"Unnie, tamat riwayat kita sekarang!"
Kuputar bola mata malas. Geez, ini bahkan masih terlalu pagi dan asistenku ini sudah menelpon? Yang benar saja!
"Hei, Gun! Kau mau kupecat ya!? Kenapa menggangguku di pagi buta!"
"Ini bahkan sudah jam 10 pagi," Kudengar Gun menggerutu di ujung sambungan. Wow, dia berani menggerutu begitu padaku? Aku akan minta sajangnim untuk mencarikan asisten baru. Lihat saja! Kurasa, karena aku terlalu bersikap lunak pada Gun hal itu juga yang membuatnya menjadi besar kepala. Tak ada takut-takutnya sama sekali denganku. Ckck, "Yang sajangnim ingin kau ke agensi sekarang! Aish, kenapa kau selalu berurusan dengan skandal lah? Tidak bisa kah kita hidup tenang setidaknya selama setahun?"
Aku bangkit dari posisi berbaringku sambil membuka menutup mata. Sinar matahari pagi melalui celah gorden yang tertutup nampak mengintip malu-malu, membuat segaris panjang hingga ke bed-ku. Tunggu, skandal apa? Memangnya aku tukang membuat skandal apa? Aku jelas sudah diam-diam bertemu dengan orang yang dekat denganku kali ini karena Yang sajangnim begitu cerewet dan suka mengancam. Heu, padahal aku yang menghasilkan uang di perusahaan itu!
"Skandal apa? Kau selalu bersamaku kemana-mana, mengintil seperti stalker bagaimana aku bisa membuat skandal coba?" Kataku. Aku tidak bohong soal itu, Gun memang seperti apa yang kukatakan. Dia selalu bersamaku, mengawasiku dan melaporkannya pada sajangnim. Citra agensiku yang seperti pondok pesantren itu dibuat karena Yang sajangnim. Aku baru sadar kalau sepertinya aku salah masuk agensi.
"Ada yang mengambil fotomu bersama cucu konglomerat di Seoul. Sangat HOT!" Pekik Gun sambil menekan kata "hot". Pupil mataku membesar, astaga jangan-jangan yang kemarin!
Tapi, bukannya tidak ada yang melihat ya?
"Kau jelas mengantarku ke apartment kemarin." Kilahku, semoga Gun percaya.
"Tapi, di GPS titik pusatmu pergi ke Suwon."
Tunggu... "Kalian bahkan melacakku? Woah!"
"Ini untuk kebaikanmu, unnie. Kami semua sangat menyayangimu." Ucap Gun.
Aku memilih untuk tidak percaya. Keluargaku bahkan tak pernah mengatakan kalau mereka menyayangiku, mereka hidup bagai parasit sepanjang tahun. Datang hanya untuk uang, dan pergi setelah mendapatkan uang. Karena sebab itu juga aku mencari kesibukan agar tidak stress dalam pekerjaan. Aku perlu orang-orang memerhatikanku, ntah dalam hal negatif atau positif. Aku tidak peduli.
Tapi, kalau orang asing mengatakan mereka menyayangiku, tentu saja aku tidak akan memercayai itu.
Aku Suzy. Ratu iklan dan drama di Korea Selatan. Ikon cinta pertama seluruh rakyat korea karena acting memukauku saat aku 18 tahun. Mereka menyebutku sebagai ikon cinta pertama dan semua orang menyukaiku. Hidupku sempurna menurut mereka, padahal jauh dari itu.
Uang tabunganku habis untuk membeli teman, keluarga, dan mulut-mulut menyebalkan. Hari-hariku dipenuhi dengan syuting, meeting, dan diet. Aku tidak boleh makan nasi, mie kesukaanku dan hal yang berlemak seperti yang kutunjukan di beberapa drama atau variety show. Gerak-gerikku selalu di potret, diikuti oleh orang yang disebut masternim. Aku tidak boleh mengeluhkan hal-hal sedih di sosial media, aku harus selalu senyum di depan kamera. Persis seperti gambaran ikon cinta pertama.
Orang-orang yang tersenyum padaku itu, mereka sebenarnya memegang pistol dan siap menembakku ketika aku melakukan kesalahan, begitulah yang selalu dikatakan oleh Yang sajangnim padaku. Makanya, aku tak pernah menunjukkan kesedihanku pada orang lain.
Aku bahkan lupa kapan terakhir aku menangis. Lagipula, aku bertemu dengan orang ini saat perjalanan ke Jeju untuk syuting drama. Kembali ke topik, pokoknya aku senang karena ada yang menyukaiku seperti Min Yoon Gi menyukaiku. Aku tak perlu mencintainya, karena dia sudah mencintaiku. Dan yang paling penting adalah Min Yoon Gi memanjakanku dengan uang-uangnya. Apapun yang aku mau selalu dituruti, aku dibelikan hadiah setiap ada kesempatan dan memberikan perhatian padaku. Setidaknya, Min Yoon Gi akan selalu bersamaku, well mungkin sampai satu tahun ke depan sebelum aku menemukan orang baru.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Celebrity And Her Perfect Match | MYUNGZY COUPLE
FanfictionDISCLAIMER: Cerita ini hanya fiksi belaka. Author hanya meminjam nama tokoh, tempat, dan merek untuk kebutuhan cerita. Cerita milik author, sedangkan Idol milik orang tua dan agensinya.🧡 Judul sebelumnya: Hello, "Bagaimana kalau kita berkencan?" "A...