---Walaupun ini bukan posisi yang benar untuk tidur, tapi aku berusaha untuk tidur, tapi juga berjuang untuk melawan rasa kantuk secara bersamaan. Sungguh waktu-waktu yang sangat singkat, dari malam ke pagi hari.
"Quasar... Quasar...?"
Bahkan teman di sebelahku terus memanggil namaku. Aku tahu ini tidak baik untuk tidur di saat pelajaran berlangsung, tapi beda hal kalau dia yang sedang menjadi guru di kelas ini.
"Jadi itu adalah peraturan baru yang harus kalian harus pahami di sekolah ini. Ada yang perlu ditanyakan seputar hal ini, anak-anak?"
Bahkan dia terlihat sangat bersemangat walaupun malam tadi kami berdua dalam misi yang sama. Rennis sangat berbakat menjadi guru, ditambah dia sangat hebat dalam misi. Aku berpikir cara dia beristirahat dengan cukup, menjadi seorang guru sekaligus agen rahasia.
---Aku merasa tidak enak karena telah tidur di waktunya. Tapi karena dia tahu kalau aku sudah menjalankan misi di malam hari selama berturut-turut tanpa henti, Rennis pasti tahu keadaanku.
Hari pertama sekolah, semua murid baru di kelas ini diintruksi untuk memasuki kelas yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Seharusnya kemarin sudah diberi seragam sekolah ini, tapi ada beberapa perubahan dan seragam dengan desain baru akan diberikan pada sore hari ini. Maka dari itu, pakaian yang kami kenakan masih pakaian yang kami punya.
Ini bukan keajaiban, aku, Eredor, Zello, Lui, Ruflya, bahkan Ein dan Rena ada di dalam kelas yang sama. Bukan hanya itu, kedua saudara Elf, Lummy dan Lammy, juga bangsawan rendah hati, Geffrin berada di kelas yang sama juga. Dan yang paling membuatku tidak aneh lagi adalah Rennis yang menjadi wali kelas di sini.
Aku sudah tahu orang yang melakukan dibalik semua ini. Yah.... siapa lagi kalau bukan Xerka, dengan dukungan anaknya yang bernama Ein dan juga kekuatan kerajaan milik Rena, lalu kemauan Rennis yang ingin menjadi wali kelas agar semakin mengenal anak dari Arcaea.
Pada akhirnya, aku sudah biasa dengan situasi kejutan ini karena aku sudah banyak menyaksikan kejutan tak terduga sebelumnya. Maka dari itu, aku sudah terbiasa terkejut dengan kejutan tak terduga ini, sehingga membuatku tidak terkejut sama sekali, tapi di saat bersamaan aku juga sangat terkejut akan diriku sendiri yang telah menyadari kejutan ini walaupun aku tidak tahu kejutan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa jangan-jangan aku juga telah terkejut dengan perkataanku ini tanpa ku sadari!?
What the hell..... apa yang telah aku pikirkan...?
Ngomong-ngomong, kelas yang kami pakai, seluruh kelas yang ada di sekolah ini bentuknya menurun, urutan meja paling belakang adalah yang tertinggi, dan semakin menurun ke depan. Ruangan kelas ini seperti beberapa sekolah dan kampus gaya barat. Bisa juga seperti tempat duduk di panggung pertunjukkan Teater pada umumnya. Kalau masih belum dapat refesensi juga, bentuknya seperti bioskop.
Aku, Eredor, Zello, dan Geffrin berada paling depan posisi tengah, paling terlihat jelas dari meja belakang. Aku berada di posisi tengah, di sisi kananku menghadap ke papan tulis ada Eredor sementara di sisi kiri ada Zello lalu Geffrin.
Sementara itu, barisan para perempuan istimewa berada tepat di meja belakang dari kami, siapa lagi kalau bukan Lui, Ein, Rena, dan Ruflya, berurutan dari sisi kanan ke kiri. Lalu kedua bersaudara Elf berada di meja sisi kiri, tepatnya meja yang bersebelahan dengan Eredor.
Satu mejanya bisa diisi setidaknya empat orang, dan setiap harinya bisa bebas memilih mana saja meja yang ada. Tetapi hari ini kami sampai di kelas terlalu pagi lalu keinginan Eredor dan Zello berada di meja paling depan, jadinya aku ikut di meja paling depan.
Sejujurnya, aku lebih memilih meja di posisi paling belakang, atau setidaknya pertengahan, karena saat ini rasa lelahku sangat luar biasa hebat. Dengan ini, aku menjadi sorotan perhatian beberapa pelajar lain di kelas ini, ditambah posisi yang sangat mencolok dengan namaku yang sudah dikenal luas.

KAMU SEDANG MEMBACA
[PRE-PUBLISHED] « Re;Advanced Fantasy » Vol.3: Knight's Rondo
Fantasy💠ONGOING💠SLOW UPDATE💠 Sudah menjadi budaya turun menurun, keturunan dari keluarga Coragonel dikenal dengan seni bela diri yang sangat disegani. Seni pedangnya sangat mengagumkan, bela diri dengan tangan kosong yang sungguh kuat, bahkan tekniknya...