Part 3

31.4K 1.6K 30
                                        

Pliss jangan lupa vote nya♥️

Suara nyaring dari dentuman musik mulai terdengar dan mengekik kan telinga. Seseorang yang berada duduk di mini bar itu seperti nya tidak terganggu dengan musik yang sangat kencang itu.

Seseorang itu adalah Arfan. Ya! Semenjak kepergian Aiyla malam itu. Arfan jadi sering mengunjungi tempat laknat ini. Karna dia merasa sedikit tenang dan dapat melupakan sejenak penyesalan dan kerinduan nya pada kekasih nya Aiyla.

Arfan menjadi cowok pendiam dan dingin sejak Aiyla pergi. Emosi nya juga tidak dapat di kontrol. Semua itu karna kepergian Aiyla.

Tempat ini adalah kekasih kedua nya setelah Aiyla karna di sini dia bisa menenangkan diri nya.

"Aiyla kamu di mana sayang? Aku rindu sama kamu! Maaf kan aku sayang, maaf kan aku. Kembalilah Aiyla aku membutuhkan mu sayang!" Ucap Arfan serak akibat terlalu banyak minum.

🌝🌝🌝🌝🌝🌝🌝🌝

Di belahan bumi lain, seorang gadis sedang berada di dekat danau. Tatapan nya kosong kedepan. Gadis itu adalah Aiyla. Ketika pikiran nya sedang kacau dia akan ke danau ini karna menurut nya tempat ini sepi jadi tidak akan ada yang menggangu nya di sini dan tempat nya juga sangat nyaman untuk menyendiri.

DRRRTT----

Suara Dering ponsel Aiyla menyadar kan Aiyla dan akhirnya dia mengambil ponsel itu dan mengangkat panggilan itu.

"Hmm" gumam nya

"Maaf non sudah mengganggu non Aiyla. Bibi cuman mau kasih tau kalau Oma pingsan non" ucap ART Omanya.

Tanpa menunggu lama Aiyla bangkit dan bergegas ke arah mobilnya yang tdk jauh dari danau itu. Tidak lupa ia mematikan sambungan tlfn nya.

Tidak butuh waktu lama Aiyla sudah sampai di rumah Oma nya. Dia berlari menaiki satu persatu gundukan tangga dan berlari ke atas kamar Omanya.

"Gimana Oma saya" ucap nya penuh penekanan.

"Kondisi Oma sudah membaik dia hanya banyak pikir saja. Jadi sy saran kan jangan buat Oma terlalu stres apa lagi banyak pikiran itu akan mengganggu kesehatan nya" ucap dokter itu yang merupakan dokter langganan omanya. Dan setelah mengatakan itu dokter tersebut pulang.

Aiyla memasuki kamar omanya. Dia melihat omanya sedang melamun menatap kosong kedepan.

"Aiyla akan membantu untuk menstabilkan perusahaan Oma yang ada di Bandung. Kalau memang itu yang membuat Oma banyak pikiran dan sampai jatuh sakit seperti ini maka Aiyla akan mengembalikan perusahaan Oma yg di Bandung seperti semula. Tapi tidak dalam waktu dekat ini." Setelah mengucapkan itu Aiyla bangkit dan menuju kamar nya. Hari ini Aiyla sangat lelah secara fisik mau pun batin.

Setelah sampai di kamar bercat biru laut itu Aiyla langsung menjatuhkan tubuh nya di kasur itu. Dan mulai memejamkan mata nya dia tidak perduli dengan badan nya yg lengket serta pakaian sekolah nya yg belum dia ganti. Sekarang yang ingin dia lakukan adalah mengistirahatkan tubuh nya ini.


🌝🌝🌝🌝🌝🌝🌝🌝

Sinar matahari pagi mulai menghampiri seorang gadis yang masih setia memejamkan mata nya. Dengan masih menggunakan pakaian sekolah nya.

Aiyla mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatan nya. Dengan silau matahari pagi itu yg menembus jendela kamar nya itu.

Aiyla melirik jam weker nya.masih menunjukkan pukul 06:30. Dalam hati Aiyla berkata 'cukup cepat'. Setelah itu dia bangkit untuk melakukan ritual mandinya.

AIYLA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang