Kuburan

10 4 3
                                    

Axian terbang menyusuri malam yang dingin, angin malam ini sedikit berbeda dari angin pada umumnya, karena membuat semua manusia enggan untuk berlama-lama di luar. Sehingga kondisi cuaca saat ini membuat jalan sepi tanpa ada seorang pun manusia di luar.

Kecuali Axian seorang iblis yang tak terlalu menghiraukan cuaca pada malam ini. Ia tetap terbang walaupun mantel di tubuhnya bergerak-gerak oleh hembusan angin malam. Akhirnya Axian sampai pada tempat tujuannya, ia tak mengira bahwa tempat tujuannya adalah pemakaman. "Bagaimana caranya agar aku bisa masuk, gerbangnya terkunci ?" Pikir Axian dalam hatinya.

Benar sekali, Axian adalah seorang iblis pastinya di bisa terbang. Tapi kali ini sepertinya ia tidak akan mengunakan kekuatannya untuk terbang, sehingga tidak akan membuat penjaga pemakaman ketakutan dengan penampakannya ketika terbang. "Seharusnya aku harus bersikap layaknya manusia, sehingga tidak membuat penjaga pemakaman ketakutan dengan wujud asliku." Kata Axian dalam hatinya.

Axian melepaskan mantelnya dan meletakkannya di atas ranting pohon, kemudian ia berjalan layaknya manusia biasa. Axian menuju kantor penjaga.
"Ting...tong..." Axian menekan bell yang terletak pada pintu utama kantor itu.
Mendengar bell berbunyi seseorang datang dari balik ruangan dan membukakan pintu.

Ya, itu adalah penjaga pemakaman.
"Apa yang bisa saya bantu Tuan ?" Ujar penjaga kepada Axian sambil sedikit tersenyum kepada Axian.
"Apakah saya bisa masuk ke area pemakaman ?" Jawab Axian sambil menoleh ke arah pemakaman dan kembali menatap penjaga itu.
"Apa yang anda cari, sekarang sudah jam 23.00 wib tidak ada orang yang akan mengunjungi pemakaman, mungkin besok pagi Tuan bisa datang lagi kemari untuk berkunjung." Ucap penjaga menjelaskan.

"Sepertinya manusia ini sangat banyak bertanya, pembicaraan ini akan membuat waktuku terbuang sia-sia." Ujar Axian dalam hatinya.

"Saya kemari untuk mencari dompet saya yang jatuh, didalam sana banyak kartu dan barang berharga yang akan sulit untuk mengurusnya kembali, apakah anda akan mengizinkan saya untuk mencarinya, jika ketemu saya akan langsung pulang dan tidak berlama-lama di dalam sana." Jawab Axian sedikit panik untuk menipu penjaga agar percaya pada perkataannya.

"Baiklah, silahkan Tuan masuk dan mencarinya, tapi maaf sekali saya tidak dapat menemani Tuan masuk ke dalam karena masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ucap penjaga kepada Axian. "Tidak apa-apa, terimakasih banyak telah mengizinkan saya masuk." Kata Axian kepada penjaga.

Penjaga itu masuk ke ruangannya meninggalkan Axian sendirian di depan pintu. Dalam hal apapun Axian tak pernah takut kecuali hal yang akan merebut nyawanya.

"Ternyata, penjaga itu sangat mudah di tipu." Kata Axian sambil tersenyum.
Axian mulai melangkahkan kakinya sedikit menjauhi kantor penjaga, ia tak bisa berlama-lama akhirnya Axian mengunakan kekuatannya untuk terbang mengikuti cahaya batu permata.

Axian mengikuti cahaya batu permata yang membawanya cukup jauh dari tempat kantor penjaga. Sampai akhirnya Axian sampai ke tempat tujuannya.
"Sepertinya ini adalah tempat pemakaman Ayahnya Lucas." Pikir Axian.
"Mengapa batu permata itu membawaku kemari, apakah batu permata itu akan menunjukan kepadaku, bahwa Ayah Lucas bangkit dari kuburnya." Sambung Axian dalam hatinya.

***************************************
Nantikan kisah selanjutnya...
Terimakasih

DEVIL MAN AND SEAL BOXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang