Love you Depears...
"coba telpon" kata jefri
Worra mengambil ponselnya disaku celana dan mencari kontak anaknya maudy dan menekan tombol panggil
Tuut... Tuut...
"menyambung" kata worra
"hallo ma..." suara disebrang sana
Worra kaget, karena suara maudy tidak biasanya sepertinya ia habis menangis
"maudy kamu kenapa?" tanya worra
"maafin maudy ma, maudy cuma ingin tenang dan nggak mau semuanya ngerepotin maudy. Maudy sayang mama, papa dan bunda dewi
Tut.. Tut
Telpon tiba tiba terputus, worra kembali menelponkan maudy tetapi nihil, ponselnya langsung tidak aktif, worra segera mematikan panggilan tersebut dan ia menatap jefri dan dewi panik
"kenapa?" tanya dewi
"maudy bilang dia ingin tenang dan nggak mau ngerepotin kita semua" jawab worra
"ya sudah sekarang kita cepat cepat pergi kesekolahan maudy" kata dewi
Jefri beranjak dari tempatnya mengambil jas dan menyiapkan mobil begitu juga dengan worra membantu dewi menuju mobil karena masih 9 bulanan
Sudah didalam mobil semua, jefri yang menyetir sedangkan worra dan dewi duduk dikursi penumpang
Drrt.. Drrttt
Getaran ponsel, worra yang merasa ada getaran disaku celananya. Ia mengambil ponselnya dan melihat layar nama panggilan tersebut
"fani" gumam worra
Dengan cepat ia menggeser ikon panggilan
"ha-halo ta-tante hiks hiks" nangis fani tersedu sedu sehingga tidak bisa berkata kata
"fani kenapa kamu nak, ada apa?" tanya worra mengerutkan keningnya
"ma-maudy tan-tante hiks hiks"
"maudy kenapa?"
Worra menatap dewi begitu juga dengannya dan jefri sibuk dengan fokus jalan raya dan juga menguping pembincaraan
"...."
Rasanya dada Worra diremuk hancur sehingga menjadi abu, ponsel yang ia tautkan ditelinganya tiba tiba terjatuh. Air mata lolos membasahi pipi sang ibu
Dewi menatapnya panik, khawatir "worra kenapa?" tanya dewi
"hiks hiks hiks" nangis worra sekencang kencangnya
"jef jefri. Cepat, cepat kerumah sakit SEKARANG!" teriak worra dengan keadaan menangis drngan cepat jefri menginjak gas
"worra ada apa? Kenapa dengan maudy?" tanya dewi sangat panik
"lalu bagaimana dengan maudy?" tanya jefri
"maudy ada dirumah sakit dekat sekolahnya cepat kesana" kata worra
Worra masih saja menangis dan ia tidak tau harus mengatakan apa lagi, dewi menarik kepala worra pelan kedadanya. Untuk menangis sepuasnya dipelukannya, worra membalas pelukan dewi dan menambah jadi tangisannya membuat baju dewi basah
Dewi bisa merasakan worra sangat sangat sedih tetapi ia tidak tau masalahnya apa dan kenapa? Dan soal yang diberi tau fani ia tidak mendengarnya karena suaranya terlalu kecil
Sampai dirumah sakit dekat sekolahan maudy. Worra dengan segera turun dan meninggalkan dewi dan jefri. Worra berlarian menuju meja pemberitahuan
"apa ad-ada na-nama maudy" tanya worra masih menangis

KAMU SEDANG MEMBACA
DEPRESI [Maudy]✔
Roman pour AdolescentsMaudy Alincia anak cantik, yang ceria, dan ramah kepada semua orang, kecuali kepada marvel. mereka sering sekali berantem dikelas, walaupun yang mulai itu Maudy, Marvel tetap dingin menghadapi anak itu disaat kedua orangtuanya berpisah, sikap maudy...