HAPPY READING 🖤
_________________________________________*
*
*Clara menghembuskan nafas lega. Akhirnya acara makan malam kelam yang penuh ketegangan telah usai.
Beberapa lembar euro, Edwardo letakkan di atas meja makan.
Pria kekar tersebut bangkit dan berjalan keluar diikuti oleh Clara yang setia mengekorinya. Ia berjalan terus mendahuluinya menuju parkiran mobil yang agak sepi.
Tak heran saat ini pukul 2 pagi, waktu dimana manusia normal tidur, akan tetapi tidak berlaku untuk mafia yang satu ini. Mafia itu mengajaknya kencan dini hari lantaran beralasan tidak punya waktu pada siang hari ataupun malam hari.
Edwardo membuka pintu mobil sport berwarna hitam metalik miliknya. Mobil inovasi terbaru dengan tingkat keamanan dan kecepatan brilliant, yang hanya ada beberapa saja di dunia.
Kendaraan mahal yang pastinya berharga miliaran. Begitu bokong Clara merasakan kursi empuk mobil sport itu, handphone pria tampan itu bergetar.
Melihat nama Alex yang tertera, Edwardo segera mengangkat panggilan teleponnya.
"Halo Sir. Jika makan malam anda sudah selesai, sebaiknya jangan naik mobil anda. Seseorang telah menyentuhnya."
Edwardo mengatup bibirnya kuat. Mendengarkan Alex melanjutkan kalimatnya dengan saksama. Tidak panik atau terkejut sama sekali. Percobaan pembunuhan semacam ini bukanlah hal baru untuknya.
"Sebagai gantinya, saya telah menyediakan motor merah anda. Kuncinya berada di sisi depan mobil anda, Sir."
"Sialan. Merepotkan sekali bajingan-bajingan itu. Cari dan habisi mereka."
Clara dibuat melongo mendengar titah sadis Edwardo kepada seseorang ditelepon. Dia luar biasa mengerikan.
"Siap Sir. Saya pasti akan menemukan dan menangkapnya."
"Baiklah. Kerja bagus." Apresiasi sang mafia puas dengan kerja keras Alex yang senantiasa melindunginya dari orang-orang bodoh di luar sana.
Pria berkuasa yang memiliki kekuatan seperti Edwardo tidaklah bekerja sendirian. Ia memiliki banyak sekali anak buah.
Alex adalah tangan kanannya. Ia beruntung mendapatkan kepercayaan untuk menyingkirkan orang-orang tidak berguna yang menghalangi dan mengganggu jalan Edwardo.
Edwardo memasukkan smartphone hitam ke saku jasnya.
"Turun," suruh Edward kepada gadis cantik di sebelahnya. Pria tampan itu membuka seatbelt miliknya, lalu beranjak turun dari mobil.
Clara menengok ke kanan dan ke kiri seperti orang linglung. "Huh? Ke ... Kenapa?" tanya Clara bingung beranjak dari dalam mobil.
Tidak menghiraukannya, pria itu mengambil sesuatu di depan mobilnya dan berjalan dengan angkuh ke arah parkiran motor yang berada tak terlalu jauh.
Di sana Edward langsung menemukan dimana motor besar merah miliknya terparkir.
Pria itu memakai satu-satunya helm yang tersedia sebelum menaiki motornya.
Mata tajam Edwardo menilai penampilan calon istrinya yang lumayan terbuka. Dress hitam selutut yang membalut tubuh mungilnya membuat kulit putih pucatnya terlihat kontras. Cukup menarik perhatian.
Ia tak mungkin meninggalkan gadis pirang itu sendirian. Di tengah liarnya kehidupan warga Italia, wanita sepertinya akan menjadi sasaran empuk korban penculikan, pemerkosaan dan lebih parahnya penjualan organ.
"Selain celana dalammu, kau memakai celana pendek lain, kan?" tanya Edwardo memasang tampang tidak berdosa. Ia tak merasa ada yang salah dengan pertanyaannya yang terdengar sensitif.
Mendapat pertanyaan yang sangat vulgar, sontak Clara merapatkan bawahan dress hitam yang ia pakai dengan kedua tangannya. Melindungi aset berhaga miliknya yang belum tersentuh siapapun.
"Apa maksudmu Ed? Tentu saja aku memakainya." Gumam Clara. Pikirannya menggerutuki sikap Edwardo yang sangat tidak sopan. Ia masih tak percaya jika pria tanpa tata krama itu akan menjadi suaminya.
TBC
*
*
*^●^
Anyeong guys.
Jika kalian suka dengan cerita ini mohon di Vote dan Comment.
Bagaimana jika tidak suka?
Tentu saja silakan comment dam vote juga.See u next part!!!❤❤
Ciao!
Xoxo

KAMU SEDANG MEMBACA
The Mafia's False Wife (Pindah To Dreame)
RomanceEdwardo Asenssio. Seorang mafia kejam yang sangat berkuasa di Italia. Ia diharuskan menikah dengan Clara Angelina Miller, seorang anak tunggal yang berasal dari mantan keluarga konglomerat. Tanpa mengetahui fakta yang sesungguhnya, Edwardo tidak pe...