"Finc, memoriane!" Teriak Axian dalam bahasa latin. Mantra itu berhasil menghilangkan rasa ketakutan pada wajah lelaki manusia itu. Dia menghapus semua ingatan lelaki itu tentang manusia serigala yang baru saja dilihatnya, kemudian membiarkan dia pergi. Axian menghela napas.
Dia mungkin juga bertanya-tanya, bagaimana dirinya mendapatkan luka di kakinya, dan bekas cakaran? Mungkin suatu saat ia akan mengingat kejadian aneh ini. Axian berkata dalam hatinya, "apakah manusia itu akan melupakannya." Sebaliknya Axian tidak dapat melupakan kejadian tadi, karena dia adalah iblis yang mempunyai ingatan jangka panjang. Axian lelah dengan kejadian hari ini, tetapi malam baru saja dimulai.
***
Malam ini, Axian terbang memecah keheningan malam, rintik hujan membasahi wajahnya. Axian merasa bahwa cuaca saat ini sangat dingin. Dibawahnya, lalu lintas tampak masih padat, masih terdapat lampu-lampu kendaraan bersinar terang disepanjang jalan dan terdengar bunyi musik dan suara manusia yang sedang berbicara sambil tertawa dari dalam bangunan. Tapi, pada sudut kota lain, jalan-jalan telah sepi, tak terdengar suara manusia yang terdengar hanyalah suara angin yang mengerakan dedaunan dan ranting pohon.
Ya, kota ini sedang tertidur lelap, tetapi masih ada kota lain yang masih terjaga hingga larut malam.
Dari kejauhan, dia melihat cahaya lampu yang berkelap-kelip menghiasi kegelapan malam. Sepertinya cahaya itu berasal dari Fichlivierel, sebuah tempat hiburan bagi orang-orang yang sedang merasakan kesepian. Axian mendekati asal lampu tersebut, ia terbang lebih rendah dan mendarat tepat di depan bangunan itu."Selamat datang di Fichlivierel," gumam suara dari depan pintu. Pintu itu terbuka terlihat ada tangga yang kecil dan sempit. Axian melangkah naik keatas. Cepat-cepat ia masuk kedalamnya. Kehangatan memeluk tubuhnya yang dingin, sedingin salju. Obor tergantung di setiap sudut ruangan. Ruangan itu penuh sesak. Berbagai macam makhluk ada di dalamnya.
Manusia serigala duduk diatas kursi kayu yang sudah sangat tua. Dan ada pula sesosok makhluk yang dapat mengubah-ubah bentuknya bersandar pada dinding sambil meminum secangkir wine.Axian bernapas lega. Dia sedikit merasa lebih nyaman di bandingkan diluar dengan cuaca yang dingin dan berangin. Disini tidak mengenal perbedaan. Di tempat ini semua makhluk memiliki hak yang sama. Axian bergerak perlahan melewati meja dan makhluk yang lainnya sambil memberikan salam.
Di tempat ini tidak akan ada kekacauan, terdapat sesosok makhluk telanjang yang menari-nari di depan semua makhluk yang lainnya, seperti yang sedang terjadi di cafe makhluk-makhluk yang berteriak dan bertingkah aneh.
"Full room!!, full room," teriak seseorang yang membuat Axian tersentak dan sedikit kaget. Dia mencari asal suara itu. Ternyata itu adalah Jack, tentu saja dia. Pada sudut ruangan tampak juga Bran, iblis bernapas api dan juga Feli, anjing batu yang sudah berumur sangat tua. Axian tersenyum ketika melihat ketiga temannya itu.
"Duduklah! Duduklah disini," kata Feli yang suaranya hampir tidak terdengar karena suara musik, dan tawaan makhluk yang sangat keras.
Axian duduk sambil melepaskan mantelnya yang basah, dan mengantungkannya di dekat obor."Kau telah melalui malam yang telah melelahkan, sekarang rilekskanlah tubuhmu di sini, lagi pula di luar cuaca hujan adalah cuaca favoritmu. Hujan. Sungguh malang sekali nasibmu hari ini," ucap Bran sambil meletakkan minuman diatas meja.
**************************************
Nantikan kisah selanjutnya...
Terimakasih

KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL MAN AND SEAL BOX
Mystery / ThrillerAxian adalah seorang manusia berumur delapan belas tahun yang dikutuk menjadi iblis, Axian harus berjanji kepada raja iblis agar menjauhi dirinya dari keberadaan manusia. tetapi suatu hari ia melanggar janjinya saat bertemu dengan Carren, gadis yang...