"Sepertinya kau terluka,"kata Feli sambil menunjuk kaki Axian dan meletakkan tangannya di pundak Axian sebagai ungkapan simpati terhadap teman.
Axian bernapas. "Semuanya tidak akan...," dia berhenti sejenak. Bran membelalakkan matanya." Apa? Tapi aku yakin pasti kau telah menghabisinya, bukan?"Axian tiba-tiba teringat akan manusia serigala yang mati tepat di samping kakinya pada saat cuaca lembap dan basah. Tiba-tiba Axian merasakan sebuah cakaran di lehernya. Axian merasakan ada sesosok makhluk yang sedang mengamatinya dari kejauhan.
Benar, sosok rekan kerja yang diberikan kepercayaan untuk mengatasi kasus pembunuhan yang seharusnya di tangani oleh Axian.Dia adalah Gians, seorang penjilat. Axian sangat tidak menyukainya. Sepertinya dia pergi ke ruangan yang lain untuk merilekskan badannya. Terdengar suara tawa sangat keras dari arah tangga. Axian pergi melihat dimana arah datangnya suara.
Axian bernapas. Dia mendengar suara rekan kerjanya, ya benar saja itu adalah suara Oliza. Sudah sejak satu bulan Oliza berada di dekat keberadaan manusia. Karena kekuatannya yang cukup kuat dan sikap patuhnya terhadap Gians, maka Oliza menempati urutan kelima dibawah Axian sebagai pahlawan iblis.
Oliza adalah seorang iblis yang berkulit putih sehingga sangat jelas terlihat urat pada tubuhnya, matanya yang tidak memiliki pupil berwarna hitam, dan tidak memiliki bulu dan alis pada matanya.
Axian tidak menyukainya sejak awal pertama kali mereka bertemu.Sejak Oliza mengambil alih yang sama untuk menyelesaikan kasus pembunuhan, sejak itu juga Axian benar-benar sangat membencinya. Axian tidak tahan lagi. Axian beranjak dari kursinya dan meraih mantelnya. Apa yang dia rasakan sudah cukup. Dia harus segera keluar dari tempat ini. Axian berpamitan pada ketiga teman-temannya.
Dia mendengar suara berbisik-bisik saat Axian menuju tangga. Axian menjatuhkan mantelnya, dan sedikit membungkukkan badannya, dan Axian dapat mendengar jelas perkataan makhluk-makhluk itu. Ya, Axian dapat mendengar jelas bahwa mereka membicarakannya.
Kemudian dia mendengar orang-orang itu dengan jelas menyebutnya,"Penghianat." perlahan Axian berdiri dan menatap segerombolan makhluk yang mengunjingkannya. Mereka menyadari Axian sedang menatap mereka, segerombolan makhluk itu langsung terdiam.
"Siapa yang telah menyebutku seperti itu?" Tanya Axiqn dengan lantang, walaupun sebenarnya ia tahu siapa yang telah membicarakannya. Mereka seperti diawasi oleh seseorang dari belakang. Bahkan Axian dapat mendengar gemeletuk gigi mereka karena ketakutan.
Dasar makhluk bodoh dan tidak berguna. Tiba-tiba datang Gians dari arah depan segerombolan makhluk itu. Secepat kilat Axian menyambar mantelnya, menariknya ke udara, menghempaskan badanya ke lantai. Sambil terengah-engah, Gians mencoba menendang Axian mengunakan kakinya, matanya melotot.
Beberapa saat ruangan seketika hening semua makhluk terdiam. " kau yang telah mengatakan aku? Apa mau mu?" Kata Axian dengan lembut sambil menatap Gians tepat pada wajahnya yang di liputi rasa ketakutan. "Tidak, bukan aku," kata Gians terengah-engah dan mencoba melepaskan tangan Axian dari lehernya, tapi gagal. Malah membuatnya semakin merasakan kesakitan.
Akhirnya Axian melepaskan tangannya.
Dan pergi begitu saja. "Hujan sialan," ucap Axian dan kemudian terbang memecah keheningan malam. Axian sampai ke tempat tujuannya, sebuah rumah tua yang tidak ada penghuninya. Ia duduk sambil melihat-lihat apakah ada manusia di dalam rumah tua itu."Sepertinya tidak ada makhluk lain," ucapnya dalam hati. Ia mencoba untuk menenangkan dirinya atas peristiwa yang telah ia alami tadi.
***************************************
Nantikan kisah selanjutnya...
Terimakasih

KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL MAN AND SEAL BOX
Mystery / ThrillerAxian adalah seorang manusia berumur delapan belas tahun yang dikutuk menjadi iblis, Axian harus berjanji kepada raja iblis agar menjauhi dirinya dari keberadaan manusia. tetapi suatu hari ia melanggar janjinya saat bertemu dengan Carren, gadis yang...