Chapter 5

138 14 7
                                    

Selamat membaca, hope u guys enjoy it 🙂

🌈🌧🌈🌧🌈🌧

Brandon POV

Kapan Papa dan Mama akan pulang dari Korea? Aku sudah tidak sabar ingin mengenalkan Etta secara resmi pada mereka. Pasti mereka akan senang, apalagi mereka sudah pernah bertemu dengan Etta sebelumnya. Tapi apa tidak terlalu cepat mengenalkan Etta pada orang tuaku? Apalagi......

Flashback

"Kak Brandon!" Etta menghampiriku yang sudah menunggunya tepat di gerbang sekolah. Ya, sekalian ingin menjemput Yeri, tapi ternyata Yeri sudah pergi bersama teman – temannya yang lain. Aku tahu gadis kecil itu pasti memberiku waktu lebih bersama dengan Etta. Dia memang adik sepupu yang sangat pengertian.

----

"Etta?" ia menoleh padaku yang saat ini sedang fokus menyetir. "Kapan orang tuamu pulang dari China?" Seperti orang tuaku, orang tua Etta juga workaholic. Mereka selalu keluar negeri untuk urusan bisnis. Tapi setidaknya dirumah masih ada Yeri, jadi aku tidak terlalu kesepian, sementara Etta? Hanya ada 2 orang asisten rumah tangga dikediamannya yang besar itu. Dia pasti selalu merasa kesepian.

"Mereka bilang sekitar akhir bulan ini. Kenapa kak?" Semenjak kami resmi menjadi pasangan kekasih, kami tidak begitu canggung dan kaku seperti itu, hanya kadang – kadang saja. Memang diawal – awal, Etta masih sangat amat  canggung padaku, tapi ia berusaha menyesuaikan diri denganku, dan itu membuatku senang.

"Tida ada apa – apa" suasan di dalam mobil kembali hening, setidaknya bukan keheningan yang awkward. "Etta?"

"Ya kak?"

"Bisakah kamu tidak memanggilku kakak lagi? Panggil saja namaku"

"Tapi... rasanya tidak nyaman, dan lagipula tidak sopan memanggil yang lebih tua dengan namanya saja" jawabnya yang terdengar ragu – ragu. Mungkin dia merasa tidak enak jika menolak permintaanku.

"Kamu benar – benar tidak mau memanggilku dengan namaku saja?" tanyaku yang memanyunkan bibirku yang membuatnya tertawa dan langsung mencubit pipiku gemas. Beginilah kami, kalau sedang senang dan tidak sadar, Etta tidak akan merasa canggung sedikitpun padaku, begitupun sebaliknya.

Ketika kami tiba di depan rumahnya, akupun ikut turun dan berjalan dengannya sampai di gebang.

"Hmm Etta?"

"Iya kak?" Mata kami bertemu saat ia berbalik.

Dan tanpa ragu sedikitpun aku berkata, "Aku mencintaimu" Ia mengerjap pelan dan tersenyum simpul, hanya menganggukkan kepalanya atas penyataan cintaku.Tidak ada kata apapun sampai ia masuk kedalam rumahnya. Aku kecewa, kenapa dia belum bisa membalaskan pernyataanku itu.

End of flashback

Kenapa terasa sangat awkward? Padahal kami sudah berjalan hampir 1 bulan. Tapi masih saja dia seperti belum terbiasa denganku. Untuk menyentuh atau menggenggam tangannya saja aku jadi tidak berani. Apa yang harus aku lakukan untuk merubah situasi itu?

"Hai Kakak sepupuku yang tampan! Kakak lagi mikirin apa? Pasti Etta ya?" tanya Yeri yang datang dan langsung duduk disampingku, di ruang TV.

"Ya" jawabku seadanya.

"Aww, manis sekali sih Kakak sepupuku ini, padahal baru saja mengantar gadisnya pulang sudah rindu saja" godanya sambil terkekeh tidak jelas.

"Ya, terserah katamu saja. Aku mulai berpikir... apa benar Etta menyukaiku?"

Yeri terdiam sebentar sebelum akhirnya meledakkan tawanya. "Pertanyaan macam apa itu Kak? Tentu saja Etta menyukai Kakak, kalau tidak kenapa dia mau menerimamu Kak"

"Little Cupid" - Remake BaekHera Ver. (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang