Rencana tahun baru kami

772 83 5
                                    

#warntypo

"Mimi,liat celana hitam dongpyo ga?" Anak sulung keluarga han,dongpyo kini tengah berlari-lari menuju kamar orangtuanya dengan handuk yang bertengger manis di pinggangnya

"Celana hitam mana? Celana mu dominan hitam sayang" Byungchan keluar dari kamarnya dengan mata yang masih terlihat mengantuk
"Yang lututnya sobek-sobek tuh" Dongpyo kini berdiri tepat di hadapan byungchan,tangan kanannya memegangi handuk yang mulai melorot

"Ada di lemari kamu,coba cari lagi" Dongpyo mengangguk kemudian membalikan badannya kembali menuju kamar
"Makanya kalau cari apa-apa pake mata,lu mah mulut dulu yang maju, matanya menjorok ke dalem apa ya" Dongpyo memutar matanya malas,ia sudah tau betul siapa orang yang bicara di belakangnya

"Heh han dohyon,ngajak gelud ya lu!" Dongpyo maju dua langkah sambil menunjuk-nunjuk adiknya yang terlihat begitu tinggi
"Apa lu kecil,berani sama gua?" Dohyon menatap dongpyo di bawahnya dan memperlihatkan senyum meremehkannya

"Gua kakak lu bocah! Sopan dikit napa" Dongpyo mulai mendorong tubuh dohyon yang lebih besar darinya
Dohyon yang merasa di tantang balas menatap kakaknya sengit

"Hey hey ngapain kalian?" Seungwoo yang melihat anaknya mulai bertengkar buru-buru berlari menghampiri keduanya
"Udah udah jangan berantem,dohyon mandi sana,pyo pake baju" Seungwoo memijat pelipisnya,terlalu pusing menghadapi kedua anaknya

Sedangkan di sisi lain,dongpyo mendengus sebal sambil menghentakan kakinya menuju kamar,dohyon juga pergi meninggalkan seungwoo yang masih berdiri di sana

"Daddy bantu mimi rapiin baju!" Seungwoo menghela napas,dengan langkah gontai ia berjalan menghampiri istrinya di kamar

"Iya mi iya!"

。。。

Sekarang jam menunjukan pukul 7 malam,keluarga han sudah rapi dan siap berangkat ke pantai,ya hari ini mereka berniat merayakan tahun baru di pantai bersama dengan penghuni kompleks yang lain

"Udah siap semua kan?" Seungwoo menolehkan kepalanya ke belakang,memastikan anak-anaknya sudah duduk rapi dengan barang bawaan yang lengkap

"Uda daddy" Dongpyo menyahut pertanyaan seungwoo sambil tersenyum senang,sedangkan dohyon yang duduk di sampingnya hanya menatap acuh,tak peduli dengan keadaan sekitar

"Ok kita jalan ya" Seungwoo melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup cepat menuju pantai,karna jika seungwoo santai-santai kemungkinan besar mereka baru sampai di pantai saat tengah malam

Mereka akhirnya sampai setelah satu jam perjalanan
Dongpyo yang kelewat exited buru-buru turun dari mobil dan menghampiri hyeongjun yang sedang memanggang ikan

Berbeda dengan kakaknya,dohyon berjalan lebih santai,harus stay cool katanya

"Dohyon!" Dohyon tersenyum sumringah melihat jinwoo yang berlari mendekat ke arahnya
"Heyy" Dohyon mengusak pelan surai hitam jinwoo yang tertiup angin pantai

"Ayo ke sana,aku bakarin ikan buat kamu" Jinwoo menarik tangan dohyon kemudian berlari kecil menuju kerumunan orang yang sedang memanggang

Dohyon memperhatikan sekitarnya,semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing
"Ini do" Jinwoo tiba-tiba datang dari samping sambil membawa dua tusuk ikan bakar,dan menyodorkan salah satunya pada dohyon

Dohyon tersenyum kemudian mengambil ikan yang di sodorkan jinwoo
"Makasih ya,harusnya aku yang bakarin ini buat kamu" Dohyon mulai memakan kulit ikan yang terasa gurih dan pahit di satu waktu

"Gapapa,kan aku dateng duluan" Jinwoo tersenyum manis membuat dohyon gemas sendiri

Lain waktu lain tempat,di sisi lain yang tak jauh dari tempat dohyon,ada jungmo dan yunseong yang tengah cengo menatap laut malam,keduanya bingung ingin melakukan apa,mau bantu bakar ikan tapi sudah banyak orang di sana

"Kak,ga sama kak mini?" Jungmo yang sedaritadi diam akhirnya membuka suara
"Mini nya lagi bikin vlog tuh,canggung kalau aku tiba-tiba nimbrung" Jungmo mengangguk paham,kini suasana kembali hening

Jungmo menatap ke depan,di sana terlihat wonjin yang sedang duduk berdua dengan minkyu
Jungmo menghela napasnya,wonjin bilang ia akan mengungkapkan perasaannya pada minkyu

Kalau di pikir-pikir minkyu sepertinya suka pada hyungjun,dan jungmo tau itu,bahkan mungkin satu sekolah pasti akan tau ketika melihat betapa bucinnya minkyu yang memberikan payungnya pada hyungjun dan memilih berjalan ke parkiran dengan keadaan hujan-hujanan,tapi memang sepertinya wonjin terlalu bodoh untuk menyadarinya

Jungmo cukup lama memperhatikan,sampai pada akhirnya minkyu menepuk pelan bahu wonjin dan berlalu pergi

Wonjin menundukan kepalanya dan bahunya bergetar,begitu jelas dari jarak pandang jungmo,sudah dapat di pastikan wonjin pasti menangis
Jungmo akhirnya bangun dari tempat duduknya,berjalan menghampiri wonjin yang masih menangis sendirian

"Hei,what's wrong?" Jungmo menepuk bahu wonjin dan mendudukan pantatnya tepat di samping wonjin
Wonjin masih diam,tubuhnya semakin bergetar dan terdengar isakan kecil di sana

Tiba-tiba wonjin memeluk erat tubuhnya,jungmo sedikit kaget mendapat pelukan tiba-tiba dari wonjin,tapi akhirnya ia membalas juga pelukan wonjin

Jungmo terkekeh pelan ketika merasakan bajunya basah
"Kenapa?" Jungmo mengelus rambut wonjin penuh sayang

Wonjin mendorong tubuh jungmo perlahan,meminta pelukannya di lepas
Jungmo mencubit gemas hidung wonjin yang memerah,dan tangannya turun mengelap ingus yang terus turun dari hidung wonjin

"Udah jangan nangis lagi ya" Jungmo tersenyum manis kemudian di balas anggukan oleh wonjin
"Aku pokonya harus mupon" Wonjin memajukan bibirnya lucu,jungmo yang melihatnya mencubit pipi gembil wonjin dengan gemas

"Ada aku di sini,wonjin" Jungmo berbicara dengan suara yang sangat pelan
"Ha? Apa?" Wonjin menatap jungmo bingung
"Ah gapapa,ini pasirnya masuk ke celana aku" Wonjin tertawa terbahak melihat ekspresi jungmo
"Ayo kita samperin yang lain" Wonjin menarik tangan jungmo pergi

。。。

"Juno juno sini!" Eunsang yang tadinya sedang melihat kerang tiba-tiba menarik tangan junho yang berdiri tak jauh darinya
"Kenapa esa?" Junho mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang di tarik paksa oleh eunsang

"Liat deh,itu bagus ya cangkang nya" Pandangan junho teralihkan mengikuti tangan eunsang yang menunjuk sebuah cangkang kerang yang bercorak cantik di dekat keduanya

"Iya cantik,esa mau?"junho menatap eunsang di sampingnya
" Mau,tapi takut masih ada hewan di dalamnya" Eunsang menundukan pandangannya,junho tersenyum sekilas kemudian berjongkok,tangan kanannya meraih kerang kemudian menyodorkannya pada eunsang

"Juno!" Eunsang menjerit ketakutan,tangannya terangkat guns menutupi wajahnya
"Hey hey,kenapa?" Junho bangun dari posisi duduknya kemudian mengelus lembut bahu eunsang

"T-takut ada hewannya" Eunsang perlahan menurunkan pandangannya dan menatap junho
"Ga ada esa,aku ga bakal kasih ke kamu kalau masih ada hewannya" Junho mengusak pelan rambut eunsang sambil tersenyum manis

"Jadi,mau di ambil ga?" Eunsang menganggukan kepalanya sebagai balasan,kemudian junho kembali berjongkok untuk mengambil kerang
"Nih,simpen ya" Junho menyodorkannya pada eunsang

Eunsang terlihat begitu senang,matanya berbinar menatap cangkang kerang di tangannya
"Makasih juno" Eunsang tersenyum senang,membuat pipinya naik dan matanya menyipit

"Apapun buat kamu sa" Junho mengecup pipi eunsang,membuat eunsang terdiam,pipinya memerah hingga ke telinga
"Juno,eunsang malu" Eunsang menutupi wajahnya dengan kedua tangan

"Hahaha,habisnya kamu lucu,aku ga tahan pengen cium" Junho terkekeh pelan,kemudian keduanya melanjutkan langkah kaki yang sempat terhenti

"Eunsang! Junho! Jangan pacaran aja,pamali!"

"Umi!"

.
.
.

Happy new year:*
Enjoyyy
-anya

KELUARGA BERINGIN [Pdx101 ft Pd101 S2]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang