)
"Ken!" Panggil Nino lagi
"Waitt" ujarnya membalas panggilan Nino
"Kau belum pernah melihat pemandangan London dari balkon kan? Keren kau tau?!" Pekiknya semangat
"Ehhh! Benarkah?!" Tanyanya tak percaya dan berlari menuju balkon, aku yang melihatpun hanya berdoa agar ia tidak jatuh
"Uhm!" Balasnya
Lama melihat pemandangan, sampai langit menjelang sore pun tiba. Dan ayah baru keluar kamar sembari membawa koper besar.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya ayah sembari menutup pintu kamar
"Kami hanya melihat pemandangan, yah" balas Nino
"Huum!" Cella mengiyakan perkataan Nino
"Sungguh menakjubkan, yah!" Pekik Ken
Ayah pun dengan kekehannya membalas "Ada yang lebih bagus lho~" ujarnya dan aku pun mengerti apa yang dimaksud ayah
"Heee~ benarkah? Tunjukan pada kami ayah!!" Pekik Nino tak sabaran
"Nanti kalau sudah sampai okay~" balas ayah sembari berjalan pergi dengan kekehannya setelah menatap wajah kecewa dari Nino
"Ayo! Kita pergi!!" Pekik Ken dan Cella bersama, aku pun segera bangkit dari kursi yang tersedia dibalkon dan berjalan menuju pintu keluar apartemen ayah
TBC-

KAMU SEDANG MEMBACA
When I Meet You For The First Time
DiversosDecription From The Story's Of "When I Meet You For The First Time": Keseharianku selalu dimulai dengan membaca buku,berangkat sekolah,dan pembullyan tentang diriku... Entah apa yang membuatku betah diinjak-injak oleh mereka.. Bahkan.. Orang tuakupu...