Panggil Aku Charles

460 14 0
                                    

Abank Tommy, salah seorang penghuni kelas 9D dari spesies terongzz  yang (menganggap dirinya) tampan dan berani. Nama yang tidak terkesan ndeso dan kamseupay tapi juga tidak terlalu high class.

Namun, setelah meminta persetujuan dari pihak yang bersangkutan, Abank Tommy meminta namanya disamarkan menjadi Charles  (walaupun sudah terlanjur ketahuan siapa nama aslinya). Mungkin Abank To-ehem, maksud saya Charles- tidak ingin namanya terekspos dalam cerita karangan gak jelas yang bisa merusak citra dan harga diri seorang Charles. Nama panjang kita samarkan demi keselamatan bersama.

Abank Tommy yang sudah berganti nama entah sejak kapan menjadi Charles ini adalah salah satu dari sekian biji bawahannya sang baginda- maharaja-Kevin. Charles bisa dibilang cukup setia kepada Kevin dengan harapan bisa menjumput sedikit lembaran di dompetnya.

Badannya tinggi, setinggi sutet. Poni lempar yang disisir ke samping hingga menutupi jidat nonong berjerawatnya. Rambut yang selalu rapi dan sangat klimis-kinclong-bling-bling karena gel rambut bermerek B&B Kids dengan gambar Ben10 yang selalu dipakai. Parfum beraroma menyengat oleh-oleh dari neneknya ketika beliau naik haji (pada tau kan menyengatnya kayak gimana) yang selalu dipakai berlebihan sampai keteknya basah oleh parfum. Sepatu kets yang terus gonta-ganti namun bermerek sama semua karena mengincar hadiah mobil-mobilan mini. Mata yang bulat dan belok seakan-akan bisa loncat keluar dari rongganya kapan saja. Muka yang pas-pasan sama seperti kapasitas otaknya dan hampir tidak pernah tersenyum entah karena apa. Tapi jika dilihat dari raut wajahnya, sepertinya hidupnya tidak pernah bahagia.

Setiap hari Charles selalu memasang wajah dekil memelas yang jeleknya gak karu-karuan. Entah mungkin dia butuh perhatian dari mantannya yang saat ini sudah pindah ke lain hati meninggalkan Abank Charles menduda. #eaaa..

Ketika istirahat pertama tiba, Abank Charles langsung melesat ke kantin untuk membeli makanan andalan yang selalu dibelinyaa..

..permen Yuppi..

Dia bilang sih lebih hemat dan efisien karena murah dan tahan lama.

Saat jam istirahat kedua, Abank Charles selalu memakan bekal buatan sang Bunda tercinta yang dimasak sepenuh hati. Dikemas dalam sebuah tepak makan sederhana berwarna pink bergambar Hello Kitty yang imut unyu-unyu bingitz. (bukan, bukan. Bukan Hello Kitty rivalnya mbak Hanna). Tidak lupa botol minum yang tidak kalah imutnya bergambar Monokurobo dengan gantungan panjang bertuliskan Keep Calm and Be Handsome.

Sebagai tambahan, sang Bunda selalu menyelipkan secarik kertas bertuliskan "Dihabisin ya sayang. Mama gak mau kamu mati kelaparan."   Pesan itulah yang memicu semangat Abank Charles untuk memakan bekalnya dengan penuh nafsu, gairah dan hasrat yang membara.

Bekal yang dibawanya pun selalu dihabiskan hingga bersih tak bersisa. Semua sayur, butir nasi, daging, bahkan seekor ulat kecil yang tidak sengaja terbawa oleh lembaran daun sawi pun ikut raib dan sudah berpindah ke dalam perut Abank Charles.

Bukannya Abank Charles tidak tahu kalau ada ulat kecil ikut termakan. Dia memang sengaja memakannya karena tidak ingin pengorbanan sang ulat kecil yang mati terrebus menjadi sia-sia. Daripada jenazah ulat itu terbawa arus air bekas cuci piring ke selokan, lebih baik disemayamkan dengan lebih layak di septic tank lewat perantara saluran pencernaan Abank Charles.

Abank Charles ini sebenarnya orang yang baik. Tapi sayang, kebaikannya itu sering disalah gunakan oleh orang lain yang telah dibutakan mata hatinya. Contohnya adalah Kevin. Meskipun Abank Charles adalah salah satu bawahan Kevin, dia dan komplotannya senang menganiaya Abank Charles. Poor you Abank. Tapi Abank Charles tetap tabah. Dia selalu bisa memotivasi dirinya sendiri.

"Tahan Char, tahan. Orang ganteng selalu disayang Tuhan. Inget isi dompet. Inget Char!"

Kenyataan yang sangat memilukan mengingat dia adalah teman sekelas saya sendiri.

Maafkan daku yang telah menistakan dirimu...

Being  4L@¥  iz  AWESOMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang