01. #', Secret Admirer

5.7K 280 14
                                    

Italic : Flashback
Pair : Junghope



Jung Hoseok, laki laki berparas tampan dan manis disaat yang bersamaan. Pemuda yang tak terlalu tampan memang, namun mampu memikat hati para gadis yang melihatnya.

Hoseok mempunyai sahabat bernama, Jeon Jungkook. Pemuda dengan ketampanan nya yang diluar batas mampu menggaet hati gadis gadis yang melihatnya. Putra tunggal dari pemilik perusahan Jeon Corp. Pangeran disekolahnya yang memiliki banyak selir disisinya. Ya, Jungkook adalah seorang playboy.

Jungkook dan Hoseok sudah berteman sejak mereka masih duduk di taman kanak-kanak. Mereka pertama kali bertemu saat Jungkook yang membantu Hoseok saat dijahili oleh anak laki-laki yang tubuhnya lebih besar dari Hoseok.

Hoseok yang melihat Jungkook saat itu, bagaikan melihat seorang pangeran berkuda putih. Dengan tubuh Jungkook yang terbalut dengan setelah jas putih putih dan wajah tampannya benar benar seperti pangeran.

Setelah membantu Hoseok dan, membuat anak anak yang menganggu Hoseok kabur. Jungkook mendekati Hoseok. Bertanya pada Hoseok apakah ia baik baik saja, atau tidak.

Hoseok mengangguk sebagai jawaban, ia masih tak bisa berkata kata setelah melihat Jungkook. Terlebih lagi, saat ini Jungkook dan dirinya berjarak sangat dekat. Hingga Hoseok, mampu merasakan deru nafas Jungkook yang menerpa wajahnya.

Sejak saat itu, keduanya menjadi dekat dan menjalin hubungan persahabatan.

Persahabatan antara Jungkook dan Hoseok begitu indah dan mampu membuat siapapun iri dan gemas. Jungkook yang memang fisiknya jauh lebih besar dari Hoseok, selalu menjaga Hoseok yang bertubuh lebih kecil darinya.

Sementara Hoseok. . ia hanya harus berada disamping Jungkook, selalu.

"Jungkook, kau tak bisa memperlakukan ku seperti ini terus, Kook. Kau tahu tidak, kau kelihatan seperti bodyguard ku, Kook.

Aku tak ingin kau seperti ini. Maksudku, Masa hanya kau saja yang menjagaku sementara, aku tidak melakukan apapun untuk mu?"

"Kau hanya perlu tetap bersamaku, sebagai sahabat sejatiku. Kau tak perlu melakukan hal lain, Hoseok."

Ya, kira kira itu percakapan mereka dua belas tahun lalu. Jungkook tak pernah berhenti menjaga Hoseok, dan Hoseok tak pernah pergi dari sisi Jungkook hingga kini umur mereka tujuh belas tahun. Persahabatan yang indah, dan tidak memakan waktu yang sedikit, bukan?

Dan selama dua belas tahun itu juga, Hoseok mencintai Jungkook. Mencintai sosok pelindungnya, mencintai pangeran berkuda putihnya itu. Mencintai laki laki yang menyabet gelar Playboy disekolahnya itu.

Hoseok kenal betul siapa Jungkook, begitupun dengan Jungkook yang kenal betul siapa Hoseok. Hoseok tahu semua kebiasaan Jungkook dari yang kecil, sampai yang besar. Hoseok juga tahu, betapa menyeramkannya Jungkook ketika ia marah. Hoseok juga tahu, berapa banyak mantan mantan, dan seli selir sahabatnya itu.

Karena, setiap Jungkook memiliki pacar baru atau memiliki selir baru, ia akan selalu bercerita pada Hoseok. Hoseok hanya tersenyum menanggapi saat Jungkook bercerita padanya.

Seperti saat ini, Jungkook tengah bercerita bagaimana kesalnya ia yang diselingkuhi oleh pac- ah, mantan pacarnya. Saat ia memergoki sang mantan pacar yang tengah berciuman panas dengan selingkuhannya. Eunha, sang mantan pacar.

Dan bagaimana senangnya ia, yang langsung mendapati selir baru pengganti Eunha setelah beberapa menit ia memutuskan gadis itu. Hoseok hanya terkekeh pelan mendengarnya.

Padahal, dihati kecilnya. Ia tengah mati matian menahan sakit yang teramat didalam hatinya.

Hoseok bukannya tak berani untuk megungkapkannya. Ia hanya tak sanggup menerima jika, Jungkook akan membenci, dan menjauhinya jika ia menyatakan perasaannya. Lalu akan menganggap Hoseok homo bodoh, yang telah berani jatuh cinta pada sang pangeran berkuda putih.

Tidak, membayangkannya saja hati Hoseok sudah semakin Sakit. Tidak, itu tak boleh terjadi.

"Seok, nanti ikut aku kerumah ya? Nanti malam, akan ada acara formal dirumahku. Dan kau, akan bertugas memilihkan pakaian jas yang cocok untuk ku, mengerti?"

Lamunan Hoseok mendadak buyar, ia kembali terfokus pada Jungkook yang tengah menatap kearahnya dengan lekat.

"Ya, aku mengerti, Kook."

Menjawab singkat dengan senyuman cerah mataharinya, lalu Jungkook dengan beraninya mengecup singkat bibir berwarna merah bershape M milik Hoseok.

"Hoseok, jika aku ingin mencium mu kau menurut saja oke? Kau tak boleh melawan ku. Segala yang aku akan lakukan padamu, kau tak berhak melawanku. Mengerti, Seok?"

"Memangnya kenapa, Kook? Bukankah tidak boleh mencium orang lain sembarangan? Lalu, itu seperti tindakan pemaksaan menurutku?"

"Kau bukan orang lain, Seok. Kau sahabatku, kau orang penting bagiku. Jadi, kau mengertikan?"

"Y-ya, aku mengerti."

Ya, Jeon Jungkook dengan sifat dominan, dan seluruh kekuasannya mampu meluluhkan hati dan pertahanan Hoseok. Pertahanan dinding hatinya yang sudah ia teguhkan untuk tak pernah mencintai sosok sahabatnya itu, namun kini hancur dan terlupakan karena Jungkook yang terus menerus bersifat manis pada Hoseok.

Jungkook brengsek, dan Hoseok yang bodoh dan mampu di perdaya.

Jungkook yang agresif, dan Hoseok yang pasif.

Jungkook yang menipu daya Hoseok, dan Hoseok yang buta akan cintanya pada Jungkook.

Sungguh bodoh kisah mereka.

Ya, bodoh.







Bersambung. . .















eyeyeyeye diri ini membuat book yang pasti akan terbengkalai lagi:")
Ff debut ciaaaa🌚
hehe smoga like, and don't forget to vote and comment yashhh

Hoseok Love'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang