12-need time-

263 36 5
                                    

Selamat membaca bagi para readers baru dan readers lama. Semoga kalian suka cerita ini
-
-
Terima kasih yang sudah memberi vote ☆.
-
-
Menerima kritik dan saran. Dan jika ada yang ingin ditanyakan kolom komentar 💌 terbuka untuk semua, terima kasih.

SELAMAT MEMBACA🤗






Jennie dan Bobby sedang berada diperjalanan pulang mereka sengaja berjalan kaki karna mayoritas orang New York lebih memilih berjalan kaki saat berpergian dengan jarak dekat.

"Bob"

"Hmm"

"Hanbin sudah memiliki istri" ucap Jennie tiba tiba Bobby langsung menghentikan langkahnya dan menatap wajah Jennie dengan tatapan bingung.

"Apa yang kau katakan?"

"Iya Hanbin sudah menikah... kau tau saat kemarin aku ingin menyatakan perasaanku padanya.. dia malah memberitahuku kebenaran yang begitu menyakitkan..." Jennie tak sanggup melanjutkan perkataanya air matanya mengalir begitu saja, Bobby pria itu dengan cepat menghapus air mata Jennie.

"Sulit dipercaya Jen, kenapa dia tidak bicara dari awal?"

"Mana aku tahu... sudahlahh... Bob kau mau kan membantuku?"

"Tentu saja aku akan melakukan apapun untukmu"

"Haha kau ini, aku ingin kau membantuku melupakan Hanbin" ucap Jennie dengan mantap walau hatinya masih terus merasakan rasa sakit.

"Kau?.. meminta bantuan itu padaku?" Tanya Bobby tak percaya dan dijawab anggukan singjat dari Jennie.

"Jika tidak meminta bantuan darimu.. lalu aku akan meminta bantuan pada siapa?"

"Ahh iya aku lupa kau kan hanya memilikiku saja" Ucap Bobby dengan nada menyebalkan.

Plak

Jennie memukul bahu Bobby

****

"Kau masih ingat dengan Jennie?" Tanya Hanbin pada Lisa yang kini sedang menyantap pizza miliknya.

"Tentu saja, gadis yang kau ceritakan waktu itu kan?"

"Ah baguslah jika kau masih mengingatnya"

"Memangnya ada apa?"

"Dia mencintaiku"

"Apa? Bukan waktu itu kau bilang dia sangat tidak menyukaimu?"

"Iya itukan dulu... aku benar benar terkejut saat mengetahui itu... Bobby pria yang mencintai Jennie yang mengatakan itu padaku.... dan setelah itu Jennie datang kerumahku " jelas Hanbin sambil meminum coklat panas miliknya.

"Kau menerimanya?" Tanya Lisa dengan raut wajah sangat bahagia.

"Tidak"

"Ah.. kenapa? Kau sangat beruntung dicintai oleh wanita sebaik Jennie.. walau aku tak mengenalnya tapi mendengarkan cerita darimu saja sudah cukup membuatku memahami sikap gadis itu"

"Iya aku tau tapi... hati ini, hati yang lemah ini membuatku tak bisa memberikan hati ini padanya... aku takut suatu saat nanti aku meninggalkannya..."

Lisa masih setia mendengarkan ucapab Hanbin selanjutnya.

"Kau tau?  Jennie itu memiliki masalah dalam hidupnya dia selalu berpikir bahwa orang yang dicintai dan mencintainya itu selalu pergi darinya. Aku tak bisa membiarkan duka itu semakin mendalam... jika suatu saat nanti aku meniggalkannya mungkin Jennie akan sangat stres dan berakhir dirumah sakit jiwa"

Lisa mengangguk paham "tapi bukan kah dengan kau menolaknya akan membuatnya sakit hati?" Tanya Lisa sambil menyuapkan sesuap eskrim coklat kedalam mulutnya.

"Hanya sesaat sebelum semuanya semakin jauh aku lebih memilih untuk mengakhirinya diawal" jawab Hanbin lalu mengalihkan pandangannya pada jendela restoran dimana disana bisa menunjukan indahnya New york dimalam hari.

"Tapi... aku yakin Jennie dia bisa menerimamu apa adanya.. karna dia menyayangimu lebih baik kau katakan saja yang sebenarnya pada dia... aku tidak tega karna aku tahu bahwa ini adalah cinta pertama kalian... kau baru merasakan cinta dan Jennie juga"

Hanbin menghela nafas panjang dia menatap lekat Lisa "andai saja waktuku bisa lebih panjang lagi aku janji akan mengatakan semuanya... dan mencintainya ah tidak sekarangpun aku mencintainya... hanya saja waktu.. waktu.. aku benar benar membutuhkan itu" kini Hanbin sudah terisak sambil memukuli dadanya yang terasa sesak, Lisa yang melihat itupun tak tega dia menarik tangan Hanbin yang terus memukuli dada bidangnya.

"Hentikan.. aku tak bisa melihatmu seperti ini.. maafkan aku karna sudah memaksamu sekarang semuanya ada ditanganmu..."

Hanbin pun langsung berhenti tatapannya berubah menjadi kosong ini kali pertamanya dia merasakan hal yang begitu menyakitkan dalam hidupnya.

'Kau bisa mendapatkan waktu lebih lama aku akan mencarikan seseorang yang mau merelakan hatinya untukmu'

I Love You J   [Tahap Revisi]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang