Suara musik mengalun dengan sangat merdu memenuhi ruangan yang hanya terdiri dari dua orang.
(Video hanya gambaran musik yang sedang dimainkan)
"Dit lo pulang kapan? Udah sore nih" Ucap seorang laki-laki yang berada di belakangnyaTak ada jawaban dari lawan bicara dia hanya memainkan piano tidak seperti biasanya, mungkin dia sedang kesal.
Sudah beberapa dia memanggil temannya itu namun tak ada hasil.
"Yaudah gue pulang duluan" Kesal juga akhirnya karena tidak ada jawaban dari lawan bicaranya itu.
Piano yang sedang di mainkan terhenti tiba-tiba diakhiri suara yang nyaring oleh pemainnya yaitu Raditya Mahardika namun orang suka memanggilnya Adit.
"Anjir kaget gue, lo kenapa sih?"
"Sekarang, ayo pulang gue nggak bawa motor" Membawa tas dan meninggalkan orang yang dari tadi mengajaknya bicara. Dia adalah temannya sendiri yang bernama Rangga Ferdian.
"Giliran mau ditinggalin nyaut, asu" Rangga misuh-misuh.
"Telinga gue gak budeg"
"Siapa yang bilang telinga lo budeg?"
"Nggak ada yang bilang"
"Anjir lo"
Raditya tidak mempedulikan lagi ucapan yang dikatakan Rangga tadi juga dia tidak mengerti kalau dulanjutkan kapan akan selesai?
Setelah sampai di parkiran mereka langsung saja menaiki motor Rangga.
"Tumben lo gak bawa motor?" Tanya Rangga heran
"Gue dianterin bokap jadi nggak bawa motor"
Tidak ada pembicaraan lagi setelah itu, Rangga tidak terlalu ingin tahu urusan pribadi Adit karena itu terlalu mengusik urusan pribadi.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Adit, memang jarak sekolah dan rumah Adit tidak terlalu jauh hanya membutuhkan beberapa menit saja.
"Makasih tumpangannya, gue masuk dulu"
"Gak suruh gue masuk dulu? Jahat lo sama temen sendiri"
"Kapan-kapan aja lah gue lagi pusing" Adit langsung masuk begitu saja ke dalam gerbang rumah
"Untung teman kalau bukan..."
"Kalau bukan apa? Pulang lo sana"
Ucapan Rangga terpotong begitu saja ternyata ucapannya masih terdengar Adit
"Nggak ada baiknya lo sama temen sendiri, iya gue pulang bye"
Dengan segera Rangga melajukan kembali motornya dan pergi meninggalkan pekarangan rumah Adit.
Hari sudah petang hampir malam, rumah masih gelap apakah kedua orangtuanya tidak ada di rumah?
Adit membuka pintu rumah dan memang gelap, adit mencari sakelar lampu agar terang namun keadaan rumah sangatlah kacau sepertinya pertengkaran telah terjadi. Terus dimana sekarang orangtuanya berada? Bahkan tidak ada yang mengabari Adit di antara keduanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Millions Of Dreams
Teen Fiction"Aku tidak menyukai warna kuning" Ucap seorang gadis yang berada dihadapannya, bagaikan tak ada angin tak ada petir dirinya langsung mengatakan hal tersebut. "Kenapa? Bukannya warna kuning cerah, cocok bagi seorang perempuan" Tanya laki-laki itu he...