19.Alif Sakit

2K 168 1
                                    


Alif merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Hari ini melelahkan baginya. Mengajar full time tanpa berhenti selain jam istirahat. Apalagi mahasiswanya banyak yang bandel hinģga menguras tenaga Alif.

Luna yang melihat kelakuan Alif hanya geleng geleng kepala.Tidur dengan sepatu dan kaos kaki yang masih terpasang dikakinya.
Apakah suaminya nyaman tidur dengan keadaan seperti ini?Luna mendekati Alif dan melepas sepatu serta kaos kakinya dengan gerakan pelan agar tak mengusik tidurnya.

"Eunghh..."lenguh Alif.

"Ssttt"

Luna mengelus dahi Alif seperti anak kecil. Diamatinya wajah suaminya yang terlihat damai. Tapi Luna sadar,ia tak boleh jatuh keperasaan yang semakin dalam mengingat waktu pernikahannya yang tak lama lagi. Takutnya ia hanya akan kecewa nantinya.
Tapi Luna percaya, jika Alif memanglah jodohnya, Luna yakin siapapun tak akan bisa memisahkan mereka berdua selain Sang Maha Kuasa. Tapi jika Alif bukanlah jodohnya, maka ia harus bersabar dan ikhlas menerima takdir.

Luna beranjak dari ranjang. Namun, tangannya dicekal oleh Alif. Entah sadar atau tidak yang pasti ia bahagia. Hal ini membuat Luna semakin semangat. Ia tak boleh menyerah untuk mempertahankan pernikahannya. Ia harus bisa.

Cukup lama, Alif mencekal tangan putih itu. Perlahan Luna melepaskannya.Tapi sesaat kemudian hatinya kembali perih saat Alif menggumamkan nama Sasha.
Luna tersenyum getir. Perlahan cekalan itu terlepas. Ternyata Alif hanya mengigau. Sesakit inikah jatuh cinta? Gadis itu melangkahkan kaki menuju meja belajar yang terdapat disebelah lemari bajunya. Ia mengambil sebuah pulpen dan buku kecil. Menuliskan ungkapan hatinya disana.

Cinta...
Namamu begitu indah
Bagai alunan melodi siang dan malam
Dikala aku mendengarnya
Kuteringat sebuah kisah
Dikala hatiku patah

Cinta...
Fitrahnya sebuah rasa
Yang diciptakan sang maha kuasa
Dimiliki oleh setiap insan
Tuk mengisi relung hati yang hampa

Namun...
Kehadiranmu tak selalu indah dengan namamu
Tak selalu membuat bahagia
Terkadang membuat luka
Tak selalu membuat tawa
Tapi membuat air mata

Terlalu sulit bagiku memilikimu
Tak semudah bagiku merasakanmu
Aku hanyalah insan
Yang tak tahu menahu tentangmu
Sekali merasakannya
Seketika dihancurkannya

Aluna Salsabilla Azzahra

Satu buah karya ia hasilkan. Setidaknya dengan menulis beban dihatinya sedikit berkurang.

Tiba tiba saja ia teringat Zalwa dan Rere. Tak tau kenapa saat sedang seperti ini ia ingin berada didekat kedua sahabatnya.

Gadis itu membuka handphone dan banyak notifikask masuk dari grup bertuliskan wacana . Grup ini dibuat oleh Rere yang anggotanya hanya berisi dirinya, Zalwa, dan Rere. Wacana merupakan singkatan dari wanita cantik mempesona...kata Rere.

Wacana

Zalwa Kurnia

Woy...sepi amat ni grup. berasa dikuburan dah :)


Revalina Anjani

Tau... Luna mana Luna?

Zalwa kurnia

Tau tuh bocah gak pernah nongol dah


Revalina Anjani

Aluna Salsabilla Azzahra...yuhuyyyy 😙

Zalwa Kurnia

Idih..amit amit deh lo Re, alay nya gak ketulungan

Alone in Love (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang