Gemma adalah seorang siswa baru di sekolah itu, sekolah favorit dan terkenal, tak ayal banyak anak-anak dari berbagai macam kalangan sekolah disana. Gemma yang note bone nya berasal dari keluarga biasa saja, masuk ke sekolah itu bermodalkan kepintar...
"Semua gara-gara geng Coker ini, kita semua kena hukum." gerutu siswa lain.
Gemma dan Leo hanya fokus kepada hukuman yang di berikan oleh Mrs. Tatiana. Setelah beberapa jam berlangsung, akhirnya jam pelajaran sekolah pun selesai. Semua murid kembali kekelas dan meninggalkan sekolah. Mereka semua kembali kerumah mereka masing-masing. Leo dan Gemma berjalan bersamaan, Gemma sampai dimana ia memarkirkan sepedanya. Tetapi ia tidak melihat sepedanya disana.
"Leo, sepeda ku gak ada." ujar Gemma.
"Kamu parkir dimana tadi?" tanya Leo.
"Biasa aku parkir disini, tapi..." Gemma tidak melanjutkan kata-katanya, lalu ia melanjutkan. "Kamu balik duluan aja, kamu ada privat Bahasa Inggris kan?"
"Tapi beneran gak apa-apa, kalau kamu aku tinggal?" tanya Leo. Gemma mengangguk, kemudian Leo pergi meninggalkan Gemma dengan hati yang sedikit berat meninggalkan sahabatnya itu.
"Ge... Kamu beneran gak apa-apa?" tanya Leo sekali lagi.
"Ya ampun, aku kira kamu sudah pergi. Iya beneran aku gak apa-apa. Udah sana, abangmu sudah nungguin tu." ujar Gemma.
"Oke, bye..." balas Leo singkat. Entah apa yang ada di benak Leo, antara sahabat, saudara, adik, atau bahkan lebih.
Leo mengelus dadanya sendiri, dan masuk kedalam mobil, saat Leo dekat dengan Gemma, jantungnya pun berdegub kencang.
🍒🍒🍒
Gemma melanjutkan mencari sepedanya, saat ia mendongak ke atas pohon, ia melihat keatas sepedanya sudah tergantung di atas pohon. Ban sepeda sudah terlepas dari rangkanya, semuanya sudah rusak dan hancur. Air mata Gemma menetes, sakit hati ingin berteriak dan menangis sejadi-jadinya tetapi dia sadar tidak akan bisa mengembalikan keadaan. Sepeda itu adalah satu-satunya kendaraan yang Gemma punya, sekarang sudah hancur dan rusak, Tiba-tiba bahunya di sentuh seseorang.
Gemma terdiam, takut kalau itu adalah geng Coker yang suka membullynya. Orang itu berputar dan berjongkok dihadapan Gemma. Kemudian mengangkat dagu Gemma, sampai mendongak dan wajah mereka bertemu. Pemuda itu menghapus air mata Gemma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bangunlah, aku akan mengantarkan mu pulang. Jangan menangis," seru pemuda yang usianya hanya beda satu tahun.
"K-kakak s-siapa?" tanya Gemma.
"Perkenalkan, nama ku Andreas. Anak baru disini, sudah tiga bulan. Hanya saja sempat libur karena beberapa alasan." sahut Andreas. Gemma menatap sendu pemuda di hadapannya itu.
Gemma bangkit dari sana, Kemudian Gemma menghapus air matanya sambil menyebutkan namanya. "Aku Gemma, tapi apakah tidak akan merepotkan kakak?"
Andreas tersenyum sambil berbicara. "Tidak apa-apa kok, ayo..."
Gemma dan Andreas pergi meninggalkan sekolah, Tetapi, dari kejauhan, sepasang mata melihat dan mengintai mereka. Dengan kesal pria yang mengintai mereka berdua memukul jok mobil nya.