10.Rindu

4.7K 384 5
                                    

~============~

"Assalamualaikum" ucap seorang gadis di pintu kamar Asrama.

"Waalaikumsalam ...LISHA...!" teriak Vira dengan kedatangan Lisha dan berlari memeluk Lisha.

"Hisk...hiks...hiks... Kenapa baru pulang sih? Aku rindu sama kamu Lisha " ucap Vira menangis dan mempererat pelukannya kepada Lisha.

"Eee...Vir...eee... Mati gue klo lo peluk kayak gini" ucap Lisha karna pelukan Vira , sakin eratnya ,Lisha merasa sesak karna terlalu erat di peluk.

"Astagfirullah , maaf Lisha aku kangen sih sama kamu" ucap Vira.

"Iya , makasih udah kangen sama gue , gue juga kangen sama lo" ucap Lisha.
"Oh iya , Meli mana?" tanya Lisha.

"Meli? ,,, meli ada kelas , jadwal kelasnya latihan ceramah, jadi dia harus hadir" ucap Vira.
"Yah sudah , kamu istirahat dulu , aku mau ke dapur pesantren" .

"Ngapain...?" tanya Lisha.

"Mau masak bubur buat kamu , baru sembuh , yah udah aku mau pergi dulu" ucap Vira hendak pergi dari harapan Lisha , Lisha langsung memeluk Vira.

"Makasih Vir , lo udah baik ke gue" ucap Lisha.

"Iya Sama sama , yah sudah aku pergi dulu" ucap Vira sambil melepas pelukan.
"Assalamualaikum" ucapnya.

"Waalaikumsalam" jawab Lisha.

Lisha tersenyum , dia senang karna memiliki seorang teman yang baik hati .
Kini hatinya terpaku kepada pesantren ini , entah mengapa dia menjadi nyaman di tempat ini.
Tempat menurutnya penjara kini menjadi tempat orang orang baik buatnya.
Lisha sadar , orang orang baik , akan mendapatkan tempat yang baik , insyah Allah termaksud dirinya.

~============~

"Lisha mau dengar cerita gak?" tanya Vira saat Melihat Lisha masih sibuk makan bubur.

"Hmm... iya" jawab Lisha.

"Pas waktu insiden kamu ke kunci di gudang , Gus Azmi sangat khawatir pada kamu Lisha"ucap Vira senyum senyum.
Lisha hanya menunggu kelanjutan Vira dan tetap fokus pada Makannya.
"Dia mopong tubuhmu dari gudang sampai Rumah kyai" ucap Vira.

khuk...khuk...

mendengar Lisha batuk , Vira segera memberikan segelas air putih kepada Lisha.

"Beneran Gus Azmi__".

"Iya , beneran , dia gendong tubuh kamu dari gudang kerumah kyai , terus sampai di rumah , dia bawa lagi ke mobil , terus dia bawa kamu ke rumah sakit" jelas Vira.

"Terus apa lagi..?" tanya Lisha penasaran.

"Terus terus , jangan belok" ucap Vira mulai kesal.

"Gus Azmi kuat yah? , ko bisa di gendong gue sih dari gudang sampai rumah kyai , kan jauh banget" ucap Lisa bertanya apa dirinya.

"Yah elah Lisha , kayak nya , Gus Azmi SUKA SAMA KAMU...!" ucap Vira meninggi dan tertawa.

"Iihh.. Apaan sih lo , palingan dia tipe orang suka menolong , jadi wajarlah dia tolong gue dan gendong gue , kan dekat demi menolong seseorang itu gak masalah" ucap Lisha.

"Aduhh.. Lisha , benar sih kalau Gus Azmi tipe suka menolong , tapi kalau dia mau menolong seorang perempuan , dia itu gak sedekat gini sama kamu , apa lagi masalah gendong , dia pasti panggil Ustadz Qoyub atau Ustadz lainnya" jelas Vira.

Lisha mencermati ucapan Vira , benar sih , setau Lisha , Gus Azmi tipe cowok dingin kepada perempuan.

Lisha yang tidak mau ambil pikir dan dia melanjutkan makannya hingga habis.

~=============~

Kini Lisha dan Vira berjalan menuju mesjid untuk melaksanakan Sholat Asar.

Lisha melihat Akbar berjalan mendekatinya dan Vira.

"Assalamualaikum" ucap Akbar.

"Waalaikumsalam" jawab Lisha dan Vira.

"Akbar " ucap Vira.

"Iya Vira" ucap Akbar.

Vira hanya tersenyum ke arah Akbar dan Akbar membalas senyum Vira dan kembali tersenyum terhadap Lisha.

"Kok baru kelihatan Lisha? " tanya Akbar.

"Hmm...iya , soalnya ada urusan keluarga , jadi pulang ke rumah dulu" jelas Lisha.

Vira tau , Lisha berbohong , vira juga tau ,Lisha tidak ingin memberi tau kepada seseorang tentang apa yang terjadi padanya.

"Oh gitu" jawab Akbar.

"Yah sudah , gue mau masuk dalam mesjid dulu"

"Oh iya lisha" ucap Akbar tersenyum manis.

"Assalamualaikum" Lisha dan Vira.

"Waalaikumsalam" jawab Akbar.

Lisha dan Vira berjalan masuk ke dalam mesjid.

"Lisha kamu ko kenal sama Akbar?" tanya Vira.

"Iya , waktu itu dia baik sama gue , pas waktu gue di hukum , dia beri sebotol air mineral " jelas Lisha.

"Oh gitu " ucap Vira.

Lisha melihat ada raut wajah cemberut di wajah Vira .

"Lo kenapa?" tanya Lisha.

"Eh gak papa kok " jawab Vira tersenyum.

~===========~

Lisha melihat Gus Azmi keluar dari dalam mesjid .
Nampaknya pria itu berjalan terburu buru dan pergi dari tempat itu.

Lisha ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada Gus Azmi , karna banyak membantunya.
Lisha sungguh tidak tau tentang masalah di gudang , jadi dia ingin mengucapkan terima kasih kepada Gus Azmi.

~============~

Lisha berjalan menuju belakang pesantren , di mana tempat Gus Azmi mengerjain dia tempat ini berpenuni .
Lisha duduk di bahwa pohon itu sambil melihat suasana sore yang indah.
Burung burung terbang riang di udara.
Nyaman rasanya , Lisha tersenyum.
Kini dia merindukan sosok Kaffah , Mamah , dan Papahnya.
Entah kenapa Air matanya mengalir. tapi segera dia hapus dan kembali melihat suasana sore hari yang indah.

"Mama , papa , Lisha Rindu , Lisha selalu mimpi dengan kejadian itu , Lisha takut , Lisha ingin papa dan mama selalu di samping Lisha , begitu juga dan ka Kaffah" ucap Lisha .
dia kembali mengeluarkan air mata dan segera dia hapus.

Kali ini suasana sangat cerah di saat Lisha merasa sedih.
Lisha kesal dengan suasana .
Mengapa di saat dia sedih , suasana sangat Indah?.


Assalamualaikum.
Abis baca kasih Bintang dong.
Biar lebih rajin lanjutnya.

5 vote bakal Lanjut.
Terima kasih telah baca the santri love story.

Lisha Humairah Azzahra

Muhammad Ulul Azmi Askandar

The Santri love story 💙Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang