36. Rindu

4.1K 385 13
                                    


Hari telah berganti , lamanya Lisha di rumah sakit , kini Lisha memutuskan kembali ke pesantren.
Sempat mama , papanya mengajaknya kembali ke jakarta namun , Lisha menolaknya dan tetap di pesantren.

Sampainya di kamar , Vira langsung memeluk Lisha dan menangis , Lisha membalas pelukan Vira dan ikut menangis.
Beban di hatinya kini telah berkurang dan siap menjalani harinya.

~==============~

Lisha kini berada di belakang pesantren , dia menatap tombok pembatas yang pernah dia panjatin saat berusaha kabur dari Pesantren.

"Eeegggh... Huuff , dikit lagi Lisha " ucap Lisha berusaha untuk memanjat tembok.

"Mau kabur?" ucap seorang laki laki.

Lisha mendengarnya terkejut , sehingga tangannya tak mampu menahan tubuhnya dan akhirnya

Brukk...

Lisha terjatuh ke atas tanah.

"Astagfirullah" ucap Lisha menahan rasa sakit.

"Iiihh... Siapa sih?" ucap Lisha kesal dan berbalik.

Ia melihat wajah Gus Azmi saat itu

Banyangannya masa itu membuat Lisha tersenyum sambil mengeluarkan air mata , dia mana pertama kalinya ia bertemu dengan Gus Azmi.
Tatapannya kini tertuju di bawah pohon di mana Gus Azmi menakut nakuti nya.

"Jangan tidur di sini" ucap Gus Azmi.

"Emang kenapa?" ucap Lisha yang masih memejamkan matanya.

"Cuman ngingatkan saja , di sini ada penghuninya" ucap Gus Azmi langsung meninggalkan Lisha sendirian.

"Hah...!! Eh jangan main ninggalin " teriak Lisha langsung mengejar Gus Azmi.

Senyum Lisha kembali terukir saat mengingat itu , betapa indahnya dulu , dia bisa kenal Gus Azmi  ,menyukainya dan mencintainya.

Banyak kenangan Lisha ingat, di mana Gus Azmi selalu mencarinya bila hilang , menjaga Lisha saat di rumah sakit dan mengajari Lisha .

Lisha kembali menangis dan menundukkan kepalanya.

"Gus Azmi , Lisha gak bakal lupain Gus Azmi sampai kapan pun" lirih Lisha.



Hari demi hari , kesibukan Lisha kembali di pesantren , Lisha sibuk dengan hafalan , kelasnya siang malamnya , mengaji , belajar , dan kesibukan lain lainnya.
Ia hidup seperti biasa tampa beban lagi .






~==============~



Lisha menyandarkan kepalanya di sofa yang empuk , betapa lelah nya ia hari ini , kini ia menjadi Salah satu Ustadzah di pesantren nya sendiri karna ke pintar nya dalam bidang menghitung , dan juga Agama.

"Heeiii,,, udah pulang Lisha udah pulang" ucap seorang lelaki lebih tua dari Lisha , sekitar beda 3 tahunan.

"iya kak" ucap Lisha.

"Umur masih dua puluh satu udah cepat capek" ledeknnya duduk di samping Lisha.

"Ihhh... Ko nyebelin sih? kak nanti aku laporin ke tante Raina baru kapok " ucap Lisha mengancam.

"Eh , Rayan Aditrama Basyir gak bakal kamu laporin ke ummi , soalnya kakak ganteng" ucapnya kepedean.

Lisha diam dan menatap Rayan , dia sangat beruntung mempunyai kakak seperti Rayan , walaupun pun bukan kandung , tetapi mereka ingin beradik kakak .

"Yah udah deh , Lisha ngalah , besok sebagai Gantinya ,kakak anter jemput Lisha dengan jam yang tepat" ucap Lisha.

"Oke adikku, makasih adekku yang cantik" pujinya.

"Ingat umur kak , lebay nya selangit" ucap Lisha sambil menahan tawanya.

"Iya , mentang mentang lebih muda dari kakak , sana Mandi , Abis mandi tidur , besok ngajar ingat...!"

"Oke kak , oh tante Mana?" tanya Lisha.

"Ke Jakarta "

"Oh" ketus Lisha langsung berlari ke kamarnya.

Yah Lisha kini Tinggal di rumah Tante Raina , hubungannya dan keluarga baik , kaffah yang kini berada di Yaman melanjutkan pendidikan nya di sana , Lisha sempat berfikir tetapi dia memutuskan menjadi ustadzah di pesantren nya.

Lisha selesai membersihkan dirinya dan menyiapkan baju untuk ia kenakan besok.
tatapannya terfokus ke Jilbab berwarna Biru , Jilbab yang Gus Azmi berikan saat Lisha berhasil memenangkan olimpiade.

Senyum terukir di wajah Lisha , ia mengambilnya dan mencocokkan baju dengan warna merah maron.

"Gus Azmi" cuman Lisha tersenyum.
Tak lama air matanya kembali mengalir bila mengingatnya .

Ia menunggu sosok Gus Azmi saat ini , mengharapkannya seperti sikap Lisha saat ini.
Tetapi Lisha tidak ingin terlalu mengharap , karna ia tidak ingin mengharap sebesar harapannya menuju jannah.

Lisha menidurkan tubuh nya di tempat tidur.
Ia berdoa dan memejamkan matanya .



~=============~


"Kak jangan Lupa jemput Lisha , malam jam 20.30 ingat !" ucap Lisha.

"Iya Lisha , kakak jemput"

"Kalau kakak butuh apa apa , telfon Lisha"

"Biasanya kamu yang hubungi kakak kalau ada apa apa" ucap Rayan terkekeh.

" iihh nyebelin , Lisha pergi dulu assalamualaikum" ucap Lisha menyalimi tangan Rayan.

"Waalaikumsalam , ingat jangan lupa senyum" ucap Rayan.

"Iya "

Lisha keluar dari dalam mobil dan berjalan memasuki gerbang.
Rayan tersenyum melihat Lisha dan menjalankan mobilnya meninggalkan Lokasi pesantren.

"Assalamualaikum Lisha"

"Waalaikumsalam Vir "

"Sha , sebentar ngawas Hafalan ?" tanya Vira.

"Iya , nanti kamu Ngajar jam berapa?" tanya Lisha.

"Jam 8 nanti , nanti mereka harus ruangan komputer , sambil nyari penemuan kimia" ucap Vira.

"Oh , yah udah aku ke ruangan ku dulu yah , assalamualaikum"

"Waalaikumsalam" jawab Vira dan berjalan menuju ruangannya.



~============~

Sebelum Lisha mengawas hafalan anak Santri ,Lisha menyempatkan Diri untuk duduk di bawah pohon belakang pesantren .
Ia memejamkan matanya sambil menyebut nama Allah di sana.

Damai tenang , ia rasakan , hembusan angin menusuk sela sela tubuh.

Menunggu seseorang datang tampa kabar.
Sudah empat tahun , Lisha tidak pernah mendengar kabar dari Gus Azmi.
Merindukan nya , Lisha selalu ke tempat ini agar rasa Rindunya tidak terbebani.

"Ya Allah , jika cintai ini darimu , tolong buatlah rasa cintaku kepadamu melaluinya dan tenangkan hati hamba saat merindukannya" lirih Lisha dan menundukkan kepalanya.



______________________________________

Assalamualaikum ...

Gk kerasa udah part 36 😁, tapi vote nya dikit amat😑 , abis baca budidayakan vote kek biar rajin lanjutin nya gitu.

Jangan lupa vote😉

The Santri love story 💙Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang