チャプターVI

140 35 2
                                    

Musim dingin telah datang.

Minho yang akan berangkat ke sekolah sudah siap dengan pakaian hangat yang kemarin baru ia beli.

Untung saja hari ini ia terbangun lebih cepat. Sehingga, kejadian beberapa hari yang lalu itu tidak akan terulang kembali.

Dengan langkah yang cepat, ia pergi menuju halte. Menunggu bus datang.

Tiba-tiba ia merasa bahwa seseorang menepuk bahunya.

Minho menoleh, kemudian ia memasang tatapan bingung karena mendapati Han Jisung yang berdiri di sebelahnya sambil mengulurkan tangan.

"Kita belum sempat berkenalan. Hanya aku yang mengetahui namamu."

Setelah itu, Minho membalas uluran tangan Han Jisung.

"Namaku Han Jisung."

"Lee Minho."

Tepat setelah Minho menyebutkan namanya, bus datang. Padahal ada sesuatu yang ingin ia pertanyakan kepada pemuda di hadapannya itu.

"Mau berangkat bersama?"

Untuk pertama kalinya, Minho yang memulai percakapan lebih dahulu, bahkan mengucapkan kalimat ajakan pada seseorang.

Han Jisung terlihat mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Minho. Ia langsung masuk ke dalam bus dengan diikuti oleh Minho di belakangnya.

Sepanjang perjalanan menuju sekolah, mereka hanya diam. Tidak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan lebih dahulu.

Sepertinya Han Jisung merasa tidak betah dengan suasana hening yang sedang dialami oleh mereka berdua. Maka dari itu, ia mulai mengajak kakak kelasnya itu untuk mengobrol. Akan tetapi, tatapan mata Han Jisung masih terpaku pada pemandangan di luar jendela bus.

"Kak, aku selalu penasaran kenapa kau sering menyendiri di perpustakaan?"

Tidak ada jawaban.

"Kak?"

Tetap tidak ada satu pun jawaban.

Akhirnya, Han Jisung menoleh ke samping dan mendapati Minho yang sudah tertidur dengan posisi kepala yang menggantung.

"Pantas saja." gumam Han Jisung sambil menidurkan kepala Minho di bahunya karena khawatir Minho akan terjatuh.

***

Minho terbangun dari tidurnya. Ternyata ia sudah tiba di halte dekat sekolahnya. Lantas ia menoleh ke sebelah kirinya untuk mengajak Han Jisung untuk turun.

Namun, ketika ia menoleh ia tidak mendapati keberadaan adik kelasnya itu.

"Mungkin ia telah turun lebih dahulu."

Tanpa pikir panjang, Minho segera turun dan menuju gerbang sekolahnya. Ia tidak ingin terlambat masuk sekolah karena hal itu akan membuatnya merasa sia-sia telah terbangun lebih awal.

Rupanya Minho berpapasan dengan Dahyun, salah satu teman sekelasnya. Dahyun hanya melambaikan tangan dan tersenyum dan dibalas dengan senyuman tipis oleh Minho.

Kemudian mereka berjalan beriringan menuju kelas tanpa sepatah kata pun yang terucap dari bibir keduanya.

寂しい (Lonely) • Lee KnowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang