Terbangun dan menemukan sosok malaikat di sampingku,Indah' kata itu yang muncul saat menatap wajahnya , Mencoba memejamkan mata agar aku terbangun dari mimpi indah ini .
Namun ,
Pria itu masih di sampingku dan tersenyum mengucapakan "Selamat pagi "...
Esok Harinya ,seungyoun kembali datang pagi pagi ,dia membawakan bubur yang dia masak sendiri , tentu waktu di vila hangyul yang mengajarinya .
Dia masuk ke ruangan hangyul ,tidak ada siapa siapa hanya ada hangyul yang sedang menulis entah menulis apa .
"Selamat pagi gyul .." sapa seungyoun ,dia menyimpan bubur di meja samping hangyul .
"Ngapain lagi lo ?" tanya hangyul dingin ,dia menutup bukunya dan menatap seungyoun .
"Aku bawaain bubur , dulu kamu yang ngajarin aku ,cobain deh , gak se enak bikinan kamu sih ." seungyoun membuka buburnya dan berniat menyuapi hangyul ,namun sendoknya di tepis oleh hangyul hingga jatuh dan buburnya mengotori baju seungyoun .
" Gak papa ko gyul , nanti buburnya jangan lupa di makan yah ,Aku pergi dulu ." seungyoun bangkit dari duduknya.
"Gak usah kesini lagi ,ngapain juga sih ." jawab hangyul dengan ketus namun seungyoun hanya tersenyum .
Seungyoun sedikit merasa aneh dengan sikap hangyul yang sekarang , dulu pria itu tidak pernah berhenti tersenyum padanya ,namun sekarang malah menggemaskan menurut seungyoun ,seperti bayi macan .
Hangyul melirik bubur yang di simpan seungyoun , perawat belum mengantarkan makannya ,hangyul memang merasa bosan dengan bubur setiap hari ,tapi bubur ini terlihat berbeda padahal sama sama bubur .
hangyul mengambil sendok lain yang tersedia di meja ,dia berniat mencoba bubur itu sedikit saja , Karena dia takut di racuni .
Saat satu suapan masuk ke mulutnya,hangyul membelalakn matanya .
"Benar seperti yang sering ku buat , tapi bagaimana bisa ? " monolog hangyul dan kembali memasukan suapan kedua dan seterusnya .
Pintu kamar hangyul kembali terbuka menunjukan sosok pria yang sering menemaninya , Han seungwoo .
pria itu yang menjaga nya selama ini ,bukan dia sendiri tapi juga ibu han seungwoo yang tempo hari seungyoun kira ibunya hangyul ternyata ibunya seungwoo .
Mereka adalah keluarga hangyul ,pria itu sudah seperti kakanya meski sering mengatakan bahwa dia adalah pacarnya hangyul ,nyatanya tak lebih dari itu .
"Gyul .. Perasaan perawat belum kasih kamu makan deh , ko kamu udah makan bubur ? dari mana ? " tanya seungwoo melihat hangyul memegang mangkuk kosong namun tetlihat itu bekas bubur .
"oh ini tadi seungyoun memberikan ku ini ." jawab hangyul .
Tunggu .
seungyoun ? dia tidak pernah menyebutkan namanya ,tapi kenapa aku ..? ... aku memang mengenalnya ..?
Hangyul memegang kepalanya yang terasa sakit saat berusaha mencerna pikirannya ,karena dia tiba tiba menyebut nama pria itu.
"Hei gyul ,,,kamu kenapa ? kepala kamu sakit ? " seungwoo panik melihat hangyul yang memegang kepalanya .
Sementara hangyul tidur ,seungwoo mengambil buku di sebelah bantal hangyul dan membaca nya. seperti semacam diary mungkin .
isi catatan itu.
Lhg
Hari ini ,hari ketiga ku setelah siuman dari koma selama 6 bulan lebih . Namun ,sedikit cerita yang ku ingat selama koma .
Aku bermimpi , suatu hari aku membuka mataku di tempat asing ,aku hanya ingat nama ku Lee hangyul , aku melihat seorang pria di sampingku sangat tampan ,namun raut wajahnya tak bisa ku tebak . Seperti enggan bangun dari tidurnya.
Aku menunggunya membuka matanya juga , Jika ini memang mimpi ,sungguh ini mimpi yang indah .
Hari demi hari aku memperhatikannya setiap kali ia tertidur . Aku pun enggan bangun dari mimpi indahku itu .
Aku merasa banyak bagian dari mimpiku yang ku lupa . Namun aku ingat bagian akhir di mimpiku ,pria itu menciumku di iringi senja di atas bukit . Aku bahkan tidak ingat wajah pria itu . Sungguh mimpi indah .
.
.
Jadi Itu tuh ceritanya yang di tulis Hangyul sebelum seungyoun dateng ngasih bubur .. wkwkwk ...Gaje banget yatuhan. Gak tau lagi mau kek gimana :')
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.