Proses pemakaman

10 4 0
                                    

Setibanya Carren di rumah sakit tempat di mana Ayahnya terakhir berada.
Melihat tubuh Ayahnya yang terbaring diatas kasur tanpa bergerak sedikit pun, Carren kembali menjatuhkan air matanya seraya memegang rambut Ayahnya.

"Yah... makasih sudah menjadi Ayah yang terbaik dalam hidupku dan terimakasih juga atas hadiah yang Engkau berikan kepadaku, tapi sayangnya Ayah tidak memberi tahuku apa pin dari gembok ini, sehingga aku belum bisa membuka apa isi dari hadiah pemberian Ayah."

Melihat Carren yang menanggis dari dalam kamar, Lucas datang dan menghampiri adiknya. "Sudahlah jangan tangisi kepergian Ayah tapi, tangisilah diri kita yang tak tahu harus tinggal di mana nantinya." Ujar Lucas sambil menyerahkan tisu kepada adiknya.
"Bukannya Abang ada kos-kosan." Kata Carren sambil meraih tisu yang di pegang Lucas. "Tapi, kos-kosan Abang adalah kos-kosan laki-laki jadi, tidak mungkin kamu akan menginap bersamaku di sana, apa kata orang nantinya." Jawab Lucas sambil meraih kursi yang berada di samping Carren.

"Benar juga, trus aku akan tinggal di mana ?" Kata Carren menatap mata abangnya. "Apakah kamu ada teman yang bisa menginap di rumahnya dalam beberapa minggu ini, baru kita akan mencari rumah kontrakan ?" Kata Lucas.
"Sepertinya ada tapi, coba aku tanyakan dulu padanya." Jawab Carren sambil mengambil ponsel yang terletak di dalam saku celananya.

Ponsel Carren berbunyi...
"Halo, hmm... Key, aku mau minta tolong."
Kata Carren memohon.
"Ada apa, Ren...?" Ucap Keyza cemas.
" Bolehkah aku menginap di rumahmu untuk beberapa hari ?" Kata Carren sambil melirik ke arah abangnya.
"Boleh, boleh saja tapi hari ini sepertinya aku agak pulang terlambat karena aku ada tugas banyak di kampus yang harus aku selesaikan hari ini juga, tapi tenang saja kunci rumah aku letakkan di teras dalam tempat sepatu laci 3J ok..."Kata Keyza.
"Terimakasih atas tumpangannya Key, nanti ketika kamu pulang aku akan memasakan makanan tumis jamur tiram saus tomat kesukaanmu." Kata Carren dengan raut wajah senang.
"Ok, aku tunggu masakan kesukaanku yang di buat oleh tanganmu sendiri". Jawab Keyza sambil mematikan panggilan dari Carren.

Carren menarik napas lega, akhirnya ia mendapatkan tempat tinggal untuk sementara waktu. Seseorang datang dari arah pintu, itu adalah Dokter.
"Nanti sebentar lagi akan datang mobil jenazah, dan membawa mayat Ayah kalian untuk di kuburkan."
"Baiklah Dok... kami mengerti." Kata Lucas menyetujui.

Dokter itu beranjak pergi...
"Carren, nanti ikutlah denganku ke tempat pemakaman Ayah, jangan ada urusan lagi." Ucap Lucas menegaskan.
"Ba...baiklah, aku tidak akan pergi lagi." Jawab Carren kepada abangnya.

Mobil Jenazah datang dan mengangkut mayat Ayahnya ke dalam mobil.
Di bantu oleh beberapa orang termasuk Lucas. Lucas dan Carren menatap Ayahnya yang terletak di dalam mobil jenazah
Akhirnya mobil sampai pada tempat tujuan yaitu pemakaman.

Mayat tersebut di masukkan di dalam tanah di sertakan doa-doa.
Sebelum di tutup dengan tanah di atas mayat Ayahnya, Carren menanggis tak henti-hentinya sehingga membasahi seluruh muka dan bajunya.
"Ren...Bukannya, aku sudah menyuruhmu untuk tidak menanggis, nanti ayah akan sedih juga di atas sana melihat kamu seperti ini." Kata Lucas sambil mengelus bahu adiknya.

Seketika itu pula Carren berhenti menjatuhkan air mata. Ia melihat abangnya yang tak sedikit pun merasakan hal yang sama sepertinya.
"Apakah Lucas selalu menahan air matanya supaya tidak keluar, atau memang dia bukan seorang manusia yang tidak memiliki perasaan ?" Tanyanya dalam hati.

"Lanjutkan proses pemakamannya." Kata Carren dengan suara yang terisak-isak.
Pemakaman pun selesai di tutup dengan tanah, semua orang yang membantu proses pemakaman kembali ke rumah sakit, kecuali Lucas dan Carren yang duduk di samping kuburan Ayahnya sambil menaburkan beberapa bunga di atas kuburan Ayahnya.

"Yah... semoga Engkau tenang di sana, jangan khawatirkan kami, kami akan selalu menjaga diri kami dari segala bahaya, selamat tinggal Yah... aku akan selalu melihatmu ketika ada waktu luang." Ucap Carren sambil membangkitkan badannya dari tanah.

***************************************Nantikan kisah selanjutnya...
Terimakasih

DEVIL MAN AND SEAL BOXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang