11.Syukron Gus Azmi

4.8K 275 8
                                    


~=============~
Lisha kini mengikuti kelas bersama Vira.
Hari ini adalah hari di mana Lisha mengikuti kelas tambahan.
Kaadaannya kini sudah membaik , Sakit di bagian perutnya sudah tak terasa lagi.

"Vir , siapa sih yang ngajar? , Ustadz Qoyub yah" tanya Lisha.

"Hmm,,,katanya hari ini Ustadz Qoyub Jemput kaffah ,dan ustadzah Nafi " ucap Vira masih fokus ke buku yang dia baca.

"Jadi yang ngajar siapa?" tanya Lisha.

"Gak tau , diam aja , nanti kamu liat sendiri kok" ucap Vira.

"Iya deh , maaf aku ganggu kamu baca" ucap Lisha.

Mendengar ucapan Lisha memakai kata Aku-kamu Vira menatap cepat ke arah Lisha dan memegang puncak kepala Lisha.

"Lisha...! Kamu baik baik saja kan?"tanya Vira meninggikan suaranya.

Semua tatapan Santri tertuju kepada dua gadis itu.
Lisha merasa malu , langsung memukul pelan pundak gadis di sampinya itu.

"Iihh.. Vira , jangan ribut...!" ucap Lisa berbisik.

"Maaf Lisha , kamu sih ko berubah" tanya Vira.

"Hahah... Baru gitu aja , kaget nya minta ampun" Lisha tertawa kecil dan membuka buku di hadapannya.

"Ku Hijrah karna Allah".

itu adalah Buku yang Lisha baca sekarang.
Banyak yang menjelaskan tentang Hijrah di sana.
Semakin fokus nya dia dia membaca , Lisha sepertinya tidak tau siapa yang masuk dalam kelas dia hanya Asal membalas salam saja.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap seorang laki laki.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab semua santri putri setempat , dan senang tidak ketinggalan.

"Subbahanallah Lisha , liat deh siapa yang ngajar" ucap Vira menyenggol lengan Lisha.

"Hmm..." ucap Lisha tetap fokus ke buku dia baca.

"Aku gak nyangka dia ngajar di sini" ucap Vira tak kalah kagum.

Lisha tatap fokus ke bukunya hingga di tak dengar dengan kaadaan sekitar.
Begitulah Lisha , dia fokus kepada pelajaran yang membuatnya nyaman.

Sehingga Buku di atas meja yang Lisha baca , Tiba tiba tertarik di atas , tatapan Lisha ikut tertarik siapa yang mengambil.

Gus Azmi..?

Sontak Lisha terkejut , Mulutnya terkunci rapat .
Apakah Gus Azmi yang mengajar di kelas ini?.
Dengan gaya tangan kanan memegang buku Lisha dan tangan Kiri ke belakang.
Sepertinya Gus Azmi sedang menilai buku yang Lisha baca.

"Maaf Gus , sa,,ya tidak ta,,,tau ka,,lau gus ada di si,,,ni "ucap Lisha gugup karna Gus Azmi berdiri tepat di sampingan nya.

Gus Azmi kembali meletakkan Buku Lisha di atas Meja dan melihat ke Arah Lisha yang sedang menunduk karna gugup dan takut.

"sekarang bukan pelajaran dari buku ini , mengapa kamu baca buku ini yang tidak berkaitan dengan pelajaran hari ini" ucap Gus Azmi dengan nada datar.

Ucapan Gus Azmi sangat menyeramkan buat Lisha dan sangat senang buat Vira dan santri santri lainnya.
Sedinginnya Azmi dengan para wanita , Gus Azmi tak pernah berkata kata melebihi Tiga kalimat untuk perempuan yang ada di dekatnya.
Hanya kepada Lisha , Gus Azmi berkata kata panjang kepadanya
Beruntungnya.

"Sekarang , Kamu berdiri di depan " ucap Gus Azmi.

Lisha langsung membulatkan matanya dan melihat ke arah Gus Azmi yang sedang menatapnya.
Tatapan mereka bertemu dan Lisha langsung memalingkan tatapannya.

"I,,,iya Gus " .
Lisha menerima Hukuman dari Gus dan berjalan kedepan dan di ikuti Gus Azmi dari belakang.

"Gus , saya harus berdiri di mana?" tanya Lisha.

"di depan meja saya" ucap Gus Azmi.

Lisha hanya heran kenapa berdiri di depan meja Gus Azmi .
Apa tidak mengganggu pandangannya saat mengajar.

Lisha mengganggu dan berdiri di depan meja Gus Azmi.
Gus Azmi duduk di kursi dan memberikan Buku tepat di depan Lisha.

"Ini " Ucap Gus Azmi.

"Apa saya di hukum dengan Buku di Atas kepala Gus?" tanya Lisha.

"Siapa Hukum kamu? Saya hanya mau memberikan ini" ucap Gus Azmi.

Lisha yang tadinya murung , langsung senang .
Buku dari Gus Azmi adalah Buku tantang Hijrah juga , tapi buku ini lumayan lebih tebal dari pada bukunya yang di kasih kaffah waktu Lisha pertama kali masuk pesantren.

"Syukron Gus Azmi " ucap Lisa tersenyum dan melihat Buku itu.

"Hijrah karna Allah"

Itu buku yang kini Lisha pegang.
Lisha melihat ke arah arah Gus Azmi yang sedang melihatnya.

"Syukron Gus , sudah banyak membantu saya , dan Syukron atas Bukunya" ucap Lisha tersenyum .

"Kembali ke tempatmu" ucap Gus Azmi.

Lisha mengangguk mengikuti perintah Gus Azmi dan kembali ke tempatnya.

"Beruntung banget Lishanya".

"Iya , padahal dia kan baru di sini"

"Ko lisha sih , seharusnya aku"

"Kelihatan Lisha cocok dan gus Azmi"

"Iya kamu benar"

"Gus kan hanya membatu Lisha ,pasti tidak mempunyai perasaan sama Lisha"

"Iihh,, udah jelas Gus Azmi ada perasaan ke Lisha , Liat dari kerak ketik nya Gus udah jelas".

Itulah bisikan para Santri, Lisha yang mendengarnya hanya Diam dan tidak memperdulikan apa yang mereka katakan.

Pelajaran pun di Mulai dan Lisha siap untuk mengikutinya.

~=============~

"Assalamualaikum kak" ucap salah satu santri yang lebih muda dari Lisha.

"Waalaikumsalam iya?" jawab Lisha.

"Kakak Lisha Humairah Azzahra kan?" tanya gadis mungil itu.

"Iya benar saya" ucapnya.

"Wah,,, kakak cantik ,oh iya , kakak di panggil bu nyai , katanya di ruangan Ustadzah fatimah" ucap Gadis itu dengan ramah.

"Oh iya , saya akan kesana" ucap Lisha dengan senyum manisnya karna melihat gadis mungil ini bersikap ramah kepadanya.

"Iya kak cantik , kalau gitu aku pergi dulu Assalamualaikum" ucap Gadis itu.

"Waalaikumsalam" jawab Lisha.

Gadis itu pergi dari hadapan Lisha.

~============~

Assalamualaikum.
Terima kasih telah baca the santri love story.
Jangan lupa yah , habis baca beri vote , biar rajin lanjutin ceritanya.

Lisha Humairah Azzarha

Muhammad Ulul Azmi Askandar.

Vira lantujila ananda

The Santri love story 💙Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang