Hari ini adalah hari di mana aku dan orang tuaku mengambil surat pengumuman penerimaan peserta didik baru. Yah, tepatnya kami berada di sebuah Madrasah Aliyah di kotaku.
Aku hanya pasrah saja, mau diterima atau pun tidak In Syaa Allah itulah yang terbaik untukku.
Kulihat sekolah sudah ramai dengan calon peserta bersama orang tuanya. Pandanganku terfokus pada sebuah meja yang di atasnya terdapat sebuah tumpukan surat, mungkin itu suratnya. Tanpa pikir panjang kami menuju ke sana."Permisi pak, mau ambil surat penerimaan." Kataku.
"Atas nama siapa? Dari sekolah mana?" Tanyanya.
"Syifaul Faradilla, MTs Negri **** ."
"Sebentar."
"Ini, silahkan tanda tangan di sini" Tambahnya sambil menunjukkan tempat di mana aku harus tanda tangan."Oh iya, kalo diterima silahkan langsung menuju ke aula saja" Intruksinya.
"Baiklah, terimakasih" Aku mengangguk paham lalu berlalu pergi dari sana.
____
Sekarang aku masih menunggu ayahku yang sedang rapat di aula. Yah, aku berhasil diterima di sekolah ini. Entahlah apa aku harus bahagia atau tidak? Tentu saja ini semua karna keinginan orangtuaku kalau aku harus sekolah di sini.
Bismillah semua pasti ada hikmahnya, ucapku dalam hati.Skip!
Tibalah hari di mana aku menjadi murid baru dan mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa.
Semua murid baru dikumpulkan di tengah lapangan basket untuk mendengarkan pengumuman pembagian kelas baru kami.
Membosankan!
"Duuh kenapa lama banget sih, ini udah tinggal sedikit loh yang masih di sini. Kapan namaku disebut?" Gerutuku dalam hati sambil menampakkan muka cemberut.
"Syifaul Faradilla!"
"Yes akhirnya disebut juga" Kataku dalam hati. Namun di sisi lain aku sangat cemas. Aku takut. Aku malu, nggak tau kenapa. Yah, tentu saja karna aku ini adalah orang yang pendiam dan pemalu.
Kakak-kakak kelas pun menggiring kami menuju kelas baru kami.
Saat masuk kelas aku bingung, aku harus duduk di mana? Dengan siapa? Tanpa aku sadari tiba-tiba aku langsung meminta duduk bareng dengannya."Boleh duduk disini?" Tanyaku.
"Ya boleh" Jawabnya pelan sambil mengangguk.
Sekilas aku melihat wajahnya. Tunggu, seperti tidak asing lagi bagiku. Ya ampun, ternyata dia mirip dengan guruku waktu sekolah Diniyah dulu. Tak henti-hentinya aku memandang wajahnya, memastikan bahwa dia mirip dengan guruku.
Aku lupa kalau aku belum berkenalan dengan dia."Namanya siapa?" Tanyaku sedikit ragu dan malu.
"Fatimah "
"Kamu?" Tanyanya padaku."Syifaul Faradilla."
"Dipanggilnya?"
"Syifa boleh, aul juga boleh. Apa sajalah yang penting masih ada kaitannya dengan nama ku"
"Oh oke."
Hening. Sebenarnya nggak hening sih, soalnya di depan kami ada kakak kelas lagi ngomong hehe. Aku bosan, hanya mendengar kan kakak kelas ku itu. Karna itu, mataku melirik ke sana ke mari. Saat itu aku tidak sengaja melihatnya, teman laki-lakiku tapi aku belum mengetahui namanya.
"Ganteng, lumayan." Ucapku dalam hati.
"Eh Astaghfirullah..nggak boleh aul,dosa!" Tambahku lagi._____________
MOS pun berakhir. Biasa-biasa saja. Tidak spesial, tapi nggak terlalu buruk lah. Kini sudah mulai dengan ajaran baru, guru-guru pasti masuk untuk berkenalan dan juga memperkenalkan dirinya.
"Oke, ibu minta sekarang kalian maju satu persatu untuk memperkenalkan diri kalian masing-masing. Oh ya, sebutkan nama, asal sekolah, alamat, dan tujuan kalian masuk kesini."
Ucapannya membuatku sedikit menegang. Apalagi? Aku tidak suka disuruh begitu. Memperkenalkan diri dan maju ke depan. Rasanya sama seperti mengangkat beban 100kg. Lebay. Iya aku memang lebay. Ini semua karna sifat pemaluku. Dulu aku bertekad untuk merubah sifat ku itu, tapi tetap saja aku tidak bisa. Berat sekali.
Aku was-was. Sibuk memikirkan kata-kata apa yang harus aku katakan di depan. Oh Allah, hilangkan sifat pemaluku aku mohon! Tak terasa giliran ku sebentar lagi.Ayo aul, kumpulkan keberanianmu itu. Sebentar lagi giliranmu. Semangat!
Oh tidakkk.... Sekarang giliran ku?? Sekarang?? Oh tuhan...
Dengan ragu dan menundukkan kepala aku maju ke depan.
Oh, ya ampun kenapa terasa lama sekali. Ayolah, ini hanya berapa meter melangkah ke depan. Hah, rasanya seperti berjalan 10meter jauhnya.
"Namaku Syifaul Faradillah.. blablabla"
Hufft akhirnya bisa duduk lagi.
Setiap guru pasti begitu, meminta kita untuk memperkenalkan diri kita. Duh, aku nggak suka ini. Menurut ku ini adalah hal yang sangat menyebalkan.
🍂🍂🍂
Akhirnya selesai juga part 1 nya😪
Maaf masih terlalu pendek yaa😥
Maklumlah masih belajar 😇
Jangan lupa vote and comen nya yaa teman-teman 🤗

KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Pendiam dengan segala rasanya
Подростковая литератураSetiap manusia pasti mempunyai masa lalu. Tak terkecuali seorang pendiam, bahkan seorang pendiam pun mempunyai kisah cinta. Namun sayang, kisahnya begitu rumit baginya. Semua itu berawal dari grup kelas. Tak hanya rasa cinta. Sedih, kecewa, dilema...