Chapter 16

603 63 0
                                    

Myungsoo masih duduk dikursi kemudi walau dia sudah sampai dirumahnya, Sohee dan Ibunya memilih menginap dirumah Heechul dengan alasan capek padahal rumah mereka hanya berjarak 2 km saja. Myungsoo menoleh ke bangku samping, dia melihat kotak yang berisi surat yang ditaruh Suzy disana setelah Myungsoo mengantarkan gadis itu pulang. Dia mengingat perkaatan gadis itu sebelum dia pulang kerumahnya.

"Bacalah, maka kau akan tahu kenapa ayahmu menghilang selama 17 tahun."

"Karena memang dia playboy makanya pergi begitu saja dengan wanita lain"

"Anggap saja begitu. Namun setiap masalah pasti ada sebabnya maka itu bacalah surat dari nona Yoon maka kau akan menemukan jawabannya. Masalahmu itu mudah tapi kau yang mempersulit dirimu sendiri"

Haruskah?
Myungsoo keluar dari mobilnya dengan membawa kotak tersebut masuk rumah dan menaiki kamarnya yang ada dilantai atas. Myungsoo duduk dan menimang apakah harus membuka kotak tersebut atau tidak.

Myungsoo terdiam sebentar dikursi samping jendela sambil membuka satu persatu surat dan juga foto masa kecilnya. Heechul sepertinya banyak memiliki fotonya dan Sohee dari berbagai usia mereka.


Tahun 2000

Myung, kau sudah kelas 3 SD dan menjadi kakak yang tangguh untuk Sohee. Mengingat waktu kanak-kanak kau selalu bersikap bossy pada yang lain yang mengganggu adikmu.
Maafkan ayah yang pergi karena merasa cinta ku dan ibumu hambar, ayah pergi untuk meneruskan bisnis keluarga ayah diamerika yang sedang ada masalah. Kau memang masih kecil dan belum mengerti. Ayah ingin membawamu dan juga Sohee namun ayah tahu kau akan terlantar jika aku bawa makanya ayah membiarkanmu hidup bersama ibumu dan keluarganya. Walau ayah ingin menjadi ayah normal sama seperti yang lainnya namun lagi-lagi ayah egois membiarkan ego menguasai. Banyak hal yang ingin ku lakukan untukmu seperti membacakan dongeng untukmu setiap mala., bermain bola denganmu, dan melakukan banyak hal lainnya bersamamu. Namun maafkan ayah yang tidak bisa berbuat apa-apa karena perusahaan kakekmu yang juga membutuhkan ayah lagi-lagi membuat ayah menjauh, ayah harap kau mengerti.

Myungsoo menutup surat pertama, kemudian dia mengambil lagi amplop lainnya secara acak dan membukanya.



Tahun 2007

Myung, kau adalah putraku yang cerdas dan semakin hari semakin tampan seperti ayah. Hari ini kau kelulusan dari Junior High School menuju SMA favorit yang ibumu pilihkan. Ibumu mengirimiku banyak fotomu dengan Sohee yang membuatku semakin bangga padamu. Myung, beberapa hari ini ayah bertemu wanita amerika bernama Jessy. Dia cantik dan baik, ibumu bilang bahwa kami cocok dan harus menikah jika saling cinta. Apakah kau akan merestui ayahmu? Ayah tidak tahu kenapa ayah jadi begini padahal dulu cinta ayah untuk ibumu sangat menggebu-gebu hingga ayah slalu menggagalkan kencan buta ibumu dengan banyak pria. Awalnya aku pikir karena aku mencintainya makanya aku slalu berusaha dia tidak dimiliki orang lain. Tapi sejak kelahiran Sohee rasa cinta kami mulai hambar dan memutuskan pisah ranjang? Apa kau akan mengerti keadaan kami? Atau kau akan membenci keegoisan kami. Tapi kami slalu sayang padamu dan Sohee dimanapun kami berada. Myung, kami mencintaimu. Jadilah pria baik yang menjaga ibumu dan adikmu.

Myungsoo meneteskan air matanya. Dia mengambil lagi amplop ketiga dan membukanya.

Tahun 2012

Myung, kau semakin tampan dan ibumu mengeluh bahwa sejak SMA kau menjadi seorang player. Apakah itu benar? Ibumu memang jarang menghubungiku dan setiap menghubungiku dia mengirimkan fotomu dan Sohee serta berkeluh kesah. Ada apa denganmu Myung? Selalu dirimu yang membuatnya sakit kepala. Aku menawarkan untuk membawamu ke ameriks namun ibumu takut kau akan semakin menjadi player sama sepertiku. Bukankah kita ini sama? Inilah bukti bahwa darah dan pertalian keluarga tidak bisa dibohongi. Aku tidak tahu jika sifat playerku menurun padamu padahal harapanku saat kelahiranmu adalah kau menjadi pria yang bertanggung jawab, jangan player sepertiku. Aku sudah berusaha hidup satu cinta namun godaan wanita cantik memang tidak bisa dilewatkan hahaha. Kau mungkin marah melihatku diTV yang sering muncul menemaniku tapi percayalah mereka hanya teman kencan yang ingin uangku, beberapa kali aku menawarkan ibumu namun dia menolak karena sibuk dikantor dan butiknya. Hmmm... Myung, ayah tidak pernah berniat menjauh tapi ayah takut kau dan Sohee menolak ayah. Setiap mengumpulkan keberanian namun ayah takut lagi dan itu terus berulang hingga tanpa sadar kau dan Sohed smakin dewasa. Ibumu slalu meyakinkanku bahwa kalian anak yang baik namun jiwaku tetap saja ketakutan jika kalian menolakku hingga membuatku terapi ke psikiater. Maaf, maaf, maaf hanya itu yang bisa ku katakan namun aku menulis banyak surat yang ntah kapan aku punya keberanian memberikannya untukmu. Untuk anak laki-laki yang dulu slalu ku harapkan kehadirannya saat pertama kali ibumu berkata dengan gembira jika dirinya tengah hamil. Aku slalu menyayangimu nak walau aku tahu kau pasti membenciku yang bertahun-tahun tidak muncul, tapi skali lagi maafkan aku dengan segala ketakutanku.

Waves of Life  [Myungzy Family] √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang