Reece yang terkejud akan kehadiran beberapa orang tamu di rumahnya sontak kaget dan berlari lagi ke atas kamarnya, rasanya dia ingin buang mukanya ke tong sampah saja sekarang.
Mereka yang melihatnya tertawa karena ulah anak manusia itu, ya anggap saja hiburan di pagi hari wkwk.
"Itu tadi anak kamu ya?" Tiba tiba di tengah keheningan sesudah acara tertawanya mama ara pun bertanya
"Haha iya itu reece, anak tunggal saya"
"Oh dia cukup tampan ya" ucap mama ara
"Iya, seperti nya cocok dengan ara" timpal ibu reece
Ara yg mendengar nya sontak kaget dan bersemu, ya siapa yg ga malu si kalo di ledekin kayak gtu? Muka nya merah, kayak cabe kering:v
"Haha tante bisa aja" kata ara sambil mesem mesem
"Kamu mau kenalan sama reece? Sini tante kenalin" timpal mama reece lagi
"Hehe boleh tante" dasar gatau malu:(
"Yauda nanti siang tante pengen pergi, mau ikut ga mamanya ara?" Tiba tiba mama reece bertanya pada mamanya ara
"Pergi kemana?"
"Berbelanja, sekalian aku tunjukkan letak supermarket dan lain lainnya. Dan biarkan saja suami mu pergi dengan suamiku ke lapangan golf di depn komplek"
"Ah baiklah, kabari aku saat ingin pergi ya"
Mereka semua bertukar id line tak terkecuali ara yg juga ikut bertukar id line dengan 'calon' mertuanya (mengahayal saja)
Dan mereka pergi melanjutkan "halal bihalal dengan bule" dan akhirnya pulang ke rumah untuk membereskan koper dan lain lain.
Siang tiba dan mama papa ara pergi sesuai rencana mereka tadi, sisalah ara dan kakaknya di rumah.Dia bosan tak tau mau melakukan apa, akhirnya dia menonton YouTube untuk mengusir bosannya.
Sampai satu pesan mengusik ketenangan nya.
maggie
"ara kan? Ini tante maggie mama nya reece, kamu ke rumah aja, dia sendirian. Kamu tolong temenin dia ya di rumah, oke cantik?""Yes akhirnya punya kesempatan!" Seneng bgt dia ni kayaknya
Dan berakhirlah dengan ara di depan pintu rumah kediaman reece. Sempat bimbang antara di ketuk atau tidak, ketuk aja lah putusnya.
Akhirnya pintu itu di ketuk
/Toktok duarrr.g
Dan pintu nya terbuka, memperlihatkan seorang laki laki jangkung dengan gaya malas dan dinginnya di ambang pintu.
"Lu ngapain?" Kata laki laki itu
"Hai kak, ara di suruh sama mama nya kaka buat temenin kakak di rumah" kata ara dengan senyum konyol nya
"Ngapain di temenin dikira gaua bocil, ude sono balik"
"No no no, awas kak minggir ara mau masuk" ara berjalan menyingkirkan tangan reece yg bertengger di pintu, tak tau diri memang. Barbar
"Anjir ni anak"
"Hehe, ara duduk ya kak. Oke makasi"
"Ga gua ijinin"
"Tapi udh ara dudukin kak"
"Bangun jgn duduk disono"
"Trus duduk di mana kak? Di kasur? Yuk!"
"Pala lu lima, dah dah kalo mau disini jgn berisik gua mau mabar pubg di kamar."
"Ayo kak ke kamar! Ara ikut yaa"
"Ga, lu disini aja."
"Bodo ah ara ikut" putus ara dengan cepat dan mengekori reece di anak tangga
"Gausa ngikut gua bilang"
"Yauda ara ga ikut, cuma bareng kakak aja hehe"
"Anj, basing lu lah. Asal jgn ngerepotin gua."
"Oke kak!"
Akhirnya merka di kamar reece, reece duduk di kasurnya sambil bermain game di hp nya, sementara Ara yang sibuk melihat koleksi action figure yg terpampang di lemari kaca dekat meja belajar reece.
"Kak, ini yang ada di di ben 10 itu ya? Siapa si namanya? Algojo ya?"
"Mata lu, itu hulk namanya anjir"
"Ohh jadi yang di ben 10 itu hulk namanya"
"Mana ada di ben 10, itu di marvel astaga"
"Yauda si kak sama sama ijo juga"
"Diem gausa banyak tanya, nanti gua kalah"
"Oke" sahut ara sambil masih memperhatikan lemari kaca itu
Tak selang berapa lama ara kembali bertanya, ya dia memang tak bisa diam.
"Kak, nama kakak receh ya?"
"nama gua reece, bukan receh."
"Susah ah namanya, ara panggil nya receh aja ya heheh"
"Jgn ganti ganti nama gua"
"Ara ga ganti, ara kasih nama panggilan" ara ketawa memperlihatkan mata sipit khas asia nya, yg sempat membuat reece tidak fokus pada game nya saat sesekali melirik ke arah ara yg tertawa.
"Gaada, panggil gua reece."
"Yauda oke pak receh"
Udeh la gua diem aja, ni anak reseh bgt as*
Ucap reece dlm hatinya."Ka-" belum sempat melanjutkan kata katanya reece sudah menatap nya tajam.
"Heheh oke oke damai, ara diem kok"
Ara beranjak dari depan lemari kaca itu mendekat ke kasur reece dan duduk di karpet bawah kasur itu. Tangannya berada diatas kasur dan pandangannya menjurus ke arah reece yg masih berkutat dengan hp nya.
"Lu ngapain liatin gua?"
Hening tak ada jawaban.
"Heh gua nanya ke lu, di jawab kek."
"Ara kan gaboleh ngomong sama kakak, gimana si."
"Ya gua nanya, harus di jawab"
"Oke, selesai ara jawab"
"Argh dasar bocil reseh." Reece mulai kesal
"Hehehehehe kak receh juga ganteng kok, makasih ya pujiannya" timpal ara kembali menunjukkan raut polos setengah bodohnya.
"Bodo gua pgn tidur"
"Oke kakak tidur aja, ara juga mau tidur"
"Mau tdur dimana lu?"
"Ya di sini lah" ucap ara menepuk kasur nya, wah enteng sekali dia ya.
"Disini mata lu gundul gada sana pulang!"
"Nonono, kata tante maggie ara disuruh di sini sampai mereka pulang wlee."
"Yauda kalo mau disini, sana keluar."
Ara yang merasa di tolak berkali kali pun merasa sedikit tak enak karena sikapnya yg seperti itu, ya akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke bawah. Merusuh lagi tentu saja "yasudah, babay kak receh" ucapnya sebelum pergi keluar kamar itu.Reece diam saja, dia senang jika perusuh itu pergi. Dalam hatinya
Oke akhirnya ara sampai di bawah dan mulai mengelilingi rumah reece, melihat lihat apa saja yg ada di sana. Sampai suatu bunyi nyaring terdengar dari kamar reece.
PRANGG!
Tebak saja apa sumber dari bunyi itu
------------------
TbC?

KAMU SEDANG MEMBACA
KAKEL ; [Reece Bibby]✔️
Romance"kak receh, jgn lupa nanti pulang bareng aku ya!" -ara "ni bocah kenapesi sokap bgt, reseh." -reece