Mata pria itu membulat, dia pun menahan nafasnya ketakutan. Dia mencoba berbicara tapi, Sooyeon sudah lebih dulu mengikis jaraknya dengan mendekatkan wajahnya ke telinga pria itu.
"ketemu kau, dasar pria sok tampan!" Kata-katanya membuat pria tinggi itu menoleh pada gadis yang belum merubah posisinya tersebut. Sedangkan, Sooyeon pun sama. Ia ingin melihat ekspresi pria tersebut setelah perkataannya barusan.
Ketika Sooyeon menoleh, ia mendapati pria itu pun menoleh padanya. Sooyeon terkejut hingga ia kehilangan keseimbangannya. Gadis itu hampir saja terjatuh kalau bukan karena dua pasang tangan yang menangkap pinggangnya.
Pria itu melingkari tangannya di pinggang Sooyeon lalu menariknya. Itu membuat jarak mereka begitu dekat ... sangat dekat bahkan, hanya dalam beberapa inci lagi, hidung mereka bisa saling bersentuhan.
Pandangan mereka bertemu. Sooyeon membeku ketika manik hitamnya bertemu dengan mata pria itu. Ia meneguk salivannya yang tiba-tiba terasa kering.
Klasik. Tapi selalu berhasil membuat siapapun yang membacanya ataupun yang melihatnya, berfantasi liar.
Sooyeon gelagapan. Ia mencoba berbicara namun tidak mudah, ia bahkan sulit untuk bernafas. Sooyeon mengalihkan pandangannya ke segala arah, mencoba mencari kata yang tepat untuknya agar situasi ini bisa ia akhiri. Pandanganya kembali pada pemuda itu ketika hendak berbicara namun, satu kata pun tidak keluar dari mulutnya ketika nanarnya tidak sengaja menangkap bibir merah tebal milik pria itu.
Fokus Sooyeon teralihkan pada bibir pria itu. Ia begitu menatapnya intens hingga tak sadar, mulut Sooyeon sedikit terbuka. Sepertinya, gadis itu ingin melahap bibir tebal di depannya.
Panas menjalar ke seluruh DNA gadis itu. Ia seolah tersihir sesuatu karena pandangannya tidak beralih dari bibir pria itu. Bermacam imajinasi memasuki pikiran Sooyeon namun, alam bawah sadarnya dengan cepat menghapus imajinasi tersebut.
Jung In membuka mulutnya lebar, matanya melotot seperti mau keluar. ia menangkup pipinya yang terasa panas. Gadis itu tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan matanya. Adegan yang bernuansa romantis saat ini ... erotis maksudnya, membuat Jung In pun merasakan haus yang sama dengan Park Sooyeon.
Bagaimana tidak? Tangan kekar pria itu melingkar di pinggang Park Sooyeon. Sedangkan gadis itu, menaruh kedua telapak tangannya di dada bidang pria tampan tersebut. Tubuh mereka pun kini tidak berjarak, karena sudah saling menyentuh begitu rapat.
Dan tentunya, adegan tersebut membuat orang salah paham menilainya. Salah satunya adalah, seorang pria yang berdiri kaku tidak jauh dari sebelah kanan para pelaku adegan erotis tersebut.
Pria itu hanya berdiri tidak bergeming dengan sekotak susu pisang di tangannya. Mata kecilnya membulat, pergerakan tangan kirinya terhenti saat dia ingin meminum susu pisangnya.
Adegan tidak senonoh itu, berhasil membuat si pria bergigi kelinci melupakan susu pisangnya.
Pria susu pisang itu, mencoba mengabadikan adegan tersebut melalui kamera handphone yang ia genggam di tangan kanannya. Dia mencoba melakukannya walaupun tangannya bergetar kencang.
Dia baru pertamakali melihat hal yang seperti ini secara langsung. Apalagi, orang yang melakukannya adalah orang yang sangat dia hormati.
Menurutnya, dia belum cukup dewasa untuk melihat hal-hal seperti ini. Oleh karena itu dia sangat bingung sekarang. Si pria, pelaku adegan erotis itu sudah di anggapnya seperti kakak dan gurunya. Maka dari itu, dia berinisiatif untuk mengabadikan momen itu. Siapa tahu, dia membutuhkannya suatu saat. Untuk di pelajari.
"Haruskah aku mempelajari hal-hal seperti ini juga ?"
"Kau memanggil kami kemari, hanya untuk memamerkan ini, Hyung?" Suara itu berhasil membuat kedua pelaku adegan erotis itu, mengalihkan atensinya ke asal suara tersebut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sad Prince
FanfictionJinsang pria itu, dia datang membawa kembali kebahagiaan yang sempat pergi dari gadis yang ia cintai. Bahkan, Jin membuat si gadis kembali merasakan indahnya cinta. Tentu bukan dengan Jin Sang. Jinsang hanyalah pemeran ketiga di antara kedua pemer...