💕4. I'm Her BF💕

1.7K 221 27
                                    

Mulut Prita Dominique menganga lebar. Chandra Pradipta, kakak Cinde-yang sekarang berpacaran dengan Brave, lelaki yang disukainya-memintanya jadi kekasih. Itu artinya, dia akan menyaksikan kedekatan Cinde dengan Brave.

"Ogah!" tolak Prita singkat.

"Kalau aku memaksa?" Chandra mengangkat alisnya.

"Apaan sih? Mas, tolong ya, aku tidak ingin pacaran untuk sementara waktu," jawab Prita.

"Kenapa? Patah hati karena Brave memilih Cinde?"

Ini benaran mulutnya perlu disumpal pakai sandal! Mulut apa comberan, ga ada filternya sama sekali kalau ngomong!

Prita berdeham, mengatur ekspresi agar kekesalannya tak tampak. "Please mas! Aku lagi capek pacaran. Lagipula, kita tidak ada perasaan-"

"Aku suka kamu ...," potong Chandra.

"Tapi aku ga suka!" timpal Prita.

"Tapi kamu akan suka ...." Chandra ga mau kalah, membuat Prita berdecih.

"Ya Tuhan, pede sekali lakik ini!" gerutu Prita.

"Terima kasih ...."

"Aku ga muji, Dodol!" Prita semakin kesal.

"Kamu tambah cantik, Ta kalau lagi kesel gitu."

Ok, Prita. Tarik napas ... embuskan ....

"Mas Chandra sehat jiwa raga?" tanya Prita tak percaya. Chandra menjawab dengan anggukan dan cengiran lebar. Prita mendesah. Apa dosanya hingga terjebak bersama adik dan kakak yang aneh bin ajaib ini?

"Mas ...," desah Prita pasrah.

"Ok, Ta. Pelan-pelan aja. Hubungi aku secepatnya kalau kamu berubah pikiran, ya?" Chandra tersenyum dan menghampiri motornya. Lelaki itu tak ingin membuat gadis di depannya bertambah kesal dengan ulahnya. Dia mengenakan helm, mengancingkan talinya seraya tersenyum pada Prita. Di atas motor matic besar, Chandra menyalakan mesinnya, dan sebelum berlalu dia berpamitan pada Prita. "Aku pulang ya?"

Prita memajukan bibirnya dan sedetik kemudian motor itu berlalu dari hadapan Prita.

"Berpacaran dengan Chandra?? Tak bisa kubayangkan!!" gumam Prita yang juga masuk ke dalam halaman kosnya.

***

Beberapa hari kemudian, peristiwa mengejutkan terjadi. Cinde koma. Chandra menghempas badannya di kasur. Berita baik dari Prita tak kunjung datang, dan kini Cinde tergolek lemah di ICU.

Chandra berjaga di rumah. Sementara orangtuanya menunggu Cinde di rumah sakit. Sedih ... Sudah tiga hari adiknya dalam keadaan koma dan belum ada kabar baik juga bahwa Cinde akan sadar.

Telepon berbunyi. Nama 'mama' yang tertera di layar smartphone membuat hati Chandra diliputi rasa gundah dan ketakutan. Tangannya bergetar meraih gawai yang tergeletak di sisi ranjangnya. Masih berbaring, Chandra menyentuh tombol menerima panggilan dengan menguatkan hati untuk kemungkinan terburuk.

"Ya, Ma?" Chandra tak mampu menyembunyikan getar suaranya.

"Chandra, cepat ke rumah sakit. Adikmu kritis!" Chandra bangkit. Menegakkan badannya. Jantungnya bertabuh cepat, merambatkan denyut ke pelipisnya.

"Iya, Ma. Aku ke sana."

Tak butuh waktu lama, Chandra sudah sampai di rumah sakit. Di situ sudah ada keluarga Brave,pacar Cinde. Melihat Brave yang seperti orang berduka membuat hati Chandra ikut perih. Bersyukur sang adik mempunyai seseorang yang mencintai dan memperhatikan begitu dalam.

Tangled (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang