Jangan lupa vote dan komen ya..
*Baca dulu part sebelumnya
~•~
Seli, Mira, dan Fion menatap keduanya tidak percaya. Sementara Reza semakin panas dibuatnya. Cowok itu sontak menggenggam pergelangan tangan Seli diam-diam dan menariknya mundur.
Seli pun berusaha melepaskan genggaman itu tanpa suara. "Ih apaan sih, di sini kita pura-pura gak kenal ya!" pekiknya berbisik.
"Kenapa lo gak bilang kalo dia suka bunga matahari??" protes Reza pelan-pelan.
Gadis itu mengangkat bahunya. "Ya lo gak nanya."
"Ekhem!" Mira mendehem keras, sengaja menyindir Angga dan Putri yang melupakan mereka.
Fion langsung menyaut. "Makan yuk, laper nih," ajaknya.
Sementara Reza sontak menjauh dari Seli dan mengangguk setuju. "Ayo!"
"Kuy, ayo cantik." Angga merangkul Putri dan berjalan mendahului mereka.
Putri berusaha melepaskan rangkulan itu. "Heh! Lepasin gak?!" ketusnya berontak.
Angga makin mengeratkan tangannya. "Enggak," lalu tersenyum manis sambil menatap ke sekeliling.
"Idiih makin deket aja mereka. Nih Angel kalo ngeliat bisa ngamuk nih," ujar Mira lalu berdecak kagum.
Sedetik kemudian, mereka berempat mengikuti Angga dan Putri dari belakang. Menuruni eskalator berenam meninggalkan Seli dan Reza di barisan paling belakang.
Tiba-tiba terdengar lagu k-pop favorit Mira sehingga gadis itu pun sontak menggerakan badannya sesuai ketukan. Fion yang tepat di sampingnya merengut seraya memundurkan badannya.
Dan berkomentar. "Heh bisa diem gak? Nanti eskalatornya roboh nih dinaikin elo!"
Mira mengangkat sudut bibir atasnya sambil menatap Fion atas-bawah. "Dih siapa lo? Terserah gue lah!" balas gadis itu lalu melanjutkan dance dadakannya.
"Gue yang punya mallnya," ketus Fion sembari memutar mata.
"Nyenyenye." Mira mendorong-dorong Fion sesekali dengan melebih-lebihkan dancenya.
Fion pun makin tidak nyaman dan menangkis semua serangan dari Mira dengan punggung tangannya. "Eh eh, udah woy!" keluhnya.
Bukannya diam Mira malah makin menjadi-jadi. Sehingga hanya mereka berdua yang berisik di antara pengunjung lain.
Mata Reza tak putus pandangan dari Putri. Terlihat gadis itu memasang wajah datar dan membiarkan tangan Angga berada di lehernya seolah tidak peduli. Hal itu membuat Reza cemburu dan dia memukul gagang eskalator dengan tangannya.
Sedang asik melihat indahnya interior mall, Seli terkejut saat terdengar dentuman dari arah Reza di sampingnya.
Dia menoleh kaget. "Eh apaan sih?" tanyanya kaget.
Reza tidak menjawab, lain hal karena suara riuh dari Mira dan Fion yang bertengkar.
Lima detik kemudian mereka sampai di lantai bawah. Tepat di sebelah sisi kanan mereka, nampak restoran cepat saji dengan beberapa orang yang duduk dan makan di sana. Terlihat juga antrian pendek di depan meja kasir berwarna merah dan anak-anak yang berlarian dengan tangan kanan memegang ayam.

KAMU SEDANG MEMBACA
MATSA [ Tamat ] 𝗿𝗲𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶
Teen FictionHanya cerita si cewek yang mati rasa bernama Putri. Sudah berkali-kali dikecewakan oleh cowok-cowok yang selalu mempermainkan dirinya, membuat Putri menutup diri dan tidak peduli lagi dengan apapun yang berhubungan dengan laki-laki, apalagi ternyata...