Love Of A Killer: 13

11.2K 1.1K 138
                                    

Pagi telah menjelma, Gemma dan Xiao Yen sudah kembali ke rumah masing-masing. Gemma melihat Gevin pergi membawa barang-barangnya keluar dari rumah itu lalu pergi meninggalkan rumah. Saat Gevin pergi, Gemma sengaja tidak menunjukan wajahnya. Setelah jauh Gemma baru masuk ke rumahnya itu.

"Gemma, kanu sudah kembali? Dari mana saja kamu semalaman gak pulang?" ujar Thom yang menanyakan tanpa jeda sedikit pun.

"Maaf kak, aku harus pergi kesuatu tempat sehabis melalukan aksi itu." balas Gemma dengan datar.

"Ada apa dengan hubungan kalian? Kalian sedang ada masalah?" tanya Brian.

Gemma hanya mengangguk, kemudian menjawabnya. "Dia seorang bajingan, dari awal aku sudah tidak yakin, makanya aku hanya biasa saja."

"Kalau biasa saja apa yang kami lihat di kamar kemarin, itu?" ujar Aqyun.

"Kami tidak melakukan apapun, dia hanya menyentuh luka ku, jadi aku menjerit." jawab Gemma santai.

"Ya sudahlah, dia emang brengsek, kalau begitu masuk dan sarapanlah dulu." ujar Thom.

Mereka semua masuk ke dalam rumah, dan menuju kemeja makan. Setelah selesai sarapan Gemma langsung menuju kamarnya. Dia langsung menuju kekamar mandi, Gemma membuka bajunya dan langsung menceburkan dirinya di Bethup. Gemma melamun, dan matanya menerawang langit-langit kamar mandi yang di hiasi ornamen buatan nya sendiri. Gemma tiba-tiba teringat pria yang ada di rumah sakit jiwa itu, buru-buru Gemma langsung menyudahi aktivitas mandinya. Kemudian berpakaian dan langsung pergi menuju kerumah sakit itu.

Gemma hanya mengirim pesan kepada kakak-kakaknya kalau ia pergi keluar karena ada urusan. Karena mau berpamitan langsung, mereka sedang tidak ada dirumah. Setelah beberapa menit Gemma pun sampai di rumah sakit jiwa itu. Gemma terus menelusuri koridor, terlihat semua orang-orang yang gila sedang bermain di sepanjang koridor. Gemma terus berjalan, sampai Gemma hampir di serang oleh salah satu orang gila di rumah sakit itu. Tetapi pria yang memegang photo Gemma langsung mendorong Gemma terjatuh ke lantai. Lalu terjangan dari orang gilla itu mengenai pria gila yang menolong Gemma. Perawat, security, dan dokter datang untuk menolong. Jika terlambat sedikit saja, pria yang menolong Gemma mungkin bisa mati.

"Anda tidak apa-apa?" tanya Seorang dokter kepada Gemma.

"Saya tidak apa-apa, tetapi dia?" Gemma sedikit khawatir.

"Kami akan menanganinya. Maafkan kami, orang ini memang suka menyerang siapa saja yang ia lihat," ujar salah seorang perawat.

"Kami juga akan merawat luka anda, mari ikut kami." ujar perawat lainnya.

Gemma pun ikut ke ruangan perawatan, perawat yang satunya merawat luka Gemma yang tidak seberapa di banding pria yang menolongnya, Pria itu pingsan. Para perawat sudah selesai merawat luka Gemma dan pria itu, lalu pergi meninggalkan Gemma.

"Tuan, apakah anda masih ingin disini menunggu tuan ini?" tanya perawat itu.

"Iya, saya kesini ingin menjenguknya." sahut Gemma.

Perawat itu mengangguk kemudian meninggalkan ruangan. Gemma mendekat kearah tempat tidur, merapikan selimut dan mengusap air mata yang mengalir dari mata pria itu. Gemma melihat di tangan pria yang terpaut dua tahun dengannya. Di tangan pria itu masih ada photo Gemma. Gemma mengambil photo itu, di belakang photo itu tertulis sebuah kata-kata.

'Maafkan aku, yang sudah menyakitimu karena terbakar api cemburu. Aku menyukaimu tetapi hanya bisa diam seribu bahasa karena gengsi ku. Maafkan aku,'

Gemma membacanya dalam hati, kemudian pria itu membuka matanya. Melihat Gemma duduk di samping tempat tidurnya, posisi Gemma duduk di lantai sambil melihat photo itu. Pria itu menyentuh bahu Gemma.

BL- Love Of A Killer (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang