Pagi sunyi di apartemen Yohan hilang begitu saja saat sang anak bangun dari tidurnya.
"Dad banguunnn" ucapnya
Yohan pun terpaksa bangun.
"Kenapa sih? Ini kan hari Minggu, ayo tidur lagi aja" jawab Yohan masih dengan mata sedikit tertutup.
"Ini hari Senin dadd"
Seketika Yohan membuka mata nya penuh dan berlari menuju kamar mandi.
"Ion buruan mandi. Ini hari pertama kamu sekolah" ucapnya sambil berlari ke kamar mandi.
•
"Dad aku mau telor gulung" protes Ion
"Udah kita makan ini dulu aja yang gampang" jawab Yohan sambil menuangkan susu pada mangkok berisi sereal.
•
Setelah kerusuhan dipagi hari, akhirnya mereka berangkat. Sebelum Yohan pergi ke kantornya, ia mengantarkan Ion ke sekolahnya terlebih dulu.
"Sekolah yang baik ya nak" ucap Yohan
"Siap captain" jawab Ion
"Nanti pulangnya daddy yang jemput, jadi tunggu sampai daddy datang yaa"
Setelah sang anak sudah tak terlihat, Yohan segera melajukan mobilnya menuju kantornya.
•
Sesampainya di kantor, Yohan segera berjalan menuju ruangannya di lantai paling atas gedung kantornya. Dan sepanjang jalannya menuju lift khusus -untuk menuju ruangannya- ia selalu menerima sapaan dari karyawannya yang berpapasan. Yohan hanya membalasnya dengan anggukan kecil.
Sesampainya di ruangannya, ia segera menyalakan komputer dan mulai bekerja. Namun pekerjaannya terhenti saat pintunya diketuk dari luar.
"Masuk" balas Yohan
"Permisi, Pak. Calon sekretaris baru Bapak sudah datang" ucap sekretaris Yohan, Junho.
"Suruh dia kesini"
"Baik, Pak. Kalau begitu saya pamit" pamit Junho. Yohan hanya membalasnya dengan anggukan. Ia pun melanjutkan pekerjaannya.
•
"Jadi kamu single mommy?" tanya Yohan
"Benar, Pak" jawab Aya
"Anak kamu gimana?"
"Saya titipkan di penitipan anak di dekat sini, Pak"
"Yasudah kamu bisa mulai bekerja hari ini"
"Terimakasih, Pak"
"Mejamu ada di depan ruangan ini ya"
"Baik, Pak"
"Ohya tolong nanti cek jadwal saya hari ini ya" suruh Yohan
"Baik, Pak. Kalau begitu saya pamit"
Yohan melanjutkan pekerjaannya. Namun entah kenapa ia menjadi tidak fokus. Pikirannya melayang ke sekretaris barunya. Menurutnya, sekretaris barunya itu cantik, baik, sopan, dan terlihat anggun. Yohan tertarik kepadanya. Padahal sebelumnya Yohan tidak pernah memikirkan perempuan. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana caranya membahagiakan sang anak.
Namun Yohan tidak tahu bahwa sang anak juga membutuhkan sosok ibu.
Yohan tersadar dari lamunannya saat ada yang mengetuk pintunya.
"Masuk" suruhnya
"Permisi, Pak" jawab Aya
"Ya kenapa?"
"Jadwal Bapak hari ini hanya meeting dengan Mr.Jave, setelah itu Bapak free"
"Ohya. Tolong siapkan dokumennya" suruh Yohan
"Baik, Pak. Saya pamit"
•
Kini Yohan dan Aya sudah sampai di tempat meeting. Kali ini meeting diadakan di salah satu restaurant di Jakarta Selatan. Mereka segera menuju ruangan setelah bertanya kepada salah satu pelayan.
"Siang Mr.Jave" sapa Yohan
"Santai aja sih Yo" jawab Mr.Jave
"Ini sekretaris barumu ya?" lanjutnya. Namun Yohan hanya diam
"Iya, Pak. Saya sekretaris baru Pak Yohan" jawab Aya
"Cantik. Bolehlah Yo jadi mommynya Ion" ucap Mr.Jave dengan sunyum meledeknya
"Papi plis, ini sekretaris aku baru aja kerja hari ini. Jangan buat dia ngga nyaman" ujar Yohan memohon
"Santai aja sih, lagian papi juga bercanda"
"Oiya Aya, Mr.Jave ini papiku" ucap Yohan
"Tapi dia bukan anakku" sahut Mr.Jave dengan tawanya
Yohan memasang wajah datarnya. Ia pasrah dengan papinya yang absurd ini.
Aya hanya terdiam. Ia bingung bagaimana ceritanya Pak Yohan berkata Mr.Jave adalah papinya namun Mr.Jave berkata bahwa Pak Yohan bukanlah anaknya.
Mr.Jave yang melihat Aya kebingungan pun hanya tertawa.
"Engga-engga saya hanya bercanda. Yohan ini anak sulung saya" ucap Mr.Jave masih dengan tawanya.
"Sudah papi. Ayo kita mulai meetingnya" lerai Yohan
Tbc.
Halo guys
Ini cerita pertama aku jadi mohon maaf apabila masih banyak kekurangan.
Jangan lupa vote and comment
KAMU SEDANG MEMBACA
Single Parents - Yohan
Historia CortaKetika single daddy dan single mommy dipertemukan. Yohan si single daddy yang kerepotan mengurus putranya yang semakin nakal. Dan Aya si single mommy yang sibuk mengurusi putranya.
