Sebuah ujian dalam hati yang butuh kesabaran dan akan berbuah pada waktunya.
SM, 30 Oktober 2019
Pulang kerja Lala istirahat di kamarnya sambil memegang ponsel yang dari tadi bunyi saat di jalan.
081790xxxxxx
Save, Saga!!
Yak kali kagak di read, mana nih penghuninya?😑
Please dong jangan kacangin dan jangan juga kagak di save nomor gue
Astaghfirulla hal azim. Udah deh nyerah.
Btw, nggak usah kaget sama sikap gue yang tukang ngerusuh ini yah!!!
Astaghfirullah Lala anak pintar!!!!😣😒 K mana sih?
"Ternyata nomor Saga yang berisik dari tadi."
Lala tertawa kecil melihat beberapa pesan yang dikirim Saga.
Iya Lala save
Orang pintar mah beda, ngirit amat balesnya?! Kagak rugi tauk
Lalu?
Chattingan mereka sampai larut malam. Tak disangka mereka berteman akrab.
Pagi ini di sekolah, Lala meletakkan tasnya lalu pergi untuk piket kantor.
"Permisi, lo piket?" Tanya Fahri yang pagi-pagi sudah duduk di meja piket, sungguh ketua osis yang rajin.
Lala mengangguk. "Iya kenapa."
"Kalo udah, bantuin gue ngisi ini yah!" Pintanya pada Lala untuk membantunya mengisi jurnal kegiatan tahunan yang akan segera dilaksanakan.
Lala mengangguk dan kembali menyelesaikan menyapunya.
"Lala bantu apa?" Tanyanya yang selesai menyapu dan duduk di depan Fahri.
"Ini lo periksa data-datanya kalau ada yang nggak ada bilang sama gue!" Ia memberikan map yang berisi beberapa kertas.
Setelah selesai membantu Fahri, Lala bergegas ke kelas karena sebentar lagi bel akan berbunyi.
Loh ada apa di kelas rame banget? Tanya Lala dalam hatinya.
Suasana kelas sangat ribut dan mengumpul.
"Ada apa, Ta?""Itu laptopnya si Anggi hilang. Bu Yuni sama ketua kelas lagi menggeledah tas anak kelas."
Lala mendekat saat giliran tasnya di periksa.
Semua pasang mata terlihat terkejut melihat laptop Anggi berada di tas Lala, bukan hanya murid tapi juga Yuni yang tidak menyangka."Lala, ikut Ibu!" Gertak Yuni.
"Dasar pencuri lo! Kalau nggak mampu nggak usah nyuri woy!!" Olok Anggi yang kesal.
"Nggi, Lala nggak nyuri laptop kamu!" Ucap Lala menyakinkan Anggi. Rasanya ingin menangis Lala dengan masalah ini.
"Mana ada maling ngaku, Nggi!!" Timpal Kiya tak disangka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Evolusi Waktu (Complete)
Cerita PendekKehidupan seorang Raqila bagaikan teka-teki yang sulit ditebak dan selalu berjalan bagaikan waktu. Kepercayaan, rasa empati semuanya dirampas dengan berjalannya waktu. Dari waktu ia sadar, arti kehidupan dan sahabat yang sebenarnya, dari waktu ia pa...