12| The Weeping

327 47 118
                                    

Warning!

-Welcome to Sirius Aequum Sapientes-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Welcome to Sirius Aequum Sapientes-

-Welcome to Sirius Aequum Sapientes-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

High Class Mahawira

BAGIAN 2
12| The Weeping

Enjoy For Reading

"Apakah air mata bisa menyembunyikan rasa keegoisanmu?"

🎬

"Aku harus menulis surat wasiat sebelum terlambat," gumam Dika kepada dirinya sendiri. Pemuda itu sejak tadi hanya mengacak rambutnya dan berkata hal-hal yang mengerikan.

Garuda tidak bisa menghentikan Dika karena dia juga sama frustrasinya dengan pemuda itu. Dia berpikir ide untuk menulis warisan tidak buruk, walau yang dia tinggalkan hanya berupa tas hitam besar yang selalu membuat Lukman dan Yena penasaran.

Unit Kesehatan Altair tergolong cukup besar. Unit itu hanya memuat empat ruangan yaitu ruangan obat, kamar mandi, ruangan rekreasi sekaligus ruang ganti dan kamar pasien yang digabung dengan meja dokter. Selain bau obat-obatan yang cukup menyengat, Garuda tidak menemukan hal-hal yang menyebalkan lainnnya selain keberadaan Aceville Orlando yang mendapat tugas jaga.

Mengenai Aceville, Garuda bisa menebak kalau pemuda itu hendak menemui Ivy, Claudya dan Arin karena mereka bertiga adalah ketua kelas. Garuda tidak khawatir karena Aceville hanya memberi laporan (peringatan) tentang apa yang dia lihat.

Selain Aceville yang mungkin berada di Gedung Utama B, tidak ada yang menjaga unit kesehatan.

"M-maaf, aku minta maaf. Aku salah!" Gema berteriak seraya mengguncangkan lengan Garuda dan Dika secara bergantian. Pemuda itu bahkan surat bersujud lengkap dengan derai air mata yang membuat siapa saja iba kepadanya.

"Ya, kau salah," kata Garuda seraya menyisir rambutnya kebelakang ketika Dika berusaha menangkan Gema dengan cara melemparnya ke ranjang pasien. "Diamlah!"

[3] High Class Mahawira 🔚Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang