Chapter 19 (END)

3.2K 175 23
                                    

Aki membuka matanya perlahan dan menyadari dia tertidur di kursinya. Dia menoleh ke samping dan melihat Sean juga tertidur di kursi.

"Astaga, kami ketiduran..." Aki menggosok matanya dan menyentuh pelan bahu Sean. "Sean, sudah pagi. Kita ketiduran."

Sean membuka matanya dan menatap Aki bingung. Kemudian tiba-tiba terlompat membuat Aki kaget.

"Kita ketiduran?? Di sini??" Sean berdiri dengan syok.

Aki tertawa dan berdiri sambil meregangkan tubuhnya. "Kenapa kamu sekaget itu?"

"Biasanya Hwang pasti mencariku kalau aku tidak ke kamar," jawab Sean sambil merapikan rambutnya dan melirik komputer. "Hei, ayo kita lanjutkan setelah mandi dan sarapan?"

Aki ingin mengangguk dan teringat kalau dia bahkan tidak mengabari Haru.

"N-nanti ya, aku pulang dulu sebentar." Aki langsung berbalik dan buru-buru membuka pintu ruangan.

"Ah! kalian di sini! Harusnya aku cari ke sini," kata Hwang yang muncul dari balik pintu.

"Uwah!" Keduanya kaget karena Hwang yang tiba-tiba muncul.

"Aki-kun, Sean, kita ada latihan nanti siang. Ini jadwalnya," kata Hwang mengeluarkan ponselnya.

"Hwang, maafkan aku, aku mau pulang sebentar," kata Aki sambil mengeluarkan ponselnya dan membungkuk sebelum berjalan meninggalkan mereka.

"Aki-kun, kamu mau kemana? Ayo siap-siap, setelah ini kita akan briefing untuk rencana MV kalian, kita akan mendatangkan produser khusus untuk MV kali ini," kata Chihiro dari belakang Aki.

Aki berbalik dengan bingung. "Apa aku bisa pulang sebentar?"

"Kenapa? Bajumu tidak ada? Aku akan pesankan yang baru, kamu mandi dulu, bajumu akan disiapkan di kamar," jawab Chihiro dan berbalik. "Jam 8 kita akan mulai briefing, jangan terlambat ya?"

Aki melirik layar ponselnya yang menunjukkan jam setengah 8. Aki berlari ke kamarnya dengan ponsel di telinga.

Haru terbangun ketika ponselnya berdering. Haru mengambil ponsel dan tersenyum saat tau siapa yang menelepon.

"Haru-chan! Maafkan aku tidak mengabari tidak pulang tadi malam. Aku ketiduran saat sedang membuat lagu. Aku ingin pulang hari ini tapi Chihiro-san sudah memberi jadwal untuk pagi ini, maafkan aku..." kata Aki sambil menutup pintu kamar. Dia berbicara dengan cepat namun kemudian nadanya berubah sedih.

"Tidak apa, aku tau kamu sibuk Aki. Kamu harus semangat. Jangan khawatir tentangku," jawab Haru tersenyum lembut.

"Tapi aku ingin pulang, setidaknya bertemu kamu sebentar," jawab Aki sambil memasuki kamar mandi.

"Kalau kamu sempat, pulanglah. Tapi kalau tidak jangan dipaksakan. Setidaknya bisa menelepon sebentar seperti ini sudah cukup."

"Haru-chan..." mata Aki berkaca-kaca. Aki tau Haru ingin dia ada di sana sekarang. Apalagi dalam kondisi seperti itu. Namun Haru hanya memikirkan Aki saja. Sampai tidak mau menganggu pekerjaannya.

"Kalau aku sempat, aku akan pulang. Haru-chan tunggu ya? Kabari aku juga bagaimana perkembangan soal itu. Jangan kamu simpan sendiri. Aku ingin di saat sulit pun ada bersamamu, Haru-chan."

"Kamu selalu ada untukku Aki, aku tau itu. Jangan khawatir."

"Baiklah, nanti aku telepon lagi ya? Haru-chan, ganbare," ucap Aki lembut.

"Omae mo, Aki."

###

Haru membuka pintu yang belnya berdering heboh. Dan kaget saat melihat Reishi, Keita, serta Satoshi, direktur rumah sakit dan banyak dokter juga perawat berdiri di depan apartemennya.

The Time I Have For You (Yaoi) [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang