omdat je op me wacht

121 11 5
                                    


Batavia,21 Feb 1939

Tahun ini menjadi tahun yang juga sangat spesial bagi sebuah keluarga yang tinggal di kota Batavia,sudah lama mereka menantikan kehadiran anak kedua dikeluarganya,dimana pada 5 tahun lalu anak pertama mereka adalah seorang perempuan.

Hari ini akan terlahir seorang bayi laki-laki dari pasangan suami istri yang pria berasal dari pribumi(Manado)dan sang wanita londo(prancis).

Wajah mereka tak henti-hentinya tersenyum dari sejak masuk kedalam ruang bersalin rumah sakit CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis).

Begitu juga sang kakak yang sangat ingin melihat adiknya yang sudah di tunggunya sejak berapa bulan lalu,sekarang Mitzi Farre sudah berumur 6 tahun tapi keliatannya dia sudah tahu kalau dia akan mempunyai seorang adik.

Setelah mereka masuk beberapa perawat pun masuk kedalam ruangan bersalin,juga tak beberapa menit kemudian dokter wanita dengan rambut disangul tahun 1940 berwarna coklat yang akan menangani kelahiran pun masuk kedalam ruangan bersama asistennya,dokter pun bertanya kepada sang pria.

"hoe meneer Tendean ... zijn jij en je vrouw klaar om dit geboorteproces te volgen?" tuan tendean pun menatap lekat wajah sang istri yang mengiyakan untuk segera memulai proses persalinan.

"Ok,We beginnen!"dengan mantap tuan Tendean lansung menyetujuinya.

                        *~x~o~x~*

Sekitar 8 jam kemudian pun akhirnya terdengar suara eranga tangis bayi yang mereka tunggu.

"Oewek..oewek...owek..ehmm...oewek....owee..."suara itu pun membuat rasa lelah,
senang,dan haru pun bercampur menjadi satu.membuat ruang inap itu pun menjadi sangat di penuhi rasa suka cita.

Paras Bayi laki-laki itu sudah nampak rupawan sejak dia baru lahir,paras percampuran antara londo(prancis) dan pribumi(manado) yang membuatnya sangat menarik.

Tak lama dari itu sang ayah pun memberikan nama pada sang putranya,yang sudah di siapkannya jauh-jauh hari sebelum sang putra lahir, yang akan di panggil "Pierre...Pierre andreas Tendean"itu yang dikatakan sang ayah sewaktu mengendong putranya, nama itu di dapatnya setelah berdiskusi dengan sang istri,nama Pierre diambil dari papa dari sang ibu Cornell M.E,dan nama Andreas,diambil dari nama papa dari sang ayah A.L Tendean.

Setelah proses kelahiran berakhir tak lama dari hari itu,mereka pun akhirnya pulang kerumah dengan membawa si kecil pierre yang masih baru lahir.

Satu hari setelah pierre kecil lahir, papanya pun dipindah ke Tasikmalaya.kepidahan papanya ini di karenakan ada panggilan tugas dari salah satu rumah sakit yang ada di sana,sebagai seorang dokter psikiatris.

papanya mau tak mau harus membawa keluarganya ikut bersamanya,dalam kondisi pierre yang masih sangat kecil,mereka pun pagi itu bersiap-siap.

"schat kom op ... het wordt al laat!"ucap tuan Tendean yang sudah selesai menyiapkan semua barang yang akan di bawa.

"ja wacht even ... Ik geef pierre melk..."jawaban nyoya tendean dari kamar sebelah

Mereka pun selesai membereskan barang-barang yang akan di bawa,akhirnya mereka berangkat pergi ke Tasikmalaya.

Tasikmalaya, 19 Nov 1940

Saat ini pierre kecil sudah hampir memasuki usia yang ke 1 tahun,dia nampak semakin tampan di usianya yang masih sangat kecil.

Di bulan ini pierre kecil masih berusia 9 bulan lebih seminggu,kakaknya mitzi sangat senang bisa mengasuh adiknya yang masih kecil ini.

Mitzi nampak berlari mengambilkan mainan pierre yang senang di lemparnya,mereka bermain sampai lupa waktu makan siang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 14, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My love It Is YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang