Anak buah

129 15 3
                                    

Happy reading....

Author POV

"Lo fikir lo nyelesaiin masalah sendirian itu gak bikin lo bahaya? Itu jauh lebih bahaya di bandingkan gue syif! Asal lo tau aja gue marah pas tau lo nyembunyiin sesuatu dari gue, karna apa? Karna gue takut kehilangan lo syif!" rafa mengatakan itu seolah ia akan kehilangan syifa. Dia merengkuh tubuh syifa

"Raf_" ucapan syifa terpotong. Mereka tak memperdulikan beni yang sedang menonton adegan mereka

"Gue cuman mau lo janji jangan nutupin sesuatu lagi di antara kita paham?" permintaan rafa langsung di balas anggukan kepala oleh syifa.

"Ekhm!" beni pura pura batuk tapi suaranya ia kencangkan supaya kedua orang itu menyadari bahwa ada orang selain mereka berdua

"Gak usah ganggu deh ben! Ngerusak suasana aja lo!" ucap rafa kesal karna beni merusak suasana, Tapi pelukan mereka berdua tak lepas. Sebenarnya rafa juga menyadari ke hadiran beni, tapi dia biasa aja tidak terlalu memikirkan perasaan beni

"Jadi lo kenal sama beni, raf?" tanya syifa kepada rafa yang sedang menunduk menatap wajah syifa.

"Dia temen gue dari lama. Btw lo kok juga kenal sama beni syif?" pertanyaan rafa membuat syifa sedikit tegang, karna ia binggung harus jawab apa?. Tidak mungkin kan kalau ia bilang kalau beni itu bawahannya?

"Owhh beni, dia mata mata gue buat nyelidikin sesuatu.  Udah gitu doang" ucapnya sedikit membohongi rafa, hanya sedikit. Karna yang ia ucapkan benar hanya saja syifa tak akan membertahu

"Gitu ben?" tanya rafa pada beni, syifa mengode beni lewat matanya supaya beni mengganguk membenarkan ucapan syifa

"Iya gue mata-mata syifa" beni mengerti kode dari syifa dan dia menyetujuinya

"Di bayar berapa lo sama cewe gue?" tanya rafa kepo, dan mendapatkan gelengan dari beni

"Itu rahasia perusahaan gak boleh di kasih bocoran!" jawab beni tidak memberitahu rafa, sebenarnya uang pemberian syifa itu lebih dari cukup untuk dirinya

"Elah, segala pake urusan perusahan lagi" rafa mendengus kesal karna ia tak mendapat jawaban dari beni.

"Kok lo gak pernah ngasih tau gue, kalo lo itu mata mata?" tanya rafa binggung pada beni

"Gak ada mata mata yang ungkapin jati dirinya coy!" ucap beni memberitahu rafa, lagian siapa orang yang mau membuka identitas diri nya kalau dia mata-mata

"Masa? Kok gue gak tau ya?" tanya rafa dengan nada tak percaya kepada beni

"Karna lo gak pernah ngerasain itu raf! Lo mah aneh" kini syifa yang menjawab pertanyaan rafa.

"Tap_" ucapan rafa terpotong karna syifa sudah berbicara terlebih dahulu

"Kalo lo nanya lagi gue tampol raf!" ucap syifa kesal karna dari tadi rafa menanyakan sesuatu yang sangat tidak penting.

"Heheh iya, udah-udah ko!" ucapnya sambil cengengesan kepada syifa. Akibat ke datangan syifa, rafa sampai melupakan orang yang sangat ingin ia bunuh tadi

"Karena kedatangan wanita ku, kau sampai terlupakan sebentar" ucap rafa sambil melihat ke arah orang yang tadi sedang ia siksa. Suasana hatinya dan cara berbicaranya berubah lagi ketika ia melihat orang itu

"Hey-hey! Jangan kasar , biasa aja ngerti!" tangan syifa terulur untuk mengelus pipi mulus rafa. Supaya ia mendengar apa yang di katakan oleh syifa

"Iya syif, gue akan berusaha biar gak kasar" rafa mengeluarkan nada lembutnya kepada syifa, rafa memegang tangan syifa yang ada di pipinya dan tangan syifa di tuntun menuju bibirnya. Lalu rafa mengecup tangan syifa yang sudah memanjakannya. Syifa hanya tersenyum senang mendapatkan perlakuan manis dari seorang rafa.

Takdir Untuk Mencintai ❤ |SLOW UPDATE|Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang