Aku bingung mau ngasih judul apa jadi gak usah diurusin tinggal baca aja

559 14 0
                                    

Dalam sebuah cerita, pasti ada tokoh utama atau protagonis. Nah, di chapter yang berjudul Aku-bingung-mau-ngasih-judul-apa-jadi-gak-usah-diurusin-tinggal-baca-aja  ini, saya mau memperkenalkan sang protagonis kita (yang sifatnya lebih cocok jadi antagonis).

Jadi begini..

Alkisah di sebuah SMP yang terletak di suatu kota metropolitan, ada satu kelas yang terkenal akan keganasan, kebuasan, kenakalan dan kejeniusan mereka dalam membuat guru-guru mereka jengkel setengah mati dengan hati yang sudah hancur lebur bagai butiran debu. Yaitu kelas 9D.

Sesuai dengan namanya, orang2 menyebutnya 9 Dangerous, Disaster, Destroyer, Devil, De el el.

Makhluk penghuni kelas itu pun bermacam-macam. Mulai dari jenis protista, monera, sampai makhluk astral. Para Homo sapiens yang mangkal di kelas itu pun juga punya sifat yang nano-nano-beraneka-rupa.

Ada 2 jenis Homo sapiens di kelas penuh kenistaan ini, yaitu ras cabehh  dan ras terongzz. Tidak termasuk saya tentunya.

Karena sudah kelas 9, mereka merasa bebas berbuat segala hal seenak udelnya. Tidak, tidak, mereka sebenarnya bukan anak nakal. Hanya kurang perhatian dari lawan jenis dan sang induk. Karena itulah, mereka yang masih kecil piyik-piyik itu dewasa sebelum waktunya.

Layaknya sebuah negara, kelas 9D tentunya memiliki presiden atau raja. Otak dan biang kerok dari segala kenakalan dan kemaksiatan yang disebar luaskan oleh makhluk-makhluk kelas 9D tersebut. Namanya adalah...



Adalah....




Adalah...




Jeng jeng jeng...




KEVIN

Seorang kaum adam yang kewarasan jiwa dan batinnya sedikit terganggu namun berdompet tebal. #ihiir

Menguasai mata pelajaran perbacotan, pemalakan, pernyebelinan (uapaan lagi itu -.-) yang tidak ada duanya. Memiliki bibir yang melebihi kapasitas karena dampak dari keahlian bacotannya. Muka yang aduh-nyebelinnya-gak-nahan-mak yang membuat siapa pun pengen nonjok tapi sayangnya gak jadi karena lebih ngelirik isi dompetnya.

Wajahnya memang tidak memancarkan aura elit orang tajir, tapi jangan lupakan kata pepatah "jangan menilai orang dari bibirnya".

Meskipun kaya, dia tidak sombong. Jika ditanya orangtuanya kerja apa, dia akan menjawab kalau ayahnya hanyalah tukang becak sementara ibunya adalah penjual gorengan di perempatan.

Orang yang gak kenal sama dia mungkin bakal percaya-percaya aja. Karena emang sih, wajahnya keliatan kotor gak terawat dengan lalat beterbangan di atas kepala.

Jadi, itulah profil singkat protagonis dalam cerita (baca : bacotan) gak jelas dari saya. Tokoh gak penting lainnya akan muncul seiring berjalannya waktu (itu pun kalo saya mau nglanjutin)

Being  4L@¥  iz  AWESOMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang